Follow Me @rezadiasjetrani

Minggu, 27 Agustus 2017

Pinus Pengger, Surga Tersembunyi Untuk Kita dan Mereka

Spot foto tangan raksasa di Hutan Pinus Pengger
Bercerita tentang kampung halaman, tentu tak akan ada habisnya, tak akan ada bosannya. Akan selalu ada kisah dari masa lalu yang membuat kita tersenyum jika mengingatnya. Itulah yang kurasakan terhadap kampung halamanku, Yogyakarta. Meski jujur saja, dari sisi lalu lintas Jogja sudah tak senyaman dulu, macet disana-sini, hotel dan apartemen kian menjamur, namun kota ini masih menjaga dengan teguh kekayaan budaya dan kearifan lokalnya.

Tak hanya itu, berbagai obyek wisata yang dulu terkesan itu-itu saja, kini justru semakin bertambah dengan digalakkannya desa wisata, terutama di daerah Bantul, tempat kakekku berasal. Bantul tepatnya di kecamatan Dlingo, kini makin populer dengan banyaknya wisata alam yang ditunjang spot selfie yang sedang populer belakangan ini. Kebetulan ketika liburan kemarin, aku mengajak teman-temanku untuk camping disini.
Camping bersama teman-teman. Tempatnya luas, banyak pohon dan tanahnya banyak yang datar jadi nyaman untuk mendirikan tenda.
Pemandangan di pagi hari
Aku masih ingat ketika kecil dan akan pergi ke rumah kakekku, jalanan masih sepi, jarang sekali wisatawan kesana kecuali mau ke pantai. Bantul terkesan sangat jauh dari peradaban. Anak-anak ke sekolah masih naik sepeda, sesekali berpapasan dengan para pencari rumput atau jerami yang ditumpuk tinggi di kendaraan mereka. Tapi sekarang, untuk menuju ke Dlingo saja apalagi ketika musim liburan dijamin macet parah dan banyak mobil plat luar yang menuju ke kawasan ini.

Memang ada apa aja sih di Dlingo?

Banyak! Coba aku tulis yang aku tahu ya. Ada Puncak Pinus Becici, Bukit Panguk Kediwung, Jurang Tembelan, Seribu Batu Songgo Langit, Pinus Pengger, Watu Goyang, Bukit Mojo Gumelem, pokoknya banyak. Nah tapi yang mau aku bahas adalah Pinus Pengger. Soalnya menurutku tempat ini asyik banget buat camping, baik untuk anak-anak, remaja, bahkan orangtua dan aku membuktikannya dengan camping disini.
Yakin nggak pengen bangun pagi liat pohon pinus di sekelilingmu seperti ini?


Bersama teman-teman

Lokasi Pinus Pengger

Pinus Pengger terletak di Kecamatan Dlingo bagian paling utara, tepatnya berbatasan dengan wilayah Kecamatan Pathuk, kabupaten Gunung Kidul. Tempat ini kusebut surga tersembunyi karena pada dasarnya Hutan Pinus Pengger ini bukanlah wisata baru di Bantul, karena sudah muncul bersamaan dengan populernya Hutan Pinus Imogiri beberapa tahun terakhir. Tempat ini menjadi populer karena spot foto selfienya yang menarik dan selalu diperbarui oleh pengelola.

Kuakui pengelola Hutan Pinus Pengger  termasuk rajin dan kreatif dalam menciptakan spot-spot selfie.  Awalnya spot foto disini masih mainstream yakni berupa gardu pandang di pohon pinus dan jembatan pohon.

Namun belakangan, Hutan Pinus Pengger ini ngehits dengan spot foto rumah piramid atau tumpeng yang terbuat dari ranting dengan lubang di tengah yang bisa dimasuki pengunjung. Dari situ pengunjung bisa melihat Jogja dari ketinggian, lengkap dengan kemerlip lampu kota kalau malam hari.  Jadi kalau dateng kesini malam, dijamin bakalan super rame. 
Suasana di pagi hari, masih sepi dan udaranya super sejuk
Kalau mau hasil fotonya lebih bagus bisa minta tolong warga lokal sekaligus pengelola.
Sedikit info buat kalian yang mau foto di spot ini, kalau mau hasilnya bagus, bisa pakai jasa fotografer dari warga setempat. Dulu pas aku kesana per foto dibanderol dengan harga Rp 4.000,00 tapi dijamin hasilnya bagus karena kalian bisa milih-milih dulu mana foto yang mau kalian ambil. Nggak hanya itu, ada juga spot foto tangan raksasa yang cakep banget kalo buat foto di pagi hari. Kalau malam hari, di ujung jari jari tangan raksasa itu juga terdapat lampu yang bisa menyorot ke arah tengah / sentris jadi seperti ada efek cahaya yang cukup epic.

Rute Menuju Hutan Pinus Pengger, Dlingo

Untuk menuju ke Hutan Pinus Pengger sebenarnya cukup mudah. Lokasi ini berjarak sekitar 25 km atau 1 jam perjalanan dengan kendaraan pribadi dari kota Jogja. Kalian bisa melewati jalan Imogiri atau lewat jalan Wonosari. Namun kami kemarin melewati jalan Wonosari dengan rute sebagai berikut :

Kota Jogja - ambil arah timur ke jalan Wonosari - menuju ke Bukit Bintang - sampai puncak Pathuk Gunung Kidul (ada radio GCD FM ) akan ada perempatan - ambil arah kanan atau arah Dlingo – terus saja hingga melewati wisata Watu Amben - lurus terus ikuti jalan hingga menemukan plang penunjuk Hutan Pinus Pengger di sebelah kanan jalan.

Harga Tiket Masuk Hutan Pinus Pengger

Untuk menikmati spot baru di Hutan Pinus Pengger, waktu itu kami cukup membayar tiket masuk Rp 2.500 per orang, parkir sebesar Rp 2000,00 untuk motor dan Rp 5000 untuk mobil. Sedangkan untuk spot selfienya disediakan kotak untuk bayar seiklasnya. Nah, kalau menginap/ camping bayarnya Rp 15.000 per orang. Fasilitas di Hutan Pinus Pengger ini juga cukup lengkap mulai dari toilet, mushola, bangku dan meja santai di tengah hutan, rest area, warung makan dan juga gazebo yang bisa dipakai untuk pertemuan.

Kenapa Disebut Surga Tersembunyi ?

Kalau ada yang tanya kenapa, jawabanku cukup panjang. Ada dua alasan menurutku, yang pertama, dari pemandangannya, dijamin memanjakan mata. Sejauh mata memandang kita bakal disuguhi deretan pohon pinus yang menjulang tinggi sehingga membuat teduh. Berjalan ke tepi tebing, akan terlihat deretan perbukitan membentang luas. Banyaknya spot selfie akan memanjakan hasrat narsis kita yang ingin eksis di media sosial. Di pagi hari, lautan kabut membuat kita serasa di atas awan. Di malam hari lampu kota yang nampak dari kejauhan menciptakan suasana romantis. Sambil menikmati segelas minuman hangat dan melihat pemandangan malam, bakal bikin suasana malammu tak terlupakan.
Yang kedua, karena "surga tersembunyi" ini nyatanya mampu memberikan penghidupan bagi warga sekitar. Dari pengelola koperasi Notowono yang bertanggung jawab akan pengelolaan area hutan lindung di kawasan ini, aku mendapat informasi bahwa objek wisata ini dikelola bersama oleh warga setempat dimana 75% hasilnya untuk warga dan 25% untuk pemerintah. 

Jadi, dulunya deretan hutan pinus di kawasan Dlingo ini hanyalah hutan pinus biasa dan dimanfaatkan oleh para petani untuk menyadap getah pinus. Namun karena kuantitasnya yang makin menurun, akhirnya warga masyarakat dan para pemerhati lingkungan sepakat untuk mengalihfungsikan hutan ini menjadi obyek wisata. 

Tentunya pada awal usaha mereka mengalami sejumlah kendala, karena harus mengubah kebiasaan dari masyarakat petani menjadi masyarakat pelaku wisata. Tapi seiring berjalannya waktu masyarakat mulai merasakan manfaat dan perekonomian warga meningkat. Hal inilah yang membuat para pengelola terus berusaha membenahi obyek wisata dan mengembangkan ide-ide baru supaya wisatawan yang datang tidak bosan dan selalu ingin kembali ke tempat ini.
Wah, keren kan! Wisatawan senang, warga lokal senang.

Jadi kapan kalian ke Jogja ? Buat kalian yang pengen liburan ke Jogja tapi nggak mau ribet, kalian bisa merencakan liburan lewat tiket.com lho. Pesen tiket pesawat dan kereta api sekaligus booking hotel dijamin jauh lebih murah, sering banyak diskon pula! Jadi tunggu apalagi? Pesen tiket dan booking hotel di tiket.com dan nikmati surga tersembunyi di Jogja.



6 komentar:

  1. Keren banget mbak spotnya. Tiap sudut bisa dijadikan tempat selfie ne, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloo :) , iya, setiap sudutnya instagramable nih, banyak juga spot fotonya jd puas deh. Udah pernah kesini ? :)

      Hapus
  2. mbak kok imut banget websitenya.hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe maacih Na ❤❤❤. Aku ganti tema nih yg bunga2 biar kayak cewek, hahhaa. Sebenernya mau cari yg nuansa daun tp ga nemu yg sreg.

      Hapus
  3. Keren juga ya, sangkar burung gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas setiap sudutnya bisa dijadiin spot foto,

      Hapus