Follow Me @rezadiasjetrani

Selasa, 22 Januari 2019

Wisata Gratis di Taman Kota 1 BSD

20.13 0 Comments

Hari Minggu, 20 Januari 2019 kemarin, aku dan mas nggak liburan kemanapun. Itu karena tanggal 23 Januari aku berencana ke Jogja dan tanggal 24-29 Januari mas ke Flores, jadi kami mau leyeh-leyeh aja berduaan di rumah sebelum berpisah selama sekitar 1 minggu (yaelah).

Dasarnya kami tu biasa jalan, baru jam 12 udah bingung aja satu sama lain buat "kemana kek gitu yang deket". Akhirnya karena males ke mall, kami memutuskan buat ke Taman Kota 1 yang ada di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD). Sering banget lewat, tapi nggak pernah mampir. Akhirnya kesampaian juga sore itu.

Setelah muter-muter dulu nyari makan pempek demi nurutin mas X yang lagi ngidam dan untungnya nemu pempek Golden di ruko BSD yang rasanya cukup enak, kami sampai di Taman Kota sekitar jam 3 sore. Buat masuk kesini tentu aja gratis. Namanya juga Taman Kota. Kebangetan kalo kudu bayar kan. Taman ini dibuka setiap hari mulai jam 06.00 WIB sampai jam 18.00 WIB. Lokasinya ada di BSD City, Jalan Letnan Sutopo, Lengkong Gudang Timur, Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Tamannya nggak terlalu ramai, mungkin karena udah sore kali ya. Nggak tau deh kalo Minggu pagi, kayaknya sih rame banget. Begitu sampai kami udah disambut sama gapura bertuliskan Taman Kota BSD, trus di tengah ada lapangan luas beralas conblock yang di ujungnya ada panggung. Panggung ini tentunya bisa buat pertunjukan band, terbukti ada band yang entah dari mana lagi nyanyi disitu, dan naro kardus sebagai kotak uang di tengah lapangan. Yah...meski ga ada yg nonton tapi mereka tetep semangat. Suaranya kedengeran cukup jelas sampai ke titik tertentu di taman.

Di bagian kanan kiri banyak yang jual makanan, mulai yang gerobak sampai yang semi permanen lengkap dengan meja kursi. Lumayan lah kalau laper nggak perlu repot cari makan soalnya banyak yang jualan. Belok ke kanan, ada lapak mainan anak-anak dan sejumlah wahana permainan yang tentu aja berbayar. Cocok sih buat piknik keluarga, buat kumpul sama temen, buat pacaran (ngirit banget siiii pacaran di taman), tapi paling bener buat olahraga ya soalnya banyak pohon jadi udaranya sejuk. Berasa sehat banget ada di area taman ini.



Baru muter setengah lap aja, kami udah cukup miris liat sampah-sampah  berserakan. Padahal banyak tempat sampah lucu berbentuk kodok yang membuka mulut lebar-lebar siap menerima sampah, tapi tetep aja pada geletekin sampah sembarangan. Aduuhhhh....susah banget sih buang sampah di tempat sampah!!

Sejumlah alat peraga olahraga masih bisa berfungsi dengan layak, meski ada karat di beberapa bagian karena faktor usia dan cuaca, tapi hampir semua masih berfungsi dengan baik. Aku yang emang niat mau lemesin badan tipis-tipis sempet nyobain beberapa alat. Lumayan lah bikin keringetan.


Buat yang mau foto-foto cantik, ada pohon besar yang akarnya sampai menyembul ke tanah. Berasa di kebun raya Bogor nih. Trus ada jembatan gantung kecil berwarna kuning yang cakep juga buat foto-foto. 

Kalian yang mau joging juga udah tersedia trek sendiri, meski kadang harus berbagi dengan pejalan kaki lainnya. Rumput dan tanah di bagian tengah pepohonan juga bisa dipake piknik tipis-tipis. Next time aku mau makan siang disini ah sambil bawa tiker dan bekal makanan sendiri. 

Kalau capek, banyak juga kursi di berbagai lokasi jadi kalian bisa duduk dengan nyaman. Kamar mandi juga ada, tapi kondisinya memprihatinkan. Yah...begitulah.

Selesai muterin taman dan foto-foto, kami pun pulang. Sempet duduk-duduk juga tadi, tapi nggak lama soalnya mas X merasa digigitin nyamuk mulu ­čśé.

Untuk biaya yang dikeluarkan, cuman parkir motor aja Rp 2 ribu, sedangkan parkir mobil Rp 3,5 ribu sepuasnya nggak pake jam-jaman.

Kalian yang ada di seputaran BSD, Ciputat, Pamulang, kalau bingung mau kemana boleh lah escape kesini aja. Lumayan menghirup udara segar di tengah hiruk pikuk perkotaan.

Cheers,
-Jet- 

Kamis, 17 Januari 2019

Lifebuoy, Sabun Mandi Legendaris yang Tak Tergantikan

05.25 0 Comments
Siapa sih yang nggak kenal merek Lifebuoy? Merek yang satu ini udah ada dari jaman baheula banget. Bahkan dari jaman mamiku masih muda. Dulu waktu kecil, aku inget mami selalu beli sabun batang lifebuoy. Paling suka yang warna merah meski aku nggak inget itu varian apa. Di bagian body sabun ada ukiran tulisan lifebuoy dengan wangi yang khas. 

Makin kesini, makin banyak varian yang dikeluarkan oleh lifebuoy dari mulai sabun cair, sampai sampo yang bisa dipake sekeluarga. Jaman dulu mah sampo dipake rame-rame. Intinya biar rambut wangi dan bersih. Nggak mikir harus ini dan itu, punya manfaat ini dan itu. Bisa dibilang, aku tumbuh dan besar bersama lifebuoy, makanya kubilang merek ini legendaris banget. 

Sekilas Tentang Lifebuoy 


Lifebuoy adalah salah satu merek tertua, suatu merek yang amat mendunia sebelum istilah merek global diciptakan. Sabun Disinfektan Royal Lifebuoy diluncurkan pada tahun 1894 sebagai suatu produk baru yang terjangkau pertama kali di Inggris. Wah....udah 100 tahun lebih! Tujuan Lifebuoy sendiri seperti disebutkan di situs resminya adalah memberikan solusi kebersihan dan kesehatan yang terjangkau dan mudah diperoleh sehingga orang dapat menjalani hidup tanpa rasa khawatir dengan kebersihan dan akibatnya terhadap kesehatan.

Selama 110 tahun lebih, dalam sejarahnya lifebuoy ini  selalu merajai bidang kesehatan melalui kebersihan lho. Hal yang utama bagi lifebuoy adalah janji perlindungan dan komitmennya untuk mendukung kehidupan melalui perlindungan yang lebih baik . Keren banget yaLifebuoy, suatu jaminan perlindungan jika anda merasa terancam. Sebagai contoh, dulu ada kampanye yang dilakukan pada tahun 1930-an di AS diberi judul “Mencuci tangan membantu menjaga kesehatan”, telah mendorong penggunaan sabun Lifebuoy untuk membunuh kuman di tangan yang dapat menyebabkan timbulnya masalah kesehatan. 

Kampanye yang sama terus berlanjut hingga saat ini, dengan program pendidikan kebersihan Lifebuoy yang terus berlangsung di negara-negara Asia termasuk India, Bangladesh, Pakistan, Sri Lanka, Indonesia dan Vietnam. Aku inget dulu pas SD pernah ada gerakan cuci tangan gitu, trus kita juga bisa nempelin telapak tangan di dinding yang sebelumnya dikenai cat warna-warni. Di sekolah kalian ada juga nggak? 

Inovasi

Semenjak tahun 2000, telah terjadi perubahan besar pada sabun batangan klasik Lifebuoy untuk menjamin agar sabun tersebut memberikan perlindungan kebersihan yang lebih jauh lagi dan pengalaman mencuci yang menyehatkan dan semakin menyenangkan bagi miliaran konsumennya, termasuk aku dan keluargaku. Bentuk batu bata merah keras klasik sabun Lifebuoy telah digantikan dengan bentuk Lifebuoy signature yang baru. Bentuk yang baru ini bikin sabun lebig mudah digenggam dan digunakan.

Keunggulan Lifebuoy 

Lifebuoy telah menjadi lebih dari sekedar sabun batangan berwarna merah. Saat ini merek ini memberikan solusi kebersihan dan kesehatan bagi keluarga, termasuk rangkaian sabun batangan, cairan pencuci tangan dan gel pencuci cair. Inovasi Lifebuoy yang paling baru diarahkan kepada keprihatinan utama pada kebersihan dan kesehatan kulit di kalangan remaja ABG dan para pemuda: kulit berminyak dan berjerawat. Lifebuoy Clear Skin adalah sabun batangan yang diformulasikan dengan menggunakan teknologi baru radikal yang sudah terbukti secara klinis mengurangi jerawat yang parah hingga 70% dalam waktu 6 minggu. Dengan pemakaian teratur, dua kali sehari terbukti dapat mencegah dan mengurangi timbulnya kembali jerawat. Hayooo siapa yang jerawatan, cobain varian yang satu ini deh. 

Pada tahun 2005, Lifebuoy dianugerahi “Citizen Brand” Indonesia sebagai pengakuan atas upaya yang telah dilakukan dalam hal pendidikan pencucian tangan.

Produk Lifebuoy yang Beredar Saat Ini

- Sabun cair
- Sabun cuci tangan
- Sabun batang
- Kasturi musk
- Hand sanitizer
- Shampoo 

Varian Sabun Cair

- Sabun Cair Kasturi Musk
- Sabun Cair Lemon Fresh
- Sabun Cair Mild Care
- Sabun Cair Cool Fresh
- Sabun Cair Total 10
- Sabun Cair Nature Pure

Dari beberapa varian sabun cair yang kusebutin diatas, aku memakai 2 jenis yakni yang sabun cair lemon fresh dan sabun cair total 10. Keduanya punya ciri khas aroma yang berbeda. Dulu, aku inget aroma lifebuoy cukup khas seperti bau obat dan karbol . Tapi sekarang udah digantikan dengan wewangian kesehatan yang lebih menyenangkan dan modern.

1. Sabun Cair Total 10
(ActivSilver Formula untuk melindungi kita dari kuman)

Sabun cair Lifebuoy total10 mengandung bahan baku yang sudah dipatenkan, ActivSilver Formula bersamaan dengan timol aktif diketahui akan kekuatannya sebagai antiseptik alami. Timol ditemukan pada tahun 1719 oleh Caspar Neuman dan berasal dari herbal yang sangat dikenal, Timi. Busanya lembut mampu membersihkan hingga ke dalam pori-pori serta menghilangkan kuman yang dapat menyebabkan 10 jenis infeksi kulit, dan bikin kulit kita dalam keadaan bersih dan segar.

Biasanya, sabun yang ini kupakai setelah berolahraga atau ketika aku berkativitas berlebih, entah itu bikin badan keringetan atau kotor. Kandungan antiseptik alaminya kupercaya ampuh melawan kuman-kuman yang tadinya nempel di tubuh. 

Komposisi : 
Timol aktif alami dan kandungan terdepan perlindung kuman, ActivSilver Formula Lifebuoy.

2. Sabun Cair Lemon Fresh
(Sentuhan lemon untuk kesegaran total bagi tubuh)

Lemon diduga berasal dari Cina dan salah satu sumber asam sitrun dari alam. Sabun cair Lifebuoy lemonfresh tertanam dengan lemon segar dan tercatat untuk menjaga agar kulit kira terasa segar sepanjang hari, sekaligus membantu kulit untuk bersih secara mendalam hingga ke pori-pori! 

Sabun cair Lifebuoy varian lemon ini menurutku paling enak aromanya. Varian favorit keluarga untuk saat ini. Aromanya bener-bener lemon fresh. Sabun ini kupakai sehari-hari ketika aktivotasku normal-normal aja. Jadi setiap sabun punya fungsinya masing-masing. 


Dari bentuk kemasan, lifebuoy punya bentuk yang ditekan anjuga bentuk flip, seperti botol yang varian lemon. Ukurannya cukup handy dan pas di genggaman tanganku. Kalau mau buka juga gampang tinggal di flip aja. 

Secara keseluruhan, tekstur sabun cair lifebuoy ini pas banget. Nggak terlalu encer, tapi juga nggak terlalu "berat". Untuk mendapatkan busa maksimal, aku lebih suka menuangkan sabun cair ini di puff basah trus diremas-remas sampe keluar banyak busa, baru deh dipakai sabunan. Langsung tercium aroma sabunnya dan badan terass segar sehabis dibilas. 

Buat kalian yang penasaran juga sama varian sabun cair lifebuoy, nggak perlu pusing. Produk lifebuoy ini dimana-mana ada. Dari mulai warung kecil deket rumah, minimarket, sampe di rak.supermarket juga ada. Yuk buruan pake juga dan rasakan sensasi sehatnya! 

INFORMASI

Unilever
0800 155 8000
suara.konsumen@unilever.com

Minggu, 06 Januari 2019

Jangan ke Ayanaz Gedong Songo Pas Long Weekend

19.08 0 Comments

Sepanjang akhir tahun 2018, di timeline media sosialku banyak beredar foto-foto instgrambale punya temen-temenku di Ayanaz Gedongsongo. Ternyata tempat ini udah buka sejak Juni 2018.  Wah aku kudet banget :( . Langsung dong aku kepo IG Ayanaz dan tempatnya ternyata gemes banget. Aku langsung nunjukin ke mami dan ngajak mami buat kesana. Beruntung, akhir tahun 2018 ini bisa full team, ada aku, mas X, kakak, adek, dan mami.

Menuju Candi Gedong Songo dari Jogja

Hari Minggu, 31 Desember 2018 kami bersiap berangkat dari rumah. Rencana jam 7 pagi berangkat, tapi molor jadi jam 7.45. Bekal minuman, cemilan, roti, semua komplit. Perjalanan lancar sih nggak macet sama sekali. Dari Jogja kami lurus ke utara lewat jalan Magelang, sampai Muntilan, Magelang, Secang, Ambarawa, sampai menuju Bandungan. Perjalanan yang dibutuhkan normalnya sekitar 2,5 jam dengan jarak kurang lebih 87 km dari Jogja. Bagi kalian yang dateng dari Semarang, jarak ke Ayana ini sekitar 45 km.

Mau masuk ke kawasan Bandungan udah mulai macet, soalnya disini ada banyak destinasi wisata terkenal dari mulai Umbul Sidomukti, kapel La Kanna, dan Candi Gedongsongo. Ayanaz ini lokasinya ada di dalam kompleks Candi Gedongsongo. Kami semua (kecuali mas X) udah pernah liburan ke Candi Gedong Songo sekitar 2 tahun silam.

Makin mendekati komplesks candi, jalanan makin macet. Beneran merayap. Kondisi jalanan juga tanjakan terus menerus, jadi beberapa kali kami ketemu mobil yang putar balik atau bahkan mogok karena mesin kepanasan dan bau kampas rem menyengat. Hampir 1 kilometer lagi sebelum tiba di area parkir, kendaraan nggak gerak sama sekali kecuali sepeda motor. Ternyata penyebabnya adalah antri tempat parkir. Pantesaaaaan nggak maju-maju. Mobil yang antri sampai puluhan, sedangkan mobil yang keluar cuman satu-satu. Lahan parkir yang terbatas bikin tumpukan kendaraan di tanjakan nggak bisa dihindari.

Mobil kami pun akhirnya putar balik, soalnya udah mulai bau kampas rem. Takut malah makin parah (dan malah buang-buang waktu), kami akhirnya putar balik trus parkir di halaman SD setempat. Parkir mobil waktu itu Rp 15 ribu (katanya buat infaq musholla masjid). Terus per orang naik ojek motor Rp 15 ribu juga x 5 orang (sekali jalan). Yah, jadi nambahin pengeluaran sih, tapi mau gimana lagi. Kalau nunggu dapet parkir bisa 2 jam karena pas aku naik ojek, udah lumayan mengular.
Mami naik ojek.

Tiba Di Candi Gedong Songo

Jam menunjukkan waktu pukul 11 siang kurang 15 menit dan  kondisi di obyek wisata super penuh. Maklum, lagi long weekend liburan Natal dan Tahun Baru. Kalau mau sepi ya susah, soalnya aku sama mas tanggal 1 besok udah balik lagi ke Jakarta karena mas udah masuk kerja. Serba salah emang ya.

Harga tiket masuk candi Gedong Songo Rp 10 ribu per orang. Kita udah bebas mau muterin candi sepuasnya, kecuali naik kuda, bayar lagi sesuai rute yang dipilih. Kalau mau masuk ke Ayanaz, per orang bayar lagi Rp 25 ribu. Kakak dan adek begitu liat tempatnya rame banget dan colorfull abis, langsung bilang nggak mau masuk. Mereka berdua pasti geli sendiri kalo ikutan foto disini, sementara aku sama mami malah semangat dan nggak sabar buat ikutan foto. Kalau mas X, dia mah wajib ikut. Ntar yang motretin kami siapa dong :P .
Harga tiket masuk kawasan Candi Gedong Songo


Di dalam, kita bisa duduk-duduk dan foto sepuasnya di spot-spot yang udah disediain pengelola, kecuali spot foto di dalam bubble, harus bayar lagi. Kalau yang kecil bayar Rp 5 ribu per orang untuk durasi foto 3 menit. Banyak yang antri, jadi kalau kelamaan sama petugasnya bakal diingetin buat berhenti. Kalau di bubble yang besar, sampai dengan 2 orang Rp 20 ribu, sampai dengan 5 orang Rp 30 ribu, sampai dengan 8 orang Rp 40 ribu. Jadi mending masuknya rombongan biar lebih irit.

Ini beberapa spot foto yang kami ambil waktu itu.






Karena males antri (hampir semua spot foto antri), mami udah males foto. Cuman aku sama mas yang foto di bubble balon oranye (jadi bayar Rp 10 ribu berdua). Selesai foto, kami langsung keluar buat ketemu kakak, adek, dan mami yang udah nungguin di kursi tunggu. Total waktu yang kami habiskan buat foto-foto adalah 2 jam. Itu udah sama antri foto di beberapa spot. Lumayan lama ya. Tapi sayang kurang bisa menikmati. Maunya duduk-duduk santai, tapi gimana mau santai kalau di setiap lokasi penuh, terus mau foto-foto dimenitin. Jadi buatku kalau buat nyantai, tempat ini nggak rekomended. Cuman buat foto-foto doang trus keluar.

Jeleknya lagi, di tempat ini nggak ada tempat berteduh dari hujan. Jadi kalau ujan siap-siap aja bubar. Bisa sih kalau nekat mau foto-foto, tapi yang spot foto bubble tutup kalau hujan. Trus nggak ada yang jual makanan. Jadi jangan bayangkan kalian bisa duduk santai, meikmati pemandangan sambil makan karena mereka cuman jual minuman botol.

Dan itu terbukti. Nggak lama setelah aku, mami, sama mas keluar, eh hujan deres. Langsung deh pada bubar. Kasian orang-orang yang udah bayar tapi gagal foto-foto. Gimana mau foto kalau basah semua kayak gitu? Tempat berteduh di dalam juga nggak ada, jadi harus lari keluar.

Oiya, tadi sebelum hujan turun, mas X sama kakak sempat naik kuda. Dulu aku sama mami udah pernah, nah kakak sama adek jalan kaki. Makanya di tahun ini aku bilang ke kakak sama mas, gih sana naik kuda muterin candi mumpung disini. Jalannya lumayan menanjak jadi enak naik kuda muterin lereng gunung. Setelah berpikir lama (soalnya harga kudanya naik, yang aslinya Rp 90 ribu jadi 120 ribu karena tahun baru), akhirnya mereka naik juga. Eh, baru jalan 5 menit langsung ujan.

Dari kejauhan aku liat mas jalan kaki buat turun, pas aku nanya katanya kudanya kaget denger petir dan tiba-tiba hujan, trus kudanya kayak mau berdiri gitu ala logo Ferrari. Alhasil mas terjun bebas dari punggung kuda. Untung nggak kenapa-napa cuman lumayan kaget dan ngilu sebentar tangannya.

Sedangkan kakak? Kakak malah bingung nyariin mas dan nggak tau kalau mas jatuh. Akhirnya karena baru jalan sebentar sampai candi 1 (yang keliatan di depan mata), kakak disuruh bayar Rp 50 ribu (WHAT THE...). Itu candi bahkan di depan mata bayar Rp 50 ribu cuman 5 menit dari lokasi kami berdiri?? Sungguh deh. Sedangkan mas nggak bayar soalnya dia bonus jatuh dari kuda (antara kasian sama mau ketawa sih sebenernya soalnya dia juga sempet-sempetnya motret si kuda dan ceritanya bikin ketawa).

Karena hujan, kami berteduh dulu sambil makan jagung bakar dan minum panas. Jagung bakarnya seharga Rp 7 ribu per buah, kalau minuman panasnya Rp 5 ribu. Cukup menghibur hati setelah harus bayar kuda yang bahkan baru jalan 5 menit.

Setelah hujan mulai reda, akhirnya kami pulang sekitar pukul 4 sore. Mayan banget ya dari jam 11 siang sampe jam 4 sore disini tanpa bisa puter-puter. Mau keliling candi ujannya nggak nyantai. Kami masih harus naik ojek karena sekarang giliran turunnya yang macet. Untung bisa cenglu, satu motor ber tiga cuma bayar Rp 15 ribu. Si adek sama mami malah cuman Rp 10 ribu bertiga. Hmmmm...

Kesimpulannya sih, liburan ke Bandungan dan Gedong Songo di long wiken ini kayak liburan ke Puncak pas akhir pekan. Cuman bakalan tua di jalan karena macet, merayap, atau buka tutup arus. Harus banyak istighfar. Untuk Ayanaz nya sendiri dengan tarif Rp 25 ribu, area sekecil itu, dan pengunjung sebanyak itu, KAMI NGGAK BISA MENIKMATI sama sekali. Kalau suruh balik kesini dan harus bayar lagi, aku sih bakal bilang NO, THANKS. Yah tapi kembali lagi ke masing-masing orang sih, tujuan liburannya mau hunting foto aja atau emang mau nyantai.

Detil Pengeluaran untuk ke Ayanaz (diluar bensin dan makan) :

1. Naik ojek = @Rp 15 ribu
2. Masuk candi = @Rp 10 ribu
3. Masuk Ayanaz = @Rp 25 ribu
4. Spot foto bubble kecil = @Rp 5 ribu 
5. Spot foto Vip = @Rp 20 ribu 
6. Makan jagung = @Rp 7 ribu
7. Minum kopi panas = @5 ribu
8. Naik kuda paket komplit = @120 ribu (opsional)
9. Ojek pulang = Rp 10 ribu

Lokasi Ayanaz Gedong Songo : 

Jam Buka : 07.00–17.00
Kontak : 0813-9039-0768
Alamat : Krajan, Banyukuning, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah 50614

Peta Lokasi  Ayanaz Gedongsongo Semarang

https://maps.app.goo.gl/daXJY

Jumat, 14 Desember 2018

Earphone Miniso, Kemasannya Super Praktis dan Anti Berantakan

17.39 1 Comments
Earphone udah jadi barang yang wajib ada di tas buatku. Bagiku, earphone nggak cuma buat dengerin musik, tapi membantu juga dalam aktifitas sehari-hari. Apalagi aku belum terlalu hapal jalanan di Jakarta. Nah, si earphone ini berfungsi sebagai alat penunjuk jalan, tinggal buka map, trus nyalain deh penunjuk arahnya.
Terbukti selama ini aku bisa kemana-mana dengan aman tanpa takut nyasar. Mendengarkan instruksi via suara tentu lebih aman soalnya pandanganku tetap bisa fokus ke depan dan ke belakang melalui kaca spion.

Ngeri kan kalau liatin map langsung di HP yang dipasang di stang motor. Selain pandangan jadi terbagi, nggak safety juga karena rawan buat dijambret orang. Karena itu aku butuh earphone yang bagus, yang suaranya jelas dan nggak sember. Apalagi aku harus dengerin juga suara lainnya di jalanan seperti suara klakson kendaraan.

Kebetulan kalau ke mall sekarang ini sering banget liat gerai Miniso. Meski nggak selalu beli, tapi aku suka mampir karena barangnya lucu-lucu. Terus nggak sengaja liat ada earphone miniso dengan design modern. Bentuk earphonenya sih masih sama seperti yang lain, cuman kemasannya itu lho, praktis! Bahannya dari karet jadi lentur, tinggal dibuka aja buat gulungin kabelnya, trus ditutup lagi dan earphone kita jadi rapi.
Praktis dan anti kusut.
Biasanya kan suka ribet ya buka earphone karena sering abis dipake asal masukin ke tas dan malah jadi nyangkut sana sini. Harganya juga terjangkau kok. Meski bisa dibilang ini earphone murah, tapi jangan diremehin soalnya suara yang dihasilkan bagus dan jernih. Warnanya juga hijau, pas banget sama warna favoritku dan jarang yang punya. Dijamin nggak akan ketuker, palingan dipinjem temen trus nggak dibalikin karena naksir earphone berkualitas yang lucu ini.

Mengenal MINISO

Logo Miniso
Dikutip dari berbagai sumber, Miniso sendiri adalah jaringan ritel Tiongkok yang menjual aneka barang dengan harga terjangkau seperti kosmetik, alat tulis, mainan, alat elektronik, dan peralatan dapur. Miniso didirikan pada tahun 2011 oleh desainer Jepang, Junya Miyake dan konglomerat Tiongkok Ye Guofu.

Di tengah pasar ritel yang bergejolak, Miniso menjadi salah satu pemain baru yang sangat ekspansif. Gimana enggak, perusahaan asal China yang dikira dari Jepang ini menargetkan 100 toko sepanjang tahun 2018, menjadikan ritel ini bakal mengelola 180an ritel selama dua tahun beroperasi di dalam negeri.

Ritel dengan konsep menjual barang murah tapi nggak terlihat “murahan” itu, emang mulai menjamur di Indonesia. Dengan keyakinan tersebut, Miniso mulai menyiapkan dan berekspansi dengan membuka toko-tokonya di Indonesia.
Salah satu gerai aMiniso.
Sebelum membuka toko, Miniso terlebih dahulu melakukan riset terhadap karakter pasar atau konsumen di Indonesia.Tas-tas PU (polyurethane atau kulit sintetis) paling laku di Indonesia. Kemudian ada neck pillow, alat make up dan aksesori digital. Sampai saat ini, sudah ada sekitar 124 gerai Miniso di Indonesia.

Media Sosial :
- Instagram: @minisoindo
- Facebook : https://www.facebook.com/MinisoIndonesia/

Senin, 10 Desember 2018

Kalau Bisa Pinjam, Kenapa Harus Beli?

02.37 0 Comments

"Karena tidak semua barang harus dibeli dan disimpan, ada kalanya lebih baik hanya dipinjam dan dikembalikan." - CUMI


Siapa yang setuju sama kalimat diatas? Yang setuju pasti golongan orang-orang pelit nih, maunya pinjam nggak mau beli, hehe. Yah, aku juga kayak gitu sih buat barang-barang tertentu. Pasti ada kan barang-barang yang kita butuhin, tapi nggak bakal dipake sering-sering. Misalnya kayak tenda buat naik gunung, kursi lipet, hammock, floaties buat foto-foto kece di kolam renang, hingga wifi pocket buat liburan ke luar negeri.


Menurutku sih itu barang-barang yang dibutuhin tapi nggak untuk setiap hari. Makanya mendingan minjem atau sewa aja sesuai waktu yang kita butuhkan, selebihnya yaudah dibalikin. Selain lebih hemat, kita juga nggak akan buang-buang uang untuk membeli barang yang menurutku termasuk kebutuhan tersier itu. Dulu suka bingung, wah minjem barang ini dimana ya, minjem barang itu dimana ya. Karena biasanya 1 toko hanya menyediakan tipe barang yang sejenis. Misal rental kebutuhan bayi, rental barang outdoor, atau kebutuhan olahraga. Suka ribet kudu nyari-nyari dulu di media sosial, terus masih harus nanya pricelist karena ada toko-toko yang nggak nyantumin harga. Ribet.

Beruntung aku dikasih tau tentang CUMI. Kebutuhanku akan barang-barang pinjaman atau rental pun terjawab. Aku bisa cari apa aja disini dan harganya pun udah tercantum dengan jelas, begitu pun syarat-syarat meminjamnya.

Apa itu CUMI?

Oke, jadi buat yang belum tau, CUMI adalah Rental Marketplace, aplikasi untuk meminjam atau meminjamkan barang dengan mudah dan aman. Karena menyadari bahwa nggak semua barang harus dibeli, platform aplikasi CUMI menyediakan pencarian toko maupun produk bagi mereka yang ingin meminjam barang, dan membuka peluang bagi mereka yang memiliki barang untuk dipinjamkan. Jadi disini kita bisa jadi vendor maupun jadi renter guys.
Download CUMI dulu ya guys.

Apa itu Vendor?
Vendor (alias pihak yang meminjamkan) adalah pengguna yang meminjamkan barang miliknya melalui CUMI.

Apa itu Renter?
Renter (alias peminjam) adalah pengguna yang meminjam barang melalui CUMI.

Gimana cara minjem di CUMI?

Yang pertama, tentu harus download aplikasinya dulu dong. Abis itu kalian tinggal ikuti aja langkah-langkah dan isi data sesuai instruksi.
1. Melengkapi profil data diri (nama lengkap)
2. Verifikasi email kita
3. Verifikasi nomor telepon atau handphone yang aktif. Nanti kita akan mendapat kode verifiasi yang harus kita masukkan
4. Mengisi infomasi bank dan nomor rekening
5. Verifikasi data diri dengan foto KTP jelas, kemudian foto diri memegang foto KTP (selfi),  tujuannya tentu untuk memproteksi vendor maupun renter.
Proses Registrasi dan data-data yang harus diisi.

Semua data harus dilengkapi biar bisa segera transaksi.
Kalau udah, tinggal tunggu akun kita diverifikasi oleh pihak CUMI, dan kalau sukses, kita bisa langsung memilih barang yang mau kita sewa. Nggak usah bingung nyarinya arena setiap barang dikelompokkan sesuai kategori. kategorinya ada banyak dan lengkap, udah kayak toko Palugada (Apa Lo Mau Gue Ada), hehe. Tinggal cari barang dan lakukan filter pencarian biar lebih gampang ya. Filter yang bisa dipilih ini berdasarkan ketersediaan barang di tanggal pinjam yang kita inginkan dan lokasi vendor yang terdekat dari lokasi kita.

Kategori barang  yang ada di CUMI

- Otomotif dan Industri
- Buku
- Pakaian & Kecantikan
- Elektronik & Gadget
- Game & Mainan
- Rumah & Taman
- Anak-anak & Bayi
- Musik & Audio
- Perlengkapan Kantor & Alat Tulis
- Pesta & Acara
- Fotografi & Videografi
- Olahraga & Outdoor
- Kesehatan
- Barang dan Jasa Lainnya
Kategorinya komplit. Mau sewa apa hari ini?
Kemarin pas banget aku lagi cari kursi lipet  buat foto-foto cantik nih diatas bukit. Kebayang kan sarapan di atas bukit sambil menikmati pemandangan gunung-gunung yang terbentang luas. Temenku bakalan bawa lazy bag, makanya aku pengen bawa kursi lipet kami bisa ngobrol cantik sambil ngerumpi gitu. Untung ada yang nyewain dan harganya terjangkau. Kalau beli bisa Rp 600 ribu lebih soalnya, sayang kan duit segitu.

Arus transaksi pinjam-meminjam di CUMI

Renter membuat formulir Inquiry, mengisi tanggal kapan mulai sewa dan kapan dikembalikan   -  Vendor melakukan tindak lanjut: Menyetujui/Membatalkan  - Kalau disetujui, maka kita akan bakal email notifikasi untuk melakukan pembayaran  -  Pembayaran diverifikasi oleh CUMI  -  Kita bisa ambil barang sesuai ketentuan awal (ada yang dikirim, ada yang harus diambil sendiri), jadi jangan lupa baca informasi detilnya ya  -  Kalau barang udah kita terima, barulah vendor menerima pembayaran dari CUMI.

Pembayaran bisa dilakukan melalui transfer rekening bank yang tercantum. Berhubung aku punya kode voucher, aku pakai deh kodenya. Lumayan bisa pinjem gratis hehe. Semua proses ini nggak perlu waktu lama, kayaknya cukup 5 menit, apalagi vendor yang kuhubungi waku itu fast response banget. 

Kita bisa meminjam barang selama masa waktu yang tertera di formulir inquiry, nanti kalau kita telat balikin, udah ada juga ketentuan berapa jumah denda yang harus kita bayar. Untuk barang-barang tertentu ada deposit yang harus kita bayarkan terlebih dahulu, buat jaga-jaga kalau selama masa peminjaman barang itu rusak. Kalau barang kembali dengan aman, uang deposit juga bakal dibalikin 100% kok. Tujuannya sekali lagi untuk kenyamanan kedua belah pihak, baik vendor  maupun renter.

Pengalaman Meminjam Barang di CUMI

Jadi kemarin aku mencari vendor yang lokasinya nggak jauh dari rumah, niat hati biar biaya antarnya lebih hemat, taunya di tempat tersebut barang harus diambil sendiri. Lebih enak juga sih soalnya nggak terlalu jauh dari rumah, jadi bisa kuambil sekalian cari makan.

Sesuai pesanan, barang yang kupinjam adalah kursi lipat merk salah satu merk outdoor ternama. Harga sewanya Rp 15 ribu perhari dan aku pinjam dari hari Sabtu - Senin (total 3 hari). Nah, berhubung ada fitur chat ke vendor, aku tanya deh ke vendornya, boleh nggak kalau barangnya kuambil hari Jumat sore dan ternyata boleh. Baiknya lagi, waktu sewaku tetap dihitung 3 hari, bukan 4 hari. Wah, senangnya. Kalian juga bisa memanfaatkan fitur chat tersebut buat nanya-nanya barang yang mau dipinjam hingga lokasi toko.

Sampai di lokasi, kami sama-sama mengecek kondisi barang dan dalam keadaan bagus. Kursinya ada warna hijau dan juga hitam.

Ini nih penampakan kursi lipetnya. Praktis buat nongkrong cantik diatas bukit, gunung, atau pantai. Bisa aja sih duduk di atas rumput atau beralas matras biasa, tapi kalau ada kursi lebih nyaman aja buat mager, hehe.
Kwitansi pembayaran, tapi aku nggak bayar karena dapet voucher dari CUMI
Besoknya, aku pun siap berangkat mendaki sambil membawa kursi tersebut. Lumayan panjang sih ya bentuknya, aku kira bisa dilipet lebih kecil, ternyata enggak. Tapi masih terhitung ringan jadi nggak terlalu menganggu. Apalagi aku nggak bermalam jadi bawaanku emang nggak banyak. Ini nih penampakan kursi yang kusewa beserta pemandangan yang kunikmati pagi itu.
Nikmat Tuhan  manakah yang kau dustakan?

Setelah selesai memakai kursi untuk liburan tipis-tipis hari Sabtu dan Minggu, aku mengembalikan kursi pinjaman ini sesuai tanggal yang kuisi kemarin (hari Senin), jadi waktunya sesuai. Setelah memastikan barang kembali dalam keadaan baik, transaksi ini pun selesai.

Praktis, mudah, dan murah. Terimakasih CUMI.

Media Sosial CUMI :


Squline, Kursus Bahasa Inggris Jaman Now

02.15 0 Comments
Bahasa Inggris adalah bahasa yang paling banyak digunakan di dunia saat ini, merupakan bahasa ibu untuk lebih dari 400 juta orang di seluruh dunia. Setiap harinya, jutaan orang menggunakan bahasa Inggris baik itu di tempat kerja atau di kehidupan sehari-hari. Ketika orang-orang dari bangsa yang berbeda saling bertemu, bahasa Inggris biasanya dijadikan bahasa penghubung yang digunakan oleh mereka. Termasuk aku yang serimg sekali traveling dan berinteraksi dengan banyak orang. Kemampuan bahasa Inggris meski hanya sekedar untuk sekedar bercakap-cakap tentu sangat diperlukan. Karena lingkunganku saat ini lebih sering bebahasa Indonesia dan daerah, aku ingin belajar bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuanku.

Aku mulai mencari informasi tentang kursus bahasa Inggris, ternyata banyak banget pilihannya. Ada yang membuka kelas konvensional seperti tempat kursus pada umumnya dan ada juga kursus bahasa Inggris online dengan jadwal yang super fleksibel. Wah, ini cocok banget buat traveler sepertiku yang jam kerjanya tidak terduga. Maklum, kalau lagi ada liputan event, bisa keluar kota sehari-hari. Dengan sistem kursus online gini kayaknya bakalan cocok. Ini berlaku juga buat para karyawan atau pegawai yang jam kerjanya dari pagi sampai malem. Mereka juga bisa ikut kursus di waktu senggang kapanpun mereka mau tanpa perlu capek dateng ke tempat kursus.

Maklum, bahasa Inggris dalam dunia kerja saat ini udah sangat dibutuhkan. Dengan skill bahasa Inggris yang baik, karier juga bisa terus menanjak. Berkomunikasi via email atau via teleconference dengan perusahaan pusat ataupun perusahaan cabang di negara lainnya menjadi pekerjaaan sehari-hari bagi mereka yang bekerja di perusahaan asing.

Trus apa nama kursus bahasa Inggris yang kamu maksud, Jet?


Namanya SQULINE. Dari informasi yang kudapat, Squline bermula pada tahun 2013 silam, ketika dua pemuda bernama Tomy Yunus Tjen dan Yohan Limerta sedang berada di China dan banyak permintaan dari teman-temannya di Indonesia yang ingin belajar bahasa China. Yohan Limerta, yang kini menjabat sebagai CTO Squline, berkisah awal mula berdirinya Squline adalah untuk mempertemukan siswa yang ingin belajar bahasa Mandarin dengan guru di China yang mahir bahasa tersebut.

Permintaan tersebut membuat mereka menyediakan jasa penghubung antara murid yang hendak belajar bahasa China atau Indonesia, dengan guru bahasa yang ahli di bidang tersebut. Semakin ke sini, permintaan atas hal tersebut semakin besar, dan dari situ pula Tomy dan Yohan memandang ini sebagai sebuah kesempatan bisnis besar.

Hal ini didukung oleh kehadiran komputer, smartphone, dan koneksi internet yang makin kencang yang bisa membuat sistem belajar-mengajar bisa dilakukan di mana aja dan kapan aja. Kemajuan teknologi inilah yang membuat para pendiri Squline menyelenggarakan kursus bahasa asing lewat saluran video call berbasis Internet.

Kursus Bahasa Asing di Mana Aja

Untuk mengikuti kursus bahasa asing di Squline, tersedia berbagai program yang biayanya juga beragam menyesuaikan program masing-masing. Untuk belajar bahasa Inggris misalnya, biayanya mulai dari Rp 690 ribu untuk 8 sesi dalam 1 bulan untuk SHORT COURSE. Ada juga BRUSH UP yaitu 1 sesi perhari selama 6 bulan, dan beberapa pilihan lainnya yang bebas kita pilih sesuai keinginan. Kelas dimulai dari jam 8 pagi sampai jam 9 malam setiap harinya.

Sebagai aplikasi yang menyediakan layanan berbayar, Squline juga menerapkan sistem pembayaran di dalam aplikasinya, jadi pengguna bisa membayar melalui transfer bank, internet banking, maupun kartu kredit.

Mengapa kursus online lebih efektif daripada kursus konvensional ?

Ketika kita belajar bahasa asing secara konvensional, kita akan mengalami beberapa kesulitan seperti berikut teman-teman:

1. Susahnya mengatur jadwal kelas antara kita dan guru
2. Waktu yang terbuang untuk mencapai tempat kursus
3. Tenaga pengajar yang tidak berpengalaman atau bukan pengajar asing / native
4. Biaya yang mahal
5. Bosan dan materi pembelajaran yang tidak menyesuaikan dengan masing masing murid

Karena itu Squline hadir untuk mengatasi kendala yang ada pada proses belajar mengajar konvensional di tempat kursus.

Metode Pengajaran dan Metode Belajar

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mendownload aplikasi Squline. Pilih kursus bahasa yang kita inginkan, terus masukkan data-data yang dibutuhkan. Kita bisa memilih jam, hari dannjuga tanggal yang sesuai dengan waktu senggang kita. Gurunya juga bisa milih lho. Kita juga bakal dapet 1 free session. Asik kan!


Setelah memesan jam untuk placement test, aku pun menunggu waktu tes itu tiba. Deg-degan sih soalnya udah lama nggak ngobrol sama orang asing. Paling nyeletuk-nyeletuk atau kosa kata ala kadarnya. Waktu itu aku pesan kelas jam 10 pagi dan tepat jam 10 kelas dimulai. Aku terhubung dengan Miss Zaidee Camaclang. Kami terhubung melalui video call melalui aplikasi Squline yang sudah kudownload sebelumnya. Selain itu kita bisa pakai Skype juga.

Tes berlangsung selama 30 menit. Sebelumnya aku sudah membaca materi yang bisa didownload oleh setiap peserta tes tergantung tes atau kelas yang dia ikuti saat itu, jadi nggak terlalu bingung. Selama 30 menit miss Zaidee menanyaiku banyak hal, tentang ambisi dan mimpi, tentang kesibukanku saat ini dan menampilkan sejumlah tokoh terkenal kemudian aku disuruh menjelaskan apa yang ku tahu tentang orang-orang tersebut.

Menyenangkan sih ikut kelas online seperti ini. Kalau nggak bisa jawab atau bingung tinggal bilang dan teacher kita akan membantu kita mencari kata atau membuat kalimat yang tepat. Nggak perlu takut dipelototin juga soalnya muka teachernya waktu tes kemarin nggak nongol, yang nongol gambar materi tes aja, hehe. Teachernya juga sabar dan telaten menghadapi murid seperti aku yang masih suka ngomong dicampur bahasa Indonesia.

Berdasarkan pengalaman kemarin, aku bisa membuat kesimpulan sederhana.

Beberapa kemudahan yang ditawarkan Squline yaitu:
1. Jadwal kelas sangat fleksibel karena kita bisa memesan kelas setiap hari Senin- Sabtu pukul 9:00 – 21:00
2. Kita bisa belajar dari mana aja karena kelas dapat diakses secara online, asal kita mempunyai koneksi internet yang stabil melalui gadget  ( laptop, desktop, tablet dan smart phone)
3. Di Squline tenaga pengajar adalah tenaga pengajar asing, native dan berpengalaman.
4. Biaya yang sangat terjangkau, dimulai dari Rp590.000/bulan
5. Karena kelasnya private 1-on-1, maka materi pembelajaran sangat menyesuaikan dengan kebutuhan setiap individu dan materi pembelajaran multimedia, kelas jadi sangat menyenangkan.

Sepertinya aku bakal ngumpulin uang lebih rajin biar bisa ikutan kursus di Squline ini. Apalagi pilihannya nggak cuma bahasa Inggris, ada bahasa Mandarin, Jepang, dan bahasa Indonesia. Kalau kalian penasaran dan tertarik juga meningkatkan kemampuan bahasa asing, kalian bisa baca informasinya di website di bawah ini ya. Selamat belajar juga!

Website :