Follow Me @rezadiasjetrani

Rabu, 28 November 2018

Dr. Hsieh, Skin Care dengan Sertifikasi Halal dari Taiwan

17.18 2 Comments
Rangkaian produk Dr.Hsieh yang kugunakan.
Rutinitas menggunakan skin care untuk mendapatkan kulit wajah yang bersih dan sehat bisa jadi hal yang membingungkan atau bahkan tidak diperhatikan sama sekali. Hal yang paling sering jadi pertanyaan adalah di usia berapa sih, kita harus memulai merawat kulit wajah dan menggunakan skin care? Produk atau merk apa yang sebaiknya dipilih apalagi untuk wajah?

Umumnya, para wanita mulai memakai skin care kalau terjadi masalah pada kulit wajah, tidak selalu berpatokan pada usia. Berbagai masalah kulit seperti jerawat, kulit kusam, pori-pori besar adalah alasan utama wanita mulai memakai skin care. Tapi ada baiknya mulai memakai skin care sejak usia remaja, bukan karena ada masalah pada kulit wajah. Bukankah ada ungkapan mencegah adalah lebih baik dari mengobati?

Semakin bertambahnya usia, maka akan berbeda pula masalah yang dihadapi oleh kulit wajah. Jadi kalau kalian ingin mulai merawat kulit, nggak ada salahnya dimulai dari remaja, hanya  tinggal menyesuaikan dengan usia dan produk skin care apa saja yang dipakai. Sayang, belum banyak yang sadar bahwa skin care dengan kandungan yang halal ternyata juga penting lho.

Kalau ngomongin tentang skin care halal, di Indonesia sendiri sudah mulai cukup banyak brand skin care lokal yang sudah bersertifikasi halal, tapi untuk produk dari luar Indonesia bisa dibilang masih sedikit. Nah, kali ini aku mau berbagi pengalaman dan informasi seputar salah satu brand skin care dari Taiwan yang sudah bersertifikasi halal dan aman digunakan, yaitu Dr. Hsieh.

Tentang Dr. Hsieh

Bagi kalian yang belum pernah mendengar merk ini, Dr. Hsieh adalah brand skin care pertama buatan Taiwan yang memiliki hak patent “produk skin care Mandelic Acid”.
"Mandelic acid adalah sejenis AHA yang diambil dari ekstrak almond pahit. Karena mempunyai partikel yang besar dan lebih susah menembus ke dalam kulit, mandelic acid dianggap sebagai mild exfoliator, jadi kulit lebih nggak rentan iritasi."
Nggak hanya itu, Dr. Hsien juga terbuat dari bahan kandungan alami yang baik dan ramah untuk kulit lho, juga sudah mendapatkan sertifikasi halal dari Taiwan Halal Integrity Development Association.


Produk Dr. Hsieh yang aku gunakan dan akan aku bahas kali ini adalah Dr. Hsieh Acne Skincare Set, yang terdiri dari : 

1.  Dr. Hsieh Mandelic Flower Acid Whitening Facial Cleanser 120ml
2. Dr. Hsieh 10% Mandelic Acid Home-Peeling Liquid Serum Kulit 15 ml
3.
Dr. Hsieh Quintuple Hydrating Gel Pelembap Wajah 15ml 
4. Dr. Hsieh 30% Mandelic Acid Anti-Acne Gel 20ml

Dari informasi yang kudapat, Dr. Hsieh Acne Skincare Set ini ampuh membersihkan wajah dari jerawat dan bekas jerawat, meremajakan kuit wajah, melembapkan dan menjaga agar kulit  agar terhindar dari jerawat. Wah, ini sih aku perlu banget soalnya di wajahku banyak bekas jerawatnya. Dulu waktu SMA sama kuliah, aku suka pegang wajah dengan tangan kotor. Terus sekarang aku merasakan akibatnya deh.

Mandelic Acid yang terdapat dalam produk Dr. Hsieh sendiri konon mudah larut dalam minyak (oil-soluble), jadi cocok buat jenis kulit berminyak dan acne-prone.  Ini adalah rangkaian produk dan urutan penggunaan yang kulakukan.

1. Mandelic Flower Acid Whitening Facial Cleanser 120 ml

Untuk memutihkan dan mencerahkan kulit, maka harus dimulai dari tahap pembersihan. Sabun cuci wajah dengan bahan bunga almond ini dapat membersihkan hingga ke pori-pori, mencegah timbulnya noda hitam, mengangkat sel kulit mati dan bikin kulit muka lebih lembut usai mencuci muka. Kandungannya sangat padat, jadi cukup sedikit aja sudah bisa membersihkan seluruh wajah kita lho teman-teman. Untuk hasil bersih maksimal, bisa juga menggunakan brush wajah agar seluruh kotoran dan sisa make up terangkat dengan baik.
Sudah ada label halalnya.
2. Mandelic Acid Home-Peeling Liquid 15 ml

Ini adalah produk utama dari Dr.Hsieh yang mempunyai paten dunia tentang Asam Mandelat, yang mampu memberikan 3 hasil yaitu mencerahkan, mengatasi masalah jerawat dan masalah penuaan kulit. Asam mandelat yang ramah di kulit, membuat pembersihan jerawat menjadi lebih efektif dan tidak merusak kulit. Perawatannya juga gampang banget! Cukup 1-2 tetes aja lalu oleskan secara merata dengan cara ditepuk-tepuk secara lembut, untuk seluruh wajah menjadi bebas jerawat, cerah, lembab, dan bebas penuaan kulit. 

Mandelic Acid Home-Peeling Liquid ini adalah serum wajah yang digunakan setelah mencuci muka. Jadi kulit masih seger banget tuh. Produk ini hadir dalam kemasan mungil berwarna hijau dan menggunakan sistem pipet, jadi kita bisa mengeluarkan produk sejumlah yang kita inginkan, nggak takut bakal kebanyakan dan juga lebih higienis. Teksturnya cair dan bening serta cepat meresap di kulit.
Kemasan dengam tutup pipet gini bikin praktis dan nggak takut kebanyakan nuangnya. 
3. Quintuple Hydrating Gel Pelembap Wajah 15 ml

Berikutnya aku menggunakan gel pelembab wajah yang dapat menghidupkan sel-sel kulit sehingga tampak lebih segar ceria, melembabkan, dan anti penuaan. Pelembab wajah ini juga nggak lengket di kulit. Oiya, pelembab ini memanfaatkan teknologi hidrasi untuk menggabungkan bahan-bahan untuk anti penuaan yang menembus ke dalam kulit dengan efektif serta ada kandungan mintnya. Kebayang dong seger banget  buat kulit kita. Ekstrak stroberi dan esens bunga mawarnya juga menjadikan kulit bening, cerah, putih, lembut, dan lembab. Cara pakainya cukup ambil gel secukupnya dan oleskan pada kulit wajah secara merata. Aku sih makenya dengan dioles dan ditepuk-tepuk secara lembab. Pelan-pelan aja dan tunggu beberapa saat sampai meresap. 

4. Mandelic Acid Anti-Acne Gel 20 ml

Terakhir, aku menggunakan mandelic acid anti-acne gel, untuk membasmi dan mencegah jerawat kembali dengan perawatan dari akar serta perbaikan kondisi kulit. Gel ini juga berguna untuk mempercepat metabolisme guna menghilangkan noda hitam dan bekas jerawat. Membersihkan jerawat tanpa bekas adalah tugas utama dari gel ini. Cukup perawatan on-the-spot, besoknya jerawat pun ikut menciut. Atau kalau nggak langsung kempes, setidaknya gel ini bisa meredam jerawat yang timbul di kulit wajah kita.

Pencet dan keluarkan gel secukupnya, lalu oleskan pada bagian wajah yang berjerawat dengan cara ditotol-totol. Besoknya jerawat udah mulai kempes. Ampuh! 

Apakah Produk Ini Beneran Halal?

Aku yakin sebagian dari kalian mungkin masih bertanya-tanya soal kandungan produk Dr. Hsieh ini benaran halal atau enggak. Terlebih di kemasan produk ini pun, bahasa yang digunakan adalah bahasa Taiwan. Tapi jangan khawatir teman-teman, soalnya ada label halal yang jelas terpampang di kemasan plastiknya (kalau plastiknya dibuka dan dibuang ya hilang). Di websitenya pun mereka juga mencantumkah bahwa produk ini telah resmi bersertifikat halal.

Pengalaman Menggunakan Produk Dr. Hsieh

Before
Ketika aku menerima produk ini pertama kali, pas banget aku lagi jerawatan di dagu. Lumayan risih apalagi keliatan banget. Sebelum makin parah, aku langsung cobain pakr rangkaian perawatan dari Dr.Hsieh ini.
Gini nih mata sama muka bangun tidur. 
Day 1 :
Pertama pakai sabun cuci mukanya, muka langsung berasa kenyal. Belum keliatan makin cerah, tapi muka terasa lebih segar. Kemudian aku lanjutkan memakai rangkain produk lainnya. Nggak terasa lengket di kulit, cepat meresap. Terakhir aku oleskan anti-acne gel dan keesokan harinya jerawatku mulai kempes sedikit dan nggak memerah.

Day 3 : 
Wajahku mulai makin cerah secara bertahap. Nggak langsung instan putih lho ya, malah mgeri kalau langsung putih. Tapi mulai lebih cerah di hari ke-3 ini. Kulanjutkan dengan rangkaian produk lainnya seperti biasa. Alhamdulillah kulitku cocok pakai produk ini, meski berasal dari Taiwan tapi cocok buat kulit orang Indonesia seperti aku. Jerawatku sendiri sudah kempes meski bekasnya masih ada. Sedikit benjolan kecil yang tinggal menunggu waktu untuk hilang dari wajahku.

Day 7: 
Bekas jerawatku sudah hilang! Wah senangnya....biasanya kalau jerawatan sampai bengkak merah bahkan ada isinya dan bikin gemes buat mencetin jerawat itu. Tapu berkat Dr.Hsieh, nggak sampai bengkak juga sudah kempes duluan nih. Tinggal teratur pakai biar pori-pori wajahku yang besar dan bekas jerawat lama lainnya bisa menghilang nih.

After : 
Bekas-bekas jerawat perlahan mulai menghilang nih.
Yang aku senang dari produk ini, semuanya dilakukan bertahap jadi terasa alami. Bikin aku yakin kalau kandungan di dalam produk ini semuanya terbuat dari bahan pilihan yang aman buat kulit wajahku.

Dimana Belinya ? 

Buat kamu yang punya kulit wajah berminyak dan punya masalah dengan jerawat, kamu bisa cobain juga produk dari Dr. Hsieh Indonesia seperti aku. Selain kandungan dan bahannya telah tersertifikasi halal, kandungan Mandelic Acidnya mampu membantu kamu dalam mengeksfoliasi kulit terutama bagi pemilik kulit sensitif. Produk ini juga gampang diperoleh di berbagai marketplace seperti Isheera Global di Shopee, Tokopedia, Blibli,  dan Jd.id.

Social Media : 

IG: dr.hsieh.id
FB: Dr.Hsieh.id

Website


Jumat, 23 November 2018

Ketagihan Krakakoa, Cokelat yang Membawa Perubahan

15.45 0 Comments
Beragam produk cokelat Krakakoa.
Siapa yang nggak kenal dan nggak suka chocolate? Kalaupun ada, aku yakin hanya beberapa. Cokelat memang sudah populer dengan segala manfaat dan khasiatnya, baik untuk kecantikan juga kesehatan. Banyak juga makanan dan minuman yang sering dikreasikan dengan cokelat. Oh iya, tahukah kamu kalau cokelat bahkan bisa mengurangi risiko penyakit jantung? Mantap kan! Sayang, kebanyakan aneka cemilan cokelat yang beredar di pasaran adalah cokelat buatan luar negeri. Padahal, cokelat buatan lokal yang asli dari negeri kita sendiri juga nggak kalah berkualitas, lho! Bahkan Indonesia adalah salah satu dari tiga besar negara penghasil biji cokelat di dunia, tapi kalau bicara tentang cokelat premium, banyak orang hanya tahu cokelat Swiss dan Belgia saja. Kini, makin banyak Indonesian Chocolate yang mulai diperhitungkan, salah satunya adalah Krakakoa.

Apa Itu Krakakoa

Tampilan website Krakakoa
Didirikan oleh Sabrina Moestopo di tahun 2013, Krakakoa menawarkan olahan cokelat berupa cokelat batangan, chocolate nibs, bubuk cokelat, hingga teh cokelat dengan rasa yang khas Indonesia. Ada pula beragam rasa unik seperti rasa jahe, kayu manis, atau cokelat batangan asli daerah, seperti cokelat Saludengen dari Sulawesi Barat. Krakakoa juga berhasil menyabet enam penghargaan bergengsi dalam ajang prestisius Academy of Chocolate 2017 Awards pada September 2017 tahun lalu dimana proses penjuriannya berlangsung di Inggris. Krakakoa yang berbasis di Lampung ini terbukti berhasil memikat para dewan juri.

Krakakoa memiliki banyak varian coklat yang dijual, baik dari segi rasa maupun bentuk, tidak hanya Chocolate Bar maupun Chocolate Bark. Beberapa rasa coklat yang merupakan best seller diantaranya: 
1. Sea Salt & Pepper
2. Cinnamon
3. 100% Dark Chocolate
4. 60% Dark Chocolate
Pengen nyobain semua deh.
Selain itu, untuk memenuhi keinginan konsumen, ada beragam bentuk olahan coklat yang ditawarkan, seperti:
1. Archipelago Bars
2. Gourmet Nibs, diantaranya ada:
    - Gourmet Nibs Coconut & Cashew
    - Gourmet Nibs Mixed Spices
3. Krakakoa x BEAU Bark
4. Arenga Classics
5. Drinking Chocolate

Permasalahan Para Petani Cokelat

Sebagai salah satu dari tiga besar negara penghasil biji cokelat di dunia, tentu ada banyak masalah bagi para petani dari bertani pohon kakao (theobroma cacao), diantaranya pemahaman petani yang buruk tentang bagaimana mengelola perkebunan dan melawan penyakit dengan benar.
Petani cokelat menjemur cokelat hasil panen.
Selain penyakit, masalah lain yang mengganggu sektor kakao Indonesia adalah kualitas yang rendah dan kurangnya nilai tambah. Jadi meskipun merupakan produsen cokelat terbesar ketiga di dunia seperti kusebut di awal, ternyata kualitas biji Indonesia tidak dapat bersaing dengan biji dari negara-negara penghasil kakao lainnya. Petani Indonesia banyak yang tidak terdidik dengan baik dalam proses fermentasi kakao, yang menghasilkan biji yang tidak difermentasi.

Di sinilah langkah Krakakoa sebagai perusahaan cokelat "famer-to-bar" yang didirikan dengan misi untuk meningkatkan penghidupan petani kakao Indonesia. Krakakoa terlibat dengan petani kakao kecil secara langsung untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas panen mereka.
Proses pembentukan coklat yang higienis

Krakaoa Membawa Perubahan Pada Petani

Lampung adalah sumber utama cokelat Krakakoa. Bekerjasama dengan SwissContact, Krakakoa telah memberikan pelatihan kepada sekitar 1000 petani yang tinggal di daerah perbatasan yang sensitif di sekitar taman nasional di Lampung, Sumatra dan di Sulawesi Barat. Semua petani mitra Krakakoa juga harus menyelesaikan lokakarya pendidikan selama dua bulan tentang teknik pertanian organik, manajemen penyakit, fermentasi, dan konservasi. Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, para petani akan diberi alat yang mereka butuhkan untuk bertani dan memproses kakao mereka dan dukungan berkelanjutan dari pelatih Krakakoa.

Konon, Sabrina ini langsung terjun ke lapangan, bukan hanya sekadar duduk diam di belakang meja menghitung untung dan rugi perusahaan. Ia langsung terlibat dengan proses produksi dan pasca produksi. Bagi Sabrina, proses pasca panen sangat penting bila bicara tentang cokelat karena cara fermentasi, dan cara jemur akan berpengaruh sekali terhadap produk akhir dari sebuah cokelat. Karena Krakakoa bekerja langsung dengan petani, maka Sabrina dan timnya bisa langsung memberikan masukan hingga mendapatkan kualitas yang ia inginkan. Setiap batch cokelat yang ia terima, ia akan membuat produk contohnya dan mengirimkannya ke petani. Dengan begitu, para petani akan tahu rasa yang tercipta atas usaha mereka. Duh, sungguh inspiratif ya. Ternyata bikin cokelat itu nggak segampang kita tinggal buka kemasan terus menikmatinya.

Sabrina juga berupaya memberikan upah lebih terhadap para petani hingga 3 kali lipat. Ia mencoba memberikan sistem insentif atas hasil kerja mereka. Alasannya, karena menjadi petani tidak mudah. Mereka bekerja keras, pergi ke kebun, panas, digigit nyamuk, ditambah dengan risiko gagal panen. Jadi mengapa mereka tidak dibayar tinggi? Demikian pemikiran Sabrina.

Pada akhirnya, Sabrina kembali ke alasannya mendirikan perusahaan ini bahwa sebuah perusahaan tidak hanya untuk meraih keuntungan tetapi juga untuk mengatasi masalah sosial dan lingkungan. Ia ingin perusahaannya berkembang dengan harapan ia akan membuat dampak nyata di masyarakat serta mengubah komunitas karena pekerjaan yang ia lakukan.

Krakakoa Cacao Nibs

Beruntung, setelah membaca berbagai ulasan hebat tentang Sabrina dan Krakakoa, aku berhasil mencicipi Krakakoa Cacao Nibs Coconut & Cashew dan Krakakoa Cacao Nibs with Mixed Spices. Krakakoa Cacao Nibs adalah biji kakao yang telah melalui proses pengeringan alami, dipanggang dan dihancurkan, dengan tekstur yang crunchy serta kaya sumber antioksidan, mineral, dan serat. Rasanya? JANGAN TANYA! Awalnya aku pikir bakalan biasa aja, taunya memang renyah dan enak banget!
Cacao Nibs
Aku jadi teringat sebuah kutipan yang berbunyi seperti ini:

"Chocolate is cheaper than therapy, and you don't need an appointment."

 - Unknown

Menurutku ini betul banget. Banyak yang menjadikan makanan khususnya cokelat sebagai "pelarian" ketika sedang stres. Makan coklat yang enak membuat pikiran jadi rileks dan mood ikut membaik. Setelah menikmati Krakakoa Cacao Nibs with Mixed Spices, ada sedikit rasa pahit yang tertinggal di mulutku. Tapi bukan pahit seperti jamu yang bikin eneg, melainkan pahit yang menyenangkan. Bikin aku nggak mau berhenti makan. Bentuk Krakakoa Cacao Nibs with Mixed Spices ini seperti kerikil kecil-kecil yang dibalut cokelat. Teksturnya renyah dan ada aromatik rempah-rempah tropis. Ada campuran rasa pala, kayu manis, cengkeh dan jahe. Indonesia banget sih kalau kubilang. Bukan seperti cokelat yang biasanya hanya manis ataupun pahit. Karena bentuknya yang imut, cokelat ini lebih cocok dijadikan taburan pada makanan atau minuman. Biar ada kres-kresnya.

Kalau Krakakoa Cacao Nibs Coconut & Cashew bentuknya sedikit berbeda. Seperti gumpalan-gumpalan dari remahan cokelat berukuran besar. Rasa kelapa dan kacang metenya cukup terasa dan bagiku sedikit lebih pahit dibanding yang Mixed Spices. Tapi bentuknya lebih mudah dimakan, soalnya ukurannya besar jadi tinggal comot, mudah juga dibuka karena kemasannya yang praktis. Kalau nggak habis, bisa ditutup lagi dan dimakan nanti. Kalau kalian penasaran sama beragam rasa dan olahan cokelat dari Krakakoa, kalian bisa langsung visit ke websitenya di www.krakakoa.com atau klik instagam mereka di @krakakoa

Jumat, 16 November 2018

Wujudkan Perempuan Tangguh Indonesia Bersama Amartha

19.32 0 Comments
Banyak sekali masyarakat Indonesia yang ingin merintis usaha guna meningkatkan perekonomian keluarga tapi terkendala oleh keterbatasan bahkan ketiadaan modal. Maklum, perekomian bangsa ini nampaknya masih belum memihak rakyat kecil dimana kebutuhan semakin banyak, harga barang-barang meningkat, namun daya beli justru menurun, terutama bagi mereka yang bukan kalangan pegawai.

Buat mereka yang bankable, tentu gampang buat cari pinjaman ke bank. Tapi kenyataannya, lebih banyak masyarakat yang termasuk kelompok marginal yang tidak memenuhi syarat kalau harus melakukan pinjaman modal ke bank (unbankable).

Melihat adanya peluang pembiayaan di sektor mikro, Amartha pun hadir memberikan layanan pembiayaan pada kelompok marginal yang unbanked tersebut. Beruntung, pada hari Sabtu 9 November 2018 kemarin, aku berkesempatan mengenal Amartha lebih jauh dengan mengikuti Amartha Village Tour bersama Amartha, C2Live, dan teman-teman blogger lainnya di  Ciseeng, Bogor.

Mengenal Apa Itu Amartha

Dok. : Amartha
Amartha merupakan platform layanan finansial peer-to-peer (P2P) lending berbasis online yang menghubungkan investor/ pendana dengan pengusaha mikro pedesaan melalui pinjaman modal.  Biarpun online, tapi Amartha juga mencakup layanan offline. Amartha punya tim di lapangan yang bertugas mengkaji langsung kelayakan calon peminjamnya.

Awalnya, Amarta merupakan sebuah lembaga keuangan mikro berupa koperasi yang berdiri sejak tahun 2010. Amartha menerapkan imbal hasil sesuai tingkat risikonya sehingga imbal hasil yang diterima investor akan berbeda-beda, tergantung skor kredit dari peminjam yang dibiayai. Makin besar potensi risikonya, maka imbal hasil yang diterima juga akan lebih besar, demikian pula sebaliknya.

Sasaran utama dari layanan finansial Amartha ini adalah ibu-ibu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memilki usaha rumahan, tapi unbankable dalam hal permodalan. Nah, makanya Amartha ini terjun langsung ke lapangan, selain untuk survei langsung, juga bisa menilai kelayakan usaha dan melakukan pendampingan.

Kenapa Ibu-Ibu yang Dipilih Amartha?

"Banyak penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa wanita tidak hanya mempan, tapi juga merupakan kekuatan terbesar untuk memimpin progres ekonomi."

 - Sri Mulyani Indrawati

Tahukah kalian bahwa perempuan ternyata memegang peran penting dalam perekonomian bangsa ini. Kalau semua ibu bisa berhasil, maka angka kemiskinan bisa turun. Ibu memegang peranan penting dalam mengatur keuangan keluarga mulai mengatur belanja untuk makanan sehari-hari, mengatur pembiayaan sekolah anak-anaknya, juga pemenuhan kebutuhan rumah tangga lainnya. Kalau si ibu bisa punya penghasilan tambahan, maka ia membantu suami dalam meningkatkan perekonomian keluarga.

Terlebih, dalam pembiayaan ini, para ibu diwajibkan untuk membentuk kelompok dan berkumpul minimal  1 kali dalam seminggu  selama 50 minggu atau 50 kali. Kebayang dong lebih mudah mengumpulkan ibu-ibu untuk berdiskusi dibanding bapak-bapak setiap minggunya.

Hal ini seiring dengan misi mulia memberdayakan kaum perempuan di berbagai pelosok tanah air agar memiliki kesetaraan terhadap akses layanan keuangan, memperoleh pelatihan mengelola ekonomi rumah tangga dan memberikan modal dengan cicilan terjangkau. Makanya semua nasabah Amartha adalah ibu-ibu dan mendorong mereka supaya bisa jadi perempuan tangguh bagi keluarganya dan di lingkungannya. 

Sektor usaha yang bisa  didanai Amartha mulai dari perdagangan, rumah tangga, pertanian, peternakan dan jasa. Nantinya, mitra yang sudah mereka bantu, bisa mengajukan pinjaman dengan tujuan untuk usaha non produktif misalnya melakukan renovasi rumah. Pinjaman ini dikabulkan setelah mitra dinilai bagus pembayarannya oleh tim Amartha.

Dampak Sosial Amartha

Amartha  percaya bahwa suatu usaha yang baik, bukan hanya menguntungkan perusahaan tersebut, tapi juga punya dampak sosial ke masyarakat luas. Amartha menghubungkan pengusaha kecil (mikro) di pedesaan yang membutuhkan uang, baik itu untuk modal usaha maupun kebutuhan lainnya, dengan pendana perorangan yang tertarik mendapat keuntungan finansial. Dengan semangat membangun social impact melalui pemanfaatan teknologi yang tepat, Amartha terus mengembangkan diri guna memudahkan akses pemodalan bagi pelaku UMKM demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia dari piramida yang paling bawah.

Amartha menjembatani mitra yang mengajukan pembiayaan untuk membuka warung sembako atau mengembangkan usaha produksi tahu skala rumahan. Jumlah pembiayaan yang mereka ajukan mungkin terlihat kecil bagi sebagian orang, tapi ternyata dengan pendekatan yang tepat, nilai tersebut bisa menjadi peluang ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan.

Wah, hebat!

Kunjungan Ke Ciseeng

Siap berangkat ke Ciseeng
Setelah mendengar penjelasan singkat terkait Amartha, aku dan teman-teman pun berangkat ke Ciseeng dari kantor Amartha di bilangan Jakarta Selatan dan kami tiba di rumah ibu Ratna sekitar pukul setengah 10 pagi. Hari itu kami berkenalan dengan 3 perempuan tangguh yang merupakan Ibu Mitra Amartha di Desa Parigi, Ciseeng, Bogor yaitu Ibu Ratna: Pengusaha Keset, Ibu Lilis: Pengusaha Golok dan Ibu Apsiah: Pengusaha Ikan Cupang.

Ibu Ratna, Pengusaha Keset

Sampai di rumah Ibu Ratna, nampak beliau sudah siap untuk berbagi kisah dengan kami, termasuk memperagakan cara membuat keset. Kami juga bisa ikutan praktek lho.
Belajar bikin keset di rumah Ibu Ratna. Ternyata gampang lho.
Bu Ratna cerita kalau beliau sudah bergabung dengan Amartha selama delapan tahun. 

Wah....lama juga ya.

Awalnya gara-gara anak Bu Ratna pengen masuk pesantren, tapi Bu Ratna kekurangan biaya. Kemudian Bu Ratna ini dapat info soal Amartha dan mulai membentuk majelis yang bernama majelis Cermei. Berkat bantuan dari Amartha, kini ia sudah bisa membiayai kuliah anaknya hingga lulus, bahkan bisa merenovasi rumahnya lho.

Ibu Ratna juga bercerita bahwa dengan bergabung dalam kemitraan Amartha, ia dapat terus mengembangkan bisnisnya ke tahap yang lebih baik dengan segala pendampingan yang diberikan.

Nah, sebelum memulai pinjaman, ibu-ibu ini akan diberikan pelatihan untuk menjalankan usaha. Biasanya, pelatihan akan memakan waktu selama lima hari. Dalam jangka waktu tersebut, para Ibu Mitra Amartha akan mendapatkan bimbingan pengelolaan usaha, literasi keuangan, dan hal-hal lain yang perlu dilakukan untuk menjalankan usaha.

Di awal keanggotaan, Bu Ratna mendapat pinjaman sebesar Rp 500 ribu. Tapi karena kini usahanya sudah makin berkembang, kini Bu Ratna sudah bisa melakukan pinjaman hingga Rp10 juta.  Dengan pinjaman tersebut, modal untuk melanjutkan usaha pun semakin lancar. Per hari, bu Ratna bisa memproduksi hingga sepuluh keset setiap harinya. Satu buah keset ukuran kecil dijualnya dengan harga Rp 3.500 hingga Rp 5 ribu. Murah banget nih daripada keset yang biasa aku beli. Hasilnya juga bagus kok. Beruntung aku dan teman-teman bisa membawa pulang keset sebagai kenang-kenangan.

Ibu Lilis, Pengusaha Golok 

Berikutnya, kami datang ke UMKM yang masih bagian dari Majelis Cermai. Usaha ini dikelola oleh Bu Lilis, seorang pengusaha golok. Ngomong-ngomong soal golok, Desa Parigi di Kecamatan Ciseeng ini memang terkenal sebagai sentra pengrajin golok, bahkan desa ini  lebih dikenal sebagai “Kampung Golok”. Widih, pasti maling takut nih beraksi disini, hehe.
Aku dan teman-teman blogger sedang bersama ibu Lilis.
Bu Lilis ini sudah tujuh tahun menjadi Ibu Mitra Amartha. 

Lah terus bu Lilis yang bikin golok?

Oh, tentu enggak. Sebenarnya, bisnis produksi golok ini adalah usaha suaminya. Namun, ia bertekad untuk membuat usaha keluarganya tersebut lebih maju. Karena itu, bu Lilis memutuskan untuk bergabung dengan Amartha. Usaha yang dulu dijalankan ala kadarnya, kini sudah jauh berkembang. Bu Lilis kini sudah bisa mempekerjakan 3 pandai besi untuk meningkatkan jumlah produksi golok. Selain golok, ia juga membuat pemberat timbangan, arit, dan pisau.
 
Bahan yang digunakan untuk membuat produk-produk tersebut biasanya berasal dari bekas per bajaj atau truk. Menurut Bu Lilis, bahan tersebut adalah pilihan yang paling memadai untuk dilebur untuk menjadi golok atau arit dengan kualitas yang cukup bagus.

Di tempat bu Lilis, kami diberi tahu lebih jauh tentang cara meminjam di Amartha dan ada ikrarnya juga lho! Nanti aku bahas lebih detil di bawah ya.
Ikrar Amartha yang dibaca setiap kali pertemuan.
Ibu Apsiah, Pengusaha Ikan Cupang

Usaha terakhir yang kami kunjungi adalah ternak ikan cupang yang dikelola Bu Apsiah. Berbeda dengan kedua Ibu Mitra Amartha sebelumnya, Bu Apsiah tidak tergabung dalam Majelis Cermai karena memang berlokasi di desa yang berbeda, ia bergabung di Majelis Jeruk sejak  tahun 2011. Dulunya, keluarga Bu Apsiah memiliki kesulitan ekonomi karena suaminya tersendat perkara ijazah untuk mencari kerja.
Ibu Apsiah diantara ratusan ikan cupang yang sedang ia budidayakan
Calon peternak cupang nih kayaknya.
Bu Apsiah pun berusaha merubah nasib dengan pergi ke Jatinegara untuk mencari nafkah. Setelah pulang, ia membawa modal berupa ikan cupang dengan rencana untuk membudidayakannya. Tapi beliau terkendala modal guna memasarkan dan membuat kolam peternakan ikan, hingga akhirnya Bu Apsiah lebih memilih untuk membeli cupang dari petani ikan, lalu dijual kembali dengan keuntungan yang tak seberapa.

Dengan tekad merubah nasib, akhirnya Bu Apsiah memutuskan untuk bergabung dengan Amartha supaya mendapatkan modal, hingga akhirnya kini ia bisa memiliki kolam dan membayar uang muka pembelian sepeda motor supaya suaminya bisa lebih mudah membawa ikan cupang hasil budidaya mereka ke Jakarta.

Berkat modal tambahan tersebut, Bu Apsiah dan keluarga kini sudah bisa mendapat 5 ribu telur ikan cupang dalam sekali panen. Varietas cupang yang dibudidayakan pun sudah lebih bervariasi dibanding masa awal ia merintis usaha ini. Bu Apsiah bahkan juga sempat membeli kios di Jakarta untuk melebarkan usaha penjualan ikan cupang yang ia budidayakan. 

Mantap banget sih Bu!

Kami melihat sendiri bagaimana para ibu ini terbantu dan meningkat perekonomiannya berkat dana pinjaman dari Amartha. Bu Ratna sempat bercerita bahwa dulu rumahnya belum sebagus sekarang, ia bisa merenovasi rumah berkat usahanya yang kian berkembang. Usaha suami bu Lilis juga makin berkembang, rumah bu Lilis juga nampak bagus dan mentereng di lingkungannya. Sedangkan bu Apsiah bahkan sudah memiliki lahan untuk membuat kolam ikan guna beternak ikan cupang.

Cara Kerja Amartha

Meski ingin mendorong usaha pedesaan tumbuh maju melalui penyaluran modal kerja yang terjangkau, sebagai sebuah perusahaan, Amartha nggak asal mememilih peminjam. Ada beberapa syarat sebelum peminjam mendapat pinjaman uang tanpa syarat. Berikut ini tahapan-tahapan yang dilakukan oleh Amartha:

1. Survei wilayah dan demografi. Untuk memperluas jangkauan kemitraan, tim lapangan Amartha melakukan survei wilayah dan demografi dengan mendatangi lokasi yang akan dilayani. Pada proses ini, Amartha melakukan dialog dengan tokoh masyarakat setempat untuk memperoleh gambaran tentang potensi di wilayah tersebut. Hal ini dilakukan untuk memetakan potensi dan risiko sebelum membuka cabang atau kelompok pembiayaan baru.

2. Membentuk kelompok majelis. Para ibu diwajibkan membentuk satu majelis besar yang beranggotakan 15 hingga 20 orang. Para anggota kelompok sepakat melakukan tanggung renteng atau menanggung risiko secara bersama bila ada anggota kelompok yang gagal bayar. Metode ini dinilai lebih aman dan mampu menurunkan tingkat kredit bermasalah hingga 0%, karena setiap peminjam saling mengawasi kredibilitas satu sama lain.

Sistem ini ternyata ampuh untuk menjamin kedisiplinan Ibu-Ibu Mitra untuk tepat waktu membayar tagihan. Sebab, mereka akan merasa malu kepada ibu-ibu lainnya jika harus "ditalangi".  Jadi, investor bisa merasa aman dengan proses pengembalian dana yang diserahkan oleh para mitra.

3. Memberikan pelatihan kepada peminjam. Setelah terbentuk kelompok majelis baru, setiap anggotanya diwajibkan untuk mengikuti pelatihan yang diberikan oleh pihak Amartha. Pelatihan ini berkaitan dengan pengelolaan modal yang akan dipinjamkan dan kedisiplinan dalam pengembaliannya. Selama proses pembiayaan berjalan, tim lapangan Amartha melakukan pertemuan secara rutin untuk memantau, mendampingi, dan menerima pembayaran angsuran pinjaman selama jangka waktu yang disepakati bersama.

Jangkauan Keuntungan Untuk Pendana

Amartha menampilkan profil calon peminjam beserta skor kredit mereka di website Amartha sehingga pendana dapat memperhitungkan risiko sebelum membuat keputusan. Di dalam akad, pendana mengetahui siapa yang ia pinjami dan apa tujuan peminjaman tersebut. Informasi angsuran juga ditampilkan secara online di dashboard pendana. Imbal hasil yang tersedia bisa ditarik kapan saja

Keuntungan Untuk Peminjam

Selain pendana, tentunya peminjam juga punya keuntungan. Jangkauan Amartha hingga ke pelosok daerah yang belum tersentuh layanan perbankan konvensional, membuka peluang bagi para pelaku UMKM mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah. Riwayat pembiayaan yang dibuat berdasarkan teknologi skor kredit, dapat dijadikan referensi dalam mendapatkan pembiayaan lebih besar dari bank atau lembaga keuangan lainnya di masa depan.

Untuk hak, peminjam akan menerima pembiayaan dan tabungan tanpa potongan, serta meneria program sosial berupa kesehatan, literasi keuangan, dan lainnya. Sedangkan kewajiban, mereka diharuskan mengikuti pertemuan kelompok selama mingguan selama 50 minggu, menabung, dan melakukan tanggung renteng, serta saling "samper" kalau ada anggota yang tidak hadir ke pertemuan majelis.

Wilayah Jangkauan Amartha untuk Menjadi Peminjam :
- Serang
- Tangerang
- Kabupaten Bogor
- Kabupaten Bandung
- Kabupaten Subang
- Purwakarta
- Lamongan
- Tegal
- Banyumas
- Klaten
- Yogyakarta
- Magelang
- Mojokerto
- Kediri
- Blitar
- Pemalang

Terus, gimana caranya membentuk majelis supaya bisa meminjam dana di Amartha? 

Agar masyarakat bisa mendapatkan layanan pinjam uang tanpa syarat ada Amartha Ada beberapa tahap dalam pembentukan majelis.

Cara Membentuk Majelis

1. Pertama, Field Officer (FO) Amartha akan melakukan sosialisasi ke RT, RW, hingga ke kumpulan masyarakat seperti arisan dan pengajian. Atau secara door to door menawarkan pembiayaan untuk usaha, pendidikan, dan membangun sanitasi.

Dalam memberikan pembiayaan, Amartha fokus kepada kaum ibu di pedesaan. Hal ini untuk menciptakan kesetaraan perekonomian agar perempuan tidak kalah bersaing di sektor informal, misalnya: perdagangan, pertanian, dan usaha lainnya.

2. Setelah itu para ibu yang tertarik diharuskan mengumpulkan minimal 15 orang atau lebih. Kepada kelompok yang terbentuk itu FO akan menjelakan tentang profil pembiayaan Amartha. Penjelasan tentang Amartha meliputi penggunaan pinjaman uang tanpa syarat boleh dipakai untuk apa saja dan syarat bergabung.

Untuk syarat bergabung selain kelompok minimal 15 orang, para ibu juga diwajibkan mendapat persetujuan dari suami, dan menyerahkan persyaratan lainnya seperti foto copy KTP,  dan kartu keluarga. Bila syarat administrasi telah dilengkapi selanjutnya FO akan melakukan survei kepada calon peminjam. Tujuannya untuk melihat kelayakan kredit yang akan diberikan.

3. Dalam uji kelayakan ada beberapa hal yang akan dilihat seperti kebutuhan modal untuk bisnis, tingkat ekonomi calon peminjam, pendapatan, dan pengeluaran. Nilai pembiayaan akan disesuaikan berdasarkan dua hal: kemampuan saving calon peminjam dan kebutuhan bisnisnya.

Berikutnya, calon peminjam harus mengikuti Latihan Wajib Kelompok (LWK) selama beberapa hari dengan durasi 30 menit hingga 1 jam. LWK dilakukan untuk menekankan kedisiplinan, memberikan pemahan hak dan kewajiban, serta memberikan informasi tentang Amartha.

Oh iya, Amartha ini sangat mengedepankan disiplin bagi para anggotanya. Jadi kalau ada keterlambatan atau ketidakhadiran, satu majelis gagal dibentuk, tidak jadi disahkan, dan pencairan dana pinjaman juga diundur.

Setelah mendengar penjelasan ini, aku menyadari betul bahwa apa yang dilakukan Amartha ternyata tak hanya "meminjamkan uang", tapi juga mengedukasi para peminjamnya. Terlebih yang disasar adalah ibu-ibu unbanked yang menjadi masyarakat marginal di negeri ini. Semoga ke depannya makin banyak pendana dan juga makin luas jangkauan area peminjamnya sehingga makin banyak ibu-ibu yang terbantu.

Fintech terpercaya, ya Amartha.

PT. Amartha Mikro Fintek
Alamat: Jln. Ampera Raya No.16, Jakarta Selatan, Indonesia 12560
Telp.: 021 2271 5353
Email : support@amartha.com
Facebook : amarthaid
Twitter.com : @amarthaid
Instagram : @amarthaid 

Rabu, 14 November 2018

Semalam Menginap di Business Hotel Tomang Dengan OYO App

15.42 0 Comments
Jadi sekitar 2 minggu yang lalu aku kan udah sharing tentang pengalamanku pake aplikasi OYO yang waktu itu masih promo free 100% untuk booking hotel. Nah kali ini aku bakal sharing tentang 2 hotel yang kubooking pake OYO Money. Buat yang belum tau apa itu OYO dan gimana cara pake OYO Money, silakan baca disini ya. Hotel yang pertama adalah OYO 126 Business Hotel di Tomang dan yang kedua OYO 110 Feodora Hotel di Grogol. Aku bahas satu dulu ya.

OYO 126 Business Hotel ini ternyata lumayan sering aku lewatin. Mungkin ada kalau 10 kali. Tapi aku baru ngeh kalau ada hotel ini. Lokasi persisnya ada di Jalan Tomang Raya No.51, RT 12 RW 5, Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta. Kalau kalian dateng dari perempatan mal Taman Anggrek, setelah melewati kantor JNE, hotel ini ada di kiri jalan sebelum flyover. Paling gampang cari aja tulisan American Grill karena restoran ini berada di lobi hotel. Hotel ini termasuk hotel bintang 3 ya guys.

BACA JUGA : Tentang OYO App dan OYO Money

Jujur, pas mau masuk aku sempat ragu karena bangunannya kok gini amat ya. Hmm...gimana ya bilangnya. Agak beda aja gitu sama bentuk hotel lain pada umumnya. Kukira ini gedung perkantoran. Bangunannya udah lumayan tua, kayak hotel jadul gitu. Parkirannya ada di basement dan kebetulan lagi agak penuh karena selain banyak tamu yang menginap, banyak juga material yang ditumpuk disitu. Kayaknya ni hotel lagi renovasi (dan ternyata bener).

Masuklah aku dan mas X ke dalam lobi lalu menyebutkan kode booking kami ke resepsionis. Pelayannya cukup ramah, tapi waktu ngelayanin aku dia sambil sibuk dan ngerjain ini itu. Kayaknya sih tamu lagi rame sedangkan jumlah karyawan saat itu terbatas kali ya. Kami diberi kamar di lantai 3 dan dipersilakan langsung naik. Tadi di lobi, emang keliatan banget kalau lagi renovasi. Bukan karena berantakan material, tapi debunya dimana-mana. Huhuhuhu. Langsung deh kami buru-buru naik ke kamar.
Lobi dan resto American 
Kesan pertamaku sih bangunan hotel ini bergaya modern klasik. Ada lampu gantung cantik, dekorasi lukisan di beberapa sudut, kursi sofa besar bergaya Italia. Ini kalau misal hotelnya bersih, trus ganti warna cat yang nude ata krem gitu bakalan lebih classy sih. Hotel ini mungkin pernah berjaya pada masanya karena barang-barangnya nampak tua tapi bagus.
Lorong menuju kamar.
Sampai di kamar, waaahhh ternyata KAMARNYA LUAS. Untuk tarif hotel Rp 300 ribuan dan bintang 3, kamar di hotel ini besar dan karena aku dapat kamar sudut, semua jendelanya terbuat dari kaca, jadi cahaya yang masuk paripurna. Nggak perlu lighting tambahan udah kece banget buat foto-foto. Trus sebagian besar dekorasinya kayu, jadi  terkesan hangat. Termasuk lantainya.
Duh sayang kursinya pada kotor :(

Fasilitas yang ada di kamar OYO 126 Business Hotel Tomang yaitu:

1. Teko untuk merebus air
2. Gelas
3. Cantelan baju di dinding
4. Ada 3 buah sofa besar yang sayangnya lumayan kotor. Keliatan dari dudukan tangannya udah buluk :(
5. 1 buah meja rias + kursi + kaca yang pas buat dandan
6. Telepon meja
7. Rak kecil untuk menaruh tas
8. Meja kecil di depan sofa, bisa buat naro minuman dan makanan
9. Handuk 2 buah
10. Hairdryer (wah, jarang-jarang nih hotel bintang 3 yang nyediain hairdryer)
11. Bathroom kit standar (pasta + sikat gigi, sabun, lotion)

Yang nggak ada :

1. Sandal hotel (soalnya aku ga bawa sandal dan kebiasaan di rumah juga pake sandal biar kakinya anget)
2. Gula, teh, dan kopi
3. Air mineral. Huft :( . Untung aku udah bawa minuman
4. Handuk kecil di kamar mandi untuk ngeringin kamar mandi. (Baca : handuk keset. Entah lupa atau apa, tapi ini bikin rempong secara kalau abis mandi kan basah, jadi bener-bener kudu keringin badan biar nggak basah lantainya)
Tapi kamar mandinya luas lho. Sering kan dapet kamar mandi imut kalau di hotel budget gini, kadang kalau mau buka pintu aja suka mepet, nah ini enggak. Cukup besar dan lega. Kaca di depan wastafel juga lebar. Intinya dari segi kamar dan kamar mandi sih hotel ini nggak mengecewakan banget. Sebanding dengan harga yang kita bayar, malah kamarnya terhitung luas. Kalau ada temen yang dateng bisa banget diajak ngerumpi di kamar dan nggak bakal sempit. Mau ngobrol ber-10 juga masih oke ini kamar. Cuman emang peer di tampilan bangunannya sih.

Sebelahnya ada pembatas dinding kaca untuk area shower
Kembali ke poin bahwa hotel budget biasanya hotel transit, jadi kan kita nggak seharian juga di kamar. Menurutku not bad. Buat foto-foto lucu di dalem kamar juga bagus cahayanya. Oiya, lupa bilang. Pas cek in tadi depositnya Rp 250 ribu ya (HAH??? Hahaha aku juga kaget. Lumayan gede untuk ukuran hotel bintang 3 ya). Terus buat yang nanya dapet sarapan enggak, jawabannya ENGGAK. Kemarin di OYO nggak ada keterangan include breakfast atau enggak dan ternyata nggak dapet. Tapi kalian bisa pesen paket breakfast seharga Rp 50 ribu per orang. Menunya ada nasi goreng sama mie goreng dan 1 buah minuman. Aku sama mas sih nggak pesen, karena jam 9 pagi mas udah harus kerja di daerah Pasar Baru, jadi kami memilih untuk sarapan di luar aja sekalian berangkat.

Nah buat kalian yang mau nginep disini, pastikan bawa minum aja sih soalnya nggak ada complimentary air mineral seperti yang udah kubilang diatas. Beli di lobi ada kok, sebotol tanggung cukup Rp 10 ribu aja.  Ada juga beragam cemilan lain yang bisa kamu beli.
Mau jajan apa?
Selamat menginaaap.

Jumat, 09 November 2018

Ingin Bekerjasama dengan Brand Ternama? Wajib Gabung Revu!

17.28 0 Comments
I am the Revurian (Dok. Revu)
Beberapa waktu yang lalu, aku buka media sosial seperti biasa. Kebetulan di timelineku muncul postingan temenku kalau dia ikut dateng di soft launching platform Revu tanggal 18 Oktober 2018 di kantor AdPlus, Jalan Kemang Timur Raya no.90, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Pasti seru nih acaranya. (Dok. Revu)
Berhubung aku anaknya suka penasaran sama segala sesuatu yang baru, setelah aku kasih tanda love aku baca captionnya yang lumayan panjang itu. Padahal biasanya aku males baca caption panjang-panjang. Tapi untung aja aku baca, soalnya aku jadi tau soal Revu. Langsung deh aku klik website Revu yakni id.revu.net untuk baca informasi lengkapnya.

Baru liat tampilan awalnya aja aku udah langsung tergoda buat baca lebih lanjut. Gimana enggak? Nih ya kamu bakal diberi berbagai pertanyaan seperti ini:
1. Mau jadi orang pertama yang nyobain produk baru? Yuk gabung di Revu!
2. Hobi nulis? Yuk gabung di Revu dan nikmatin ragam produk dan layanan Revu!
3. Hobi nulis dan mau jadi blog content creator? Yuk join Revu!
dll.
Tampilan Home di website Revu.
Wah, aku pun langsung tertarik! Secara aku hobi nulis dan siapa sih yang nggak mau jadi orang pertama yang nyobain produk baru?

Lalu muncul pertanyaan.

Apa itu Revu?

Setelah kubaca lebih lanjut, ternyata Revu ini semacam platform pemasaran konten yang bertindak sebagai penghubung antara agensi periklanan, brand, merek dengan para reviewer. Siapa aja bisa bergabung dan punya kesempatan buat mencoba produk atau layanan terbaru, lalu membagikan ulasan produk tentang produk atau layanan yang mereka coba. Emang perlu banget nih jasa review kayak gini. Soalnya, seiring perkembangan teknologi, disadari atau enggak cara hidup kita ikut berubah juga. Aku pribadi sekarang ini hampir semuanya serba online. Belanja barang, baik itu kebutuhan sehari-hari seperti bahan masakan, bumbu dapur, hingga alat elektronik. Maklum, namanya juga mak-mak, pasti maunya cari yang praktis.

Tapi, kita juga harus cermat, jangan sampai asal beli. Sebelum membeli barang atau mencoba suatu layanan, aku biasanya baca review produk terlebih dahulu. Kira-kira bagus enggak, banyak keluhan atau enggak, karena komentar dari para pembeli atau pengguna biasanya merupakan pengalaman pribadi mereka, jadi lebih dipercaya. Inilah gunanya Revu. Membantu para konsumen dan juga para penjual untuk mendapat review terbaik.

Revu dikembangkan oleh Yello Story, blog platform nomer 1 di Korea. Saat ini Revu sudah hadir di beberapa negara di Asia dengan Weble sebagai core platform di Korea. Selain di Korea, Revu juga sudah beroperasi di Thailand. Nah, tahun ini Revu akan akan beroperasi di Indonesia, Vietnam dan Taiwan. Di Indonesia, Revu dioperasikan oleh Adplus, Digital Media Network nomer 1 di Indonesia, yang merupakan keluarga dari Yello Digital Marketing.
Dok. Revu

Gimana Revu Bekerja?

Yang pertama, tentu kita harus buka website Revu terlebih dahulu id.revu.net . Diawal website akan muncul kolom pendaftaran. Nah deh daftar dengan memasukkan biodata kita yaitu nama, alamat rumah, alamat email, nomor telepon, alamat blog, link akun instagram, link akun facebook, serta nomor rekening yang  kita punya (tau dong ya buat apa, hehe).

Kalau udah, kita tinggal milih nih mau mereview produk atau layanan yang mana. Nantinya ketika kita milih, akan muncul sejumlah informasi seperti apa keuntungan yang akan kita dapat setelah mengunggah hasil review, sejumlah keyword yang harus dimasukkan dalam tulisan, terms and condition terkait campaign, apa saja yang harus dilakukan oleh reviewer, dan sejumlah informasi tambahan lainnya. Tak jarang kalau kita memilih untuk mengulas suatu produk, kita bakal dapet sampel gratis dari produk itu. Ya iyalah, gimana mau ngulas kalau belom pernah nyobain kan, hehe. Kita sebagai member Revu dapat melihat facebook.com/revuindonesia dan jangan follow akun instagram www.instagram.com/revuindonesia biar nggak ketinggalan update campaign terbaru.
(Dok. Revu)
Setelah mendaftar, maka kita tinggal nunggu pengumuman apakah kita lolos atau enggak sebagai reviewer. Nanti bakal dapat email dan juga bisa cek notifikasinya di website Revu. Jangan lupa semua kewajiban dan syarat-syarat yang tercantum harus kita penuhi supaya para pembaca bisa mendapatkan informasi seakurat mungkin ya. Nantinya, review dari kita dan juga reviewer yang lain ini akan dipakai oleh penjual produk dan juga para calon konsumen sebagai bahan pertimbangan akan suatu produk atau layanan..

Nah kalau kalian udah applied, nanti keterangannya begini.
Tanda kalau kita applied campaign tersebut.
Kalau lolos sebagai reviewer, keterangannya begini.
Terpilih dan saatnya mencoba produk trus nulis review

Kalau yang ini sih ditolak. 
Duh sedih akutu. Padahal aku udah bilang sama suamiku, kalau aku kepilih nanti dia bakal kuajak kesini. Aku makan, dia motretin :D

Mengapa Revu?

Kalau ditanya kenapa Revu, jawabannya simpel. Para reviewer atau blogger diyakini memiliki pengaruh yang cukup besar kepada para pembaca dalam berbagi informasi atau pengalaman terhadap sebuah produk atau layanan. Bisa dikatakan blogger memiliki kekuatan words of mouth sebagai micro-influencer. Diyakini oleh Revu bahwa nilai engagement para reviewer dan blogger ini lebih kuat kepada pembacanya.

Sedangkan para artis maupun influencer, mereka adalah orang yang "dibayar" untuk mempromosikan produk atau layanan tersebut sehingga banyak yang percaya kalau yang dikatakan hanyalah "bagian manisnya". Kita bisa melihat tabel di bawah ini, beberapa pengaruh dan perbedaan engagement antara blogger dengan influencer atau selebgram.
Dok. Revu

Kategori Review dari Revu

Kalau pengen tahu ada kategori review apa aja di Revu, klik tanda di pojok kiri atas dan akan muncul tulisan "Services" dengan kategori sebagai berikut:

- Babies & kids
- Cafe & restaurant
- Entertainment & lifestyle
- Health & beauty service
- Hotel & resort
- Service providers
- Trip & destination

Kurang lengkap apa coba kategorinya? Kayaknya semua kebutuhan kita sehari-hari terwakili ya. Mau liat review produk kecantikan, ada. Review hotel dan juga tempat wisata, ada. Review tentang cafe atau restoran, ada juga. Revu bisa mencegah kita untuk "membeli kucing dalam karung." Kita sebagai konsumen bisa melihat review tentang produk atau layanan yang mau kita coba bagus atau enggak, dengan membaca hasil review tersebut. Sedangkan kalau kita mau jadi reviewer, usahakan sejujur mungkin tapi tetep sopan ya.

Serunya lagi, selain dapet sampel gratis, kita juga bisa dapet voucher bahkan uang kalau udah mengunggah hasil review. Seperti campaign tentang soft launching Revu yang aku ikuti sekarang ini. Para reviewer bakalan dapet voucher Rp 150.000,00 dan reviewer terbaik bakal dapet tambahan voucher Rp 250.000,00. Mantap! Kalau misal review tentang restoran atau menu makanan baru, kita juga berkesempatan buat nyobain aneka menu makanan di resto itu dan semua gratis. Aduh, mau banget sih makan gratis! Bakalan rajin mantengin websitenya Revu nih aku, hahaha.
Beragam campaign di Revu (Dok. Revu)
Makanya, buat kalian yang mau dapet sampel produk gratis, jadi orang pertama yang nyobain produk baru, suka nulis, suka jalan-jalan, suka jajan, siapa aja pokoknya, ayo daftar juga jadi member revu Indonesia! Siapa tahu kamu beruntung juga jadi salah satu reviewer seperti aku. Yuk!

Kamis, 08 November 2018

13 Fakta yang Harus Kamu Tahu Sebelum Menginap di Baduy Dalam

09.54 0 Comments
Pengen datang ke Baduy Dalam dan sekalian menginap disana? Dijamin kalian bakal terpesona dan kagum dengan ketaatan mereka terhadap aturan adat. Sebelum kesana, berikut ini beberapa hal yang perlu kalian tahu kalau mau menginap di Baduy Dalam.

1.Suku Baduy Dalam memiliki 3 kampung yang berdiri secara terpisah, yaitu Kampung Cibeo, Kampung Cikeusik, dan Kampung Cikertawarna. Biasanya wisatawan yang datang ke Baduy Dalam akan bermalam di Kampung Cibeo, soalnya kampung ini lebih terbuka bagi wisatawan yang datang. Meski demikian, larangan larangan adat masih tetap berlaku ya

2. Dilarang mengambil foto di kampung Baduy Dalam. Tapi kalau kamu mau menggambar atau melukis setauku diperbolehkan kok.

3. Dilarang menggunakan peralatan elektronik. Matikan HP, kamera, apapun yang termasuk barang elektronik karena teknologi seperti itu tak boleh berada di sekitar kampung Baduy Dalam.

4. Dilarang menggunakan bahan kimia pada saat mandi, cuci tangan, cuci muka. Jadi mandinya nggak boleh pakai sabun dan sikat gigi tanpa pasta gigi ya.

5. Penerangan di malam hari hanya berasal dari cahaya bulan dan juga obor. Uwuwuwu, romantis banget nggak sih? Ada juga yang bilang boleh kok pakai senter. Tapi karena aku nggak bawa senter, ya aku pakai obor aja. Lagian biar lebih syadu bawa obor ke sungai buat mandi.

6. Warga Baduy Dalam dilarang menggunakan alat transportasi sehingga kemanapun pergi, mereka berjalan kaki.

Itulah kenapa telapak kaki warga Baduy Dalam cenderung lebih besar, soalnya kemana-mana mereka jalan kaki. Mau ke Bandung, Bekasi, Jakarta, ya jalan kaki. Mereka nggak boleh naik kendaraan seperti motor atau pun mobil. Meski begitu warga Baduy Dalam ini nggak terasing dari dunia luar lho. Mereka masih boleh nonton bioskop, jalan-jalan ke mall, yang penting kesananya jalan kaki. Biasanya mereka pergi ke kota untuk jualan hasil ladang terutama madu dan kerajinan tangan khas Suku Baduy Dalam.

Baca Juga : Seba Baduy yang Bikin Merinding

7. Pu’un sebagai Kepala Adat, bisa dibilang "presiden" di Kampung Baduy Dalam.
Seperti suku-suku lain yang tinggal di Indonesia yang memiliki kepala adat, Suku Baduy juga punya Kepala Adat sebagai pemimpin tertinggi yang berfungsi mengatur warganya yang biasa dipanggil Pu’un. Pu’un ini adalah orang yang punya kelebihan yang berbeda dibanding warga biasa. Tugas dari Pu’un diantaranya menentukan masa tanam dan panen, menerapkan hukum adat kepada warganya, juga mengobati orang yang sakit. Tapi kita nggak sembarangan bisa ketemu Pu'un. Hanya orang-orang yang memiliki kepentingan khusus yang bisa bertemu Pu’un.

8. Ada larangan berkunjung selama 3 bulan
Ketika warga Baduy Dalam menjalankan tradisi Kawalu (puasa yang dijalankan oleh warga Baduy Dalam yang dirayakan tiga kali selama tiga bulan), para wisatawan dilarang masuk ke Baduy Dalam. Kalaupun ada kepentingan, biasanya wisatawan atau pengunjung cuma dibolehkan masuk sampai Baduy Luar, itupun nggak diperbolehkan menginap. Pada puasa ini, warga Baduy Dalam berdoa kepada Tuhan agar negara kita diberikan rasa aman, damai, dan sejahtera (Aamiin).

9. Perjodohan masih berlaku


Pas aku kesini, rata-rata anak mudanya sudah pada menikah. Gimana enggak, seorang gadis yang sudah berumur 14 tahun biasanya akan dijodohkan dengan laki-laki yang juga berasal dari Suku Baduy Dalam. Selama masa penjodohan, orang tua dari laki-laki Baduy Dalam bebas memilih wanita Baduy Dalam yang disukainya. Tapi kalau ternyata mereka belum menemukan pilihan yang cocok, laki-laki maupun perempuan harus menuruti pilihan sang orang tua ataupun pilihan yang diberikan oleh sang Pu’un.

Terus orang Baduy ini setia sama satu pasangan alias nggak menerapkan yang namanya poligami. Mereka hidup tenang dan damai bersama pasangannya sampai akhir hayat. Ohya, warga Baduy Dalam yang menikah dengan warga Baduy Luar harus keluar dari suku Baduy Dalam, karena mereka yang berasal dari Baduy Luar, nggak bisa masuk menjadi bagian dari suku Baduy Dalam.

10. Ayam merupakan makanan mewah

Meski di Baduy Dalam banyak ayam berkeliaran bebas, bukan berarti mereka bisa makan ayam dengan bebas juga. Warga Baduy Dalam konon hanya menyantap hidangan ayam setidaknya 1 bulan sekali atau pada saat upacara-upacara besar seperti pernikahan dan kelahiran. Nah makanya kalau kalian kesini, bawa logistik yang banyak. Permen, coklat, makanan kaleng, mie instan, dan jajanan lainnya. Nanti kita serahkan ke tuan rumah dan biarkan mereka yang memasak. Kalau masih sisa, alangkah lebih baik kalau makanan itu kita tinggal aja buat mereka. Sekalian mengurangi beban hidup, eh, beban bawaan.

11. Nggak ada gelas, batang bambu pun jadi


Di Baduy Dalam dilarang menggunakan gelas dan piring sebagai tempat untuk menyimpan air dan alas untuk makan. Beruntung desa ini dibekali sumber daya alam yang melimpah, Suku Baduy Dalam membuat gelas serta tadah air minum yang terbuat dari bambu panjang dan bahan lainnya yang berasal dari alam. Percaya nggak percaya, tapi rasa minuman yang diwadahi gelas bambu jadi lebih beraroma (dan lebih nikmat pastinya). Tapi seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang menginap di Baduy Dalam, mereka juga punya piring dan gelas untuk menjamu tamu kok. Mereka juga membuat beragam kerajinan dari batang bambu.
Coba main alat musik khas Baduy. Ada yang tau namanya?
12. Rumah warga menghadap utara dan selatan.

Aku pernah nyasar waktu keliling seputar rumah di Baduy Dalam. Selain karena bentuk rumahnya mirip, mereka menghadap ke arah yang sama yaitu utara atau selatan doang kecuali rumah Pu'un. Lumayan bikin bingung :(. Jadi kamu harus inget nginep di rumah siapa ya biar bisa dianterin pulang kalau nyasar.

13. Kekayaan nggak dilihat dari bentuk rumah


Kalau kita biasa menilai orang kaya dari besar rumahnya, bentuk bangunannya, lokasi rumahnya, lain halnya dengan Suku Baduy Dalam. Seperti yang kusebut diatas, bentuk rumah mereka hampir serupa satu sama lain. Nah yang membedakan status kekayaan mereka adalah jumlah tembikar yang dibuat dari kuningan yang disimpan di dalam rumah. Makin banyak tembikar yang disimpan, menandakan status keluarga tersebut semakin tinggi dan dipandang orang. Tapi waktu aku kesana, banyak juga wanita Baduy yang memakai perhiasan. Terus kulit mereka juga nampak sehat dan alami, jauh dari make up. Tapi tetep aja pada cantik-cantik.
Kurang lebih itu sejumlah fakta yang aku tahu tentang Baduy. Kalau ada yang kurang tepat, boleh lho dikasih tau. Atau ditambahin fakta lainnya juga boleh banget. Soalnya aku pengen ke Baduy Dalam lagi nih :) .

Selasa, 06 November 2018

Seba Baduy yang Bikin Merinding

09.26 0 Comments
Dari dulu aku pengen banget bisa nonton langsung acara Seba Baduy gara-gara pernah liat ada postingan foto di instagram dimana ratusan atau ribuan warga Baduy berjalan beriringan dan itu SUPER KEREN! Lautan manusia berpakaian serba hitam dan putih dengan penutup kepala kain batik biru khas Baduy (untuk warga Baduy Luar) dan penutup kepala warna putih (untuk warga Baduy Dalam).
Paling cantik sendiri kan?
Alhamdulillah, pada acara Seba Baduy tahun 2018 ini aku diajak oleh mas X yang emang orang Cilegon, Banten buat nonton. Udah berbulan-bulan lalu sih, tapi lagi inget buat nulis sekarang.

Dari rumah kami di Pamulang, seperti biasa kami ke Cilegon naik motor. Lumayan lah ya hampir 4 jam perjalanan. Untung kami nginep di rumah mertua. Nggak kebayang kalau PP ke Jakarta ya.
Besok paginya, kami bersiap buat ke Alun-alun Serang. Dari Cilegon ke Serang nggak terlalu jauh. Naik motor cuman 30 menit kalau lancar. Perjalanan cukup lancar, meski langit sedikit mendung. Pas sampai di Alun-alun, kami memarkirkan kendaraan kami di dekat GOR. Sebagian warga Baduy Luar terutama yang muda-muda nampak sudah berkeliling alun-alun. Kata mas, memang jalannya nggak selalu barengan. Ada yang udah duluan terutama anak mudanya, ada juga yang ramai-ramai. Sembari menunggi, aku dan mas menikmati pameran foto dan juga mendatangi sejumlah booth kerajinan yang ada. Ada yang jual kain tenun khas Baduy, aneka cinderamata khas Banten, booth kuliner, panggung musik, juga wahana atraksi memanah, main egrang, juga booth foto rumah adat khas Baduy yang dibuat semirip mungkin.
Duh baru liat gambar anak-anak Baduy aja udah gemes. Apalagi foto sama aslinya
Kalau yang ini para pemain musik yang nanti akan tampil.
Oke, lanjut bahas Seba Baduy.

Jadi Seba Baduy adalah tradisi warga Baduy, baik dari suku Baduy Dalam maupun Baduy Luar untuk mendatangi Bapak Gede (kepala daerah) dengan cara berjalan kaki ratusan kilometer dari Kanekes, Lebak, Banten. JALAN KAKI GUYS! JALAN KAKI dengan jarak tempuh lebih dari 100 km. Dari tempat tinggal mereka di Luewidamar, Bumi Kanekes, mereka tak hanya berjalan kaki tapi sambil membawa hasil bumi. Mereka menyusuri persawahan, naik turun gunung (duh ajdi inget pas ke Baduy Dalam dulu jalan kaki sampai 5 jam), keluar masuk hutan dan kampung. Itu merupakan perjalanan spiritual suku adat Baduy sebagai penutup ritual Kawalu, yaitu ritual berpuasa selama tiga bulan.

Baca Juga : 13 Fakta yang Perlu Kamu Tahu Sebelum ke Baduy

Dalam ritual perjalanan ini, warga Baduy akan menemui 3 bupati dan Gubernur Banten. Pertama, mereka akan mendatangi Bupati Lebak. Setelah itu, ke Kabupaten Pandeglang dan langsung dilanjutkan ke ibukota provinsi di Serang. Malam puncak Seba dilakukan di gedung Pendopo Gubernur Banten.

Berdasarkan informasi yang aku dapat, berikut urutan jadwal Seba Baduy.

1. Tanggal 20 April 2018 dari pagi sampai malam mereka di Kabupaten Lebak yang di awali penyambutan kedatangan masyarakat Baduy dan malam prosesi Seba Bupati Lebak.

2. Tanggal 21 April 2018 pagi warga Baduy tiba di Kabupaten Pandeglang dan berlangsung Seba Bupati Pandeglang.

3. Puncaknya pada 21 April 2018 di Kota Serang dan Provinsi Banten. Waktu itu sekitar jam 13.00 arak-arakan warga Baduy tiba dalam rombongan besar. Malamnya sekitar jam 19.30 – 22.00 prosesi Seba Gubernur Banten di Museum Negeri Provinsi Banten.

4. Lalu pada 22 April 2018 pagi di Kabupaten Serang berlangsung Seba Bupati Serang.

Menjelang jam 1 siang, aku sama mas X segera berjalan menuju jalan raya, tepatnya naik ke atas jembatan penyeberangan. Jembatan ini merupakan lokasi terbaik untuk memotret ratusan bahkan ribuan warga Baduy yang berjalan dari ujung jalan. Pas sampai atas, ternyata udah penuh banget. Bisa sih ngintip-ngintip dikit, tapi melihat kondisi jembatan yang udah cukup tua, aku malah ngeri sendiri. Akhirnya kami berdua memilih untuk turun dan memotret dari tepi jalan raya aja.

Tak berapa lama, iring-iringan pun tiba yang diawali oleh rombongan marching band lengkap dengan atraksi bendera dan iringan alat musik lengkap. Terus beragam tarian daerah dan juga semacam "Dimas Diajeng Jogja". Terus ada juga iringan sejumlah komunitas budaya dan akhirnya yang kutunggu-tunggu tiba. IRINGAN WARGA BADUY DALAM DAN LUAR dan juga sejumlah pejabat daerah yang ikut jalan kaki. Yaampun merinding! Seseneng itu. Sebanyak itu. Semeriah itu. Bayangin mereka semua menempuh jarak ratusan kilometer sungguh bikin aku kagum sekaligus malu pada saat bersamaan. Aku mau beli sayur yang cuman deket aja naik motor. Huhuhu.
Kira-kira udah jalan berapa ribu kilo sya mereka?
Warga Baduy Dalam keliatan mencolok dengan baju dan ikat kepala putih, jumlah mereka juga sedikit dan berada di barisan terdepan. Di belakangnya baru deh ratusan (kayaknya sih ribuan) warga Baduy Luar yang pakai baju hitam dengan ikat kepala biru. Setelah iring-iringan habis, aku dan mas X menyusul mereka ke alun-alun dan mengikuti rangkaian Agenda Gebyar Exciting Banten. Kami menyaksikan beragam pertunjukan seni budaya dari mulai tari-tarian, kuis berhadiah, sampai nonton bintang tamu Budi Doremi yang ternyata orang Banten. Oiya, sempet gerimis waktu itu, untung aja nggak hujan deres.
Sumber foto : @xspheriksx
Sumber foto : @xspheriksx
Malemnya, katanya bakalan ada wayang golek dan pemutaran film pariwisata dan hiburan. Tapi karena aku dan mas udah capek, sekitar jam 4 sore kami memilih untuk pulang. Sepanjang jalan, aku jadi inget kalau dulu sekitar tahun 2015 aku pernah datang dan menginap di Baduy Dalam. Jadi aku tahu betul bagaimana warga Baduy Dalam sangat menjaga alam dan juga budaya warisan leluhur.

Di Baduy Dalam, kami tidak boleh menggunakan peralatan elektronik apapun. Mandi juga nggak boleh pakai sabun dan odol. Kalau kaum laki-laki mandi di sungai, kaum perempuan mandi di bilik khusus dengan bak dari batang kayu yang dilubangi di bagian tengahnya untuk menampung air dari sumber yang kemudian dialirkan dengan batang bambu. Mau mandi juga kudu bawa obor, soalnya sampai di Baduy Dalam udah menjelang Magrib, jadi terpaksa mandi malem-malem. Ah, mengenang semua itu aku jadi pengen ke Baduy Dalam lagi sama mas X. Soalnya dulu pas kesana belom kenal sama dia. Semoga kesampaian.