Follow Me @rezadiasjetrani

Kamis, 28 Maret 2019

Koper dan Tas Kabin 7 Kg Ditimbang Nggak Sih?

09.07 37 Comments
Pasti banyak dari kalian yang punya pertanyaan yang sama juga kayak aku. Kira-kira bagasi kabin yang dibatasi beratnya 7 kg itu bakalan ditimbang nggak ya? Apalagi sejak beberapa maskapai  untuk penerbangan domestik menerapkan sistem bagasi berbayar. Banyak maskapai yang dulunya santai, sekarang makin ketat. Salah perhitungan, bisa-bisa biaya bagasi yang harus kita bayar malah bisa seharga tiket pesawatnya 😅. 

Nah, Maret 2019 kemarin sebelum liburan, aku sempet cari tau dulu nih. Jangan sampe ternyata semua bawaan ditimbang dan malah kena biaya kelebihan kabin atau bagasi terdaftar pas check in karena bakal lebih mahal.
Kebetulan aku bakal naik 3 maskapai, dengan rute sebagai berikut :
1. JET STAR = rute Jakarta - Singapore
2. AIR ASIA = rute Malaysia - Thailand
3. THAI LION AIR = rute Thailand - Jakarta
Awalnya sih kami berempat (aku, mami, Holly, dan Kiki) cuman beli bagasi tambahan buat pulang sebanyak 20kg untuk penerbangan terakhir (Thailand - Jakarta) dibagi 4 orang, jadi masing-masing 5 kg (yang ternyata kurang banget 😂).
Pas udah pada kumpul di rumahku di Pamulang, selesai packing kami masing-masing nimbang tas bawaan yang masuk kabin. Buset, ternyata semuanya kelebihan. Mami sampe 12 kg, aku 11 kg, Holly sama Kiki juga kelebihan. Sebenernya sih bisa diakalin, tas kabin dibikin 7 kg, sisanya masuk tas ransel atau tas tenteng kecil. Tapi karena isinya baju, ya tetep aja nggak bisa masuk ransel kecil.

Kami pun cari tau dulu biar tenang. Jadi dari yang kami baca, ada 2 versi pengalaman. Yang pertama, yang boleh diangkut ke kabin adalah tas koper, ransel, atau jinjing seberat 7 kg. Beban 7 kg ini adalah akumulasi dari keseluruhan barang yang kita bawa. Jadi kalau kita bawa koper + ransel kecil, jumlah keduanya maksimal 7kg. Ada juga yang bilang kalau tas jinjing atau tas ransel (kecil) nggak bakal diitung. Cuman koper kabin doang.

Meski demikian, karena kelebihan kami lumayan banyak dan ini penerbangan ke luar negeri, kami cari aman aja wes. Akhirnya kami sepakat buat nambah seluruh bagasi penerbangan kami biar nggak deg-degan pas check in. Maklum, sejak ada peraturan bagasi berbayar, maskapai makin ketat dalam menimbang berat bawaan penumpang. Pas flight Jogja-Jakarta 2 bulan lalu aja koper kabin ditimbang. Pas mau masuk waiting room ditimbang lagi jadi sampe 2 kali. 

Kami nambah 20 kg untuk 4 orang, jadi irit sih. Nah, penerbangan pulang ke Indonesia kami nambah lagi 20 kg jadi total 40 kg (masing-masing 10kg) karena pasti barang bawaan kami bakal membengkak penuh oleh-oleh dan itu terbukti. 
Tips buat kalian yang mau liburan ke luar negeri : 
1. Pilih koper dan  baju-baju yang ringan, biar nggak terlalu berat.
2. Mix and match baju. Kalau cuman 4 hari bawa celana aja 1 atau 2 buah, atasannya aja yang ganti-ganti.
3. Beli bagasi terdaftar pas beli tiket pesawat karena bakal jauh lebih murah dibanding beli bagasi pas check in di bandara. Kalau enggak, Air Asia masih bisa beli bagasi maksimal 4 jam sebelum jam keberangkatan kalau mau tetep beli murah (belum dihitung  harga bagasi check in).
4. Kalau mau buka jastip, pertimbangkan juga biaya bagasinya ya. 
Terus, kemarin beneran ditimbang nggak bagasinya, Jet?

Oke, jadi sesuai pengalaman kemarin, ini detil penimbangan bagasi yang kualami.

1. JET STAR = rute Jakarta - Singapore
Kami naik dari bandara Soekarno Hatta dan udah check in online. Pas mau masukin bagasi terdaftar, ternyata SEMUA KOPER ditimbang, baik itu bagasi kabin maupun bagasi terdaftar. Nanti tas kabin bakal dikasih label berwarna kuning yang langsung dipasang di tas kita. Nggak harus 7 kg pas kok, lebih dikit nggak papa semisal 7,5 kg gitu masih lolos.
Aturan bagasi kabin Jet Star.
2. AIR ASIA = rute Malaysia - Thailand
Kami naik dari KLIA 2 dan udah check in online. Label buat bagasi pesawat harus kita print sendiri di mesin, trus dipasang sendiri juga. Pas mau dimasukkin juga gitu, kita menuju ke belt buat masukin bagasi terdaftar sambil nge-scan QR code tiket kita, ntar dapet label barcode lagi buat ditempel di koper dan kita bawa (tempel di tiket). Kalau bingung, bakal ada petugas yang bantuin kok. 

Di KLIA 2 ada mesin timbang gratis, letaknya di pojokan, ada petunjuknya kok jadi liat aja papan penunjuknya ya. Setauku cuman ada 1 jadi antri lumayan panjang. Penimbangan disini cukup ketat, jadi kalau bisa sesuaiin beban bagasi kita ya. 

Nah, setelah koper bagasi terdaftar kita masuk, berikutnya kita (bersama koper kabin) menuju gate imigrasi. Disinilah bawaan bagasi kabin kita ditimbang guys. Ada petugas yang bakalan ngecek paspor + tiket pesawat + nimbang tas kita. 

Koper kabin dan tentengan yang keliatan besar bakalan ditimbang dan kita nggak bisa lolos. Kalau 7 kg lebih banyak (7,7 kg ke atas) petugas Air Asia bakal nyuruh kita beli bagasi kabin tambahan (dan ini lebih mahal dibanding bagasi pesawat). Kalau tas ransel kecil, tas tenteng, tas bahu emak-emak nggak bakal ditimbang kok. Soalnya tas itu bisa ditaro di bawah kaki, jadi nggak bakal ditimbang.
Aturan bagasi kabin Air Asia.
3. THAI LION AIR = rute Thailand - Jakarta
Kami naik dari bandara international Don Mueang. Buat kalian  yang pernah terbang dari bandara ini pasti tau sepenuh apa konter check in disini. Puenuuuuuuhhhh buangeeeeetttttt. Apalagi kemarin barengan sama rombongan turis Tiongkok. Dari jam 5 aja antriannya udah kayak uler, padahal flight kami jam 8.20 pagi. Untung dipisah. Kalau enggak kayaknya sampe jam 10 juga masih antri saking banyaknya. Parahnya lagi, kami nggak bisa check in online. Statusnya error terus jadi mau nggak mau ya antri sambil deg-degan semoga masih kekejar waktunya. 

Kalau naik Thai Lion Air kemarin, yang ditimbang cuman bagasi pesawat. Koper yang masuk kabin nggak ditimbang sama sekali dan nggak dikasih label juga. Yang penting keliatan koper kabin aja  udah aman. Di Don Mueang ini kalau mau nimbang kudu bayar. Untung di penginapan kami ada timbangan, jadi sampe bandara udah nyantai nggak perlu ribet atau panik bakal over baggage atau enggak. Tapi kalau mau nimbang gratis, coba melipir ke konter tiket Air Asia. Di pojokan ada timbangannya. Nah, kalian bisa kok numpang nimbang disitu secara gratis (tapi ya nggak terang-terangan apalagi kalau pesawat yang mau kalian naiki bukan Air Asia). Jalan aja melipir trus taro koper disitu trus jalan lagi 😅. Kemarin aku berhasil nimbang 5 koper + 4 tas ransel disitu dengan aman. Nggak mau rugi banget kudu bayar 1 baht buat nimbang tas ya (eh 1 baht apa 10 baht ya aku lupa ding). Kan lumayan tuh sekian baht dikali sekian tas 😁. 

Oke, jadi itu pengalamanku tentang bagasi kabin dan bagasi terdaftar pas liburan kemarin. Mungkin sepele bagi sebagian orang, tapi siapa tau info ini cukup penting buat yang lain. Apapun itu, dibawa enjoy aja lah ya. Yang penting liburan kita lancar. Selamat liburan! 

XOXO,
Jetrani

Senin, 25 Maret 2019

Mau Jadi Womenpreneur? Cobain Aplikasi Moka

21.06 0 Comments
Pada hari Kamis lalu tanggal 21 Maret 2019 di Harlequin Bistro, Kemang, aku berkesempatan untuk datang ke acara A Cup of Moka (ACOM) dalam rangka International Women's Day, yang mengusung tema "Cara Branding Taktis agar Sukses dalam Berbisnis". 


Wah, temanya cocok banget buat aku yang ingin mengembangkan bisnis onlineku yang sekarang ini rasanya belum banyak berkembang. Di acara ini, aku dapet banyak ilmu diantaranya tentang cara sukses biar bisnis kita lebih maju dan berkembang, bagainana cara promosi produk kita, menentukan merk, logo, font, packaging, dan lain sebagainya.

Oiya, sebelumnya aku jelasin dulu ya apa itu A Cup of Moka. Kirain bakal bahas kopi, tapi ternyata Moka ini adalah nama aplikasi. Bagi sebagian orang, mungkin udah ada yang tau apa itu Moka yang dulu lebih dikenal sebagai Mokapos ini. Tapi buat yang baru denger juga, berarti kita sama, hehe. Jadi, Moka adalah software kasir online yang dapat mempermudah kita dalam mengelola berbagai jenis usaha dan toko seperti restoran, kafe, kedai kopi, salon kecantikan, barbershop hingga toko baju dan aksesoris. 

Kita tinggal download aplikasinya di playstore maupun appstore. Dengan menggunakan software POS kasir dari Moka, kita bisa melakukan berbagai kegiatan administrasi seperti memeriksa stok barang hingga mencatat laporan penjualan jadi kita bisa fokus melayani pelanggan dan mengembangkan bisnis kita ke level selanjutnya.

Moka sendiri telah dipercaya oleh lebih dari 14.000 bisnis pada lebih dari 200 kota dan kabupaten di Indonesia. Moka menyediakan aplikasi Point of Sale (POS) dengan berbagai fitur yang memudahkan pelaku bisnis, serta berbagai macam produk yang mendukung kemudahan bisnis seperti Moka Mobile Payment, Moka Capital, dan Moka App Marketplace.

Di acara ACOM Special on International Women's Day ini,  para speakersnya adalah womenpreneur yang sangat inspiratif diantaranya : 

1. Elisa Suteja, Deputy CEO of Fore Coffee⁣
2. Erica, Founder of Buumi Playscape⁣
3. Desta Rissa, Owner Mimo⁣ Cooks & Coffee
4. Dr. Shirley M Oslan, Owner of Mad For Makeup
5. Debby Lufiasita, Community Activation Manager Moka
6. Hutami Nadya, Data Analyst Moka
7. Putri Habibie, Owner Ladybake Cooking Class

Acara A Cup of Moka ini juga didukung oleh DBS Indonesia, PT. Pegadaian (Persero), dan juga Revu Indonesia. 

Setelah menikmati hidangan yang disediakan, acara pun dimulai dengan presentasi oleh kak Unity Oktafiagusti dari Revu Indonesia yang membahas tentang branding yang efektif. Kak Unity membahas tentang perkembangan branding dari tahun ke tahun hingga di jaman millenial sekarang. Menurutnya, saat ini branding lebih efektif jika dilakukan di online, bisa berupa endorse dengan influencer/ artis, mensponsori acara lokal, maupun bekerjasama dengan blogger dan vlogger untuk melakukan review produk.

Hidangan yang disediakan di acara kemarin.
Kak Unity dari Revu Indonesia yang ngajarin strategi branding yang tepat.
Berikutnya ada mas Bayu Ramadhan, VP of Brand & Marketing Moka yang menjelaskan apa itu Moka dan bagaimana cara kerjanya. Sebagai pelengkap, bersama mas Bayu, di tengah panggung hadir juga ibu Ir. Nita Yudi, MBA selaku Ketua Umum IWAPI. IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) adalah suatu organisasi yang memiliki visi: Untuk memberdayakan dan memperkuat kaum perempuan di UKM, untuk meningkatkan kemampuan anggota, membantu para womenpreneur untuk mendapatkan akses baik itu ke teknologi baru, pemasaran, atau jaringan dan bantuan keuangan. Bisa dibilang IWAPI adalah wadah bagi para wanita yang memiliki bisnis dan ingin bisnisnya lebih berkembang.

Acara utama ACOM on International Women's Day pun tiba, yaitu penandatanganan kerja sama antara Moka dengan IWAPI. Moka dan IWAPI menjalin kerja sama untuk memfasilitasi pelaku UMKM di bawah naungan IWAPI dalam dua lingkup utama, yaitu melalui produk Moka point of sales (POS) dan program edukasi bisnis kreatif. Produk Moka POS yaitu pemanfaatan solusi operasional melalui teknologi real-time agar pelaku usahsa dapat menjalankan bisnisnya sehari-hari dengan lebih efisien, serta program edukasi bisnis kreatif yang akan berfokus untuk meningkatkan inovasi para womenpreneur
Penandatanganan kerjasama antara Moka dengan IWAPI.
Moka memang bekerjasama dengan IWAPI juga memberikan seminar dan pelatihan UKM dan melakukan roadshow ke seluruh Indonesia. Mas Bayu Ramadhan yakin kalau dengan teknologi akan memberikan manfaat yang besar bagi pengusaha wanita di Indonesia. Ini sih aku setuju banget sama mas Bayu. Mereka menargetkan akan memfasilitasi hingga lebih dari 3.000 womenpreneur di bawah naungan IWAPI skala nasional di sepanjang tahun 2019 ini. 

Setelah penandatanganan, kami masih mendapat banyak ilmu dari sejumlah pembicara lain yaitu Deputi CEO Fore Coffee (Elisa Sutedja), Founder Buumi Playscape (Erica), Owner Haimimo (Desta Rissasanti), Owner MadForMakeup (dr. Shirley Oslan) dimana keempatnya saling menceritakan tentang brand masing-masing dari mulai awal usaha hingga bisa terkenal seperti sekarang. Mereka berkisah tentang bagaimana awal mula terbentuknya brand yang mereka naungi dan strategi branding yang efektif.

ACOM hari itu ditutup dengan cooking class bersama mbak Putri Habibie yang sore itu tampil manis dan cantik sekali. Peserta diajak membuat banana smoothie dan Poke Bowl. Pisang dan buah naga diblender menggunakan hand blender hingga tercampur menjadi satu, lalu kita tata buah diatasnya misalnya pisang, kiwi, anggur, dan stroberi. Bisa juga ditambahkan almond dan taburan lain yang kita inginkan.
Banana smoothies yang nggak sabar buat segera diicip.
Kalau Poke Bowl sendiri seperti nasi yang ditaburi oleh salmon atau tuna segar dicampur sayuran dan saus khusus. Poke Bowl adalah makanan khas Hawaii, sepintas mirip sushi cuman bedanya nggak berbentuk lingkaran atau dikepal. Bahan-bahan yang digunakan kemarin diantaranya nasi, ikan salmon, kecap asin, mayones, alpukat, dan bubuk cabe. 

Acaranya seru banget dan inspiratif. Aku yang awalnya minder karena kupikir yang dateng adalah para womenpreneur sukses, jadi lebih percaya diri dan semangat buat mengembangkan bisnisku. Buat kalian yang juga punya usaha kecil, jangan minder karena usaha kita belum besar seperti yang lainnya. Percayalah bahwa UMKM seperti kita juga bisa mempengaruhi ekonomi negara lho.

XOXO, 
Jetrani

Minggu, 24 Maret 2019

Mau Liburan ke Luar Negeri untuk Pertama Kali? 13 Hal Ini Harus Kamu Siapin.

21.44 0 Comments
Bagi sebagian orang, liburan ke luar negeri adalah hal yang mewah dan mahal. Kita harus bikin paspor dulu, mengajukan visa (untuk negara tertentu), booking tiket pesawat pulang-pergi, booking penginapan dan juga memikirkan akomodasi-transportasi-makanan selama disana.

Padahal, kalau mau dihitung-hitung dan cerdas dalam mencari tiket murah, liburan ke luar negeri nggak semahal yang dibayangkan kok. Kebetulan dalam liburan terakhirku kemarin, Maret 2019, selain mengajak mami, aku mengajak 2 temanku yang baru pertama kali mau ke luar negeri yaitu Kiki dan Holly. 

Aku rasa udah banyak yang mengulas tentang hal ini, tapi aku juga mau ngasih tips berdasarkan pengalaman pribadiku, buat kalian yang mau liburan juga ke luar negeri untuk pertama kali. Beberapa hal di bawah ini aku rasa harus kalian siapin :

1. Bikin paspor

Yak, ini adalah syarat mutlak buat kalian yang mau keluar negeri. Bikin paspor dulu karena kalau nggak punya paspor kalian nggak mungkin bisa pergi. Paspor adalah identitas internasional yang harus dimiliki oleh seseorang yang ingin meninggalkan negaranya dan memasuki negara lain. Mungkin bisa dibilang paspor ini semacam kartu identitas seperti KTP. Makanya, kita harus menjaga paspor sebaik mungkin jangan sampai hilang.

Nanti bagian dalam paspor akan di stempel ketika keluar dan masuk imigrasi setiap negara. 
Tips dari aku nih, biasain scan atau foto semua dokumen penting milikmu dan simpen di folder hp atau di drive, baik itu KTP, SIM, maupun paspor. Syukur-syukur kalau sebelum pergi paspor difotokopi beberapa lembar dan disimpan di koper atau di tas yang sekiranya aman (kalau paspor asli selalu aku bawa kemana-mana). Fotokopi ini berguna sebagai dokumen cadangan untuk mendapat SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor). SPLP adalah surat perjalanan yang dikeluarkan oleh KBRI ketika ada warga negaranya yang kehilangan paspor. Dengan SPLP ini, kita bisa kembali ke Indonesia meskipun paspor kita ilang.
Jangan lupa memfoto kopi paspor ya.

2. Tentukan negara tujuan

Berikutnya, tentukan negara mana yang ingin kalian tuju. Sebagian besar orang Indonesia menjadikan Singapore, Malaysia, juga Thailand sebagai negara pertama yang mereka kunjungi jika ingin ke luar negeri. Selain deket dari Indonesia, harga tiket ke negara-negara ini termasuk murah dan banyak promonya guys. Selain itu negara-negara di Asia Tenggara juga bebas visa. Cukup modal paspor doang.

3. Mulai hunting tiket promo

Harga tiket pesawat tentunya akan berpengaruh terhadap budget liburan kita. Semakin jauh dari waktu keberangkatan, maka harga tiket akan makin murah. Biasanya, maskapai yang sering dicari adalah Air Asia, Jet Star, Scoot, sama Lion Air. Kemarin waktu berangkat dari Jakarta-Singapore aku naik Jet Star, Kualalumpur-Thailand naik Air Asia, dan Thailand-Jakarta naik Thai Lion Air.
Saatnya nyobain berbagai jenis maskapai yang jarang kita naiki di Indonesia.
Sebagai informasi, sekarang ini Air Asia udah agak susah dicari di agen tiket online seperti Traveloka, tiket.com, jadi mending langsung beli di situsnya aja www.airasia.com, harganya juga lebih murah dan kalian bisa dapet poin. Situs lain yang aku gunakan adalah www.airpaz.com. Situs ini mirip kayak skyscanner jadi langsung bisa bandingin harga semua maskapai dan jauh lebih murah dibanding agen tiket online. Pembayarannya bisa via transfer bank (internet dan mobile banking), atau transfer via ATM juga bisa.

4. Tentukan tempat wisata yang ingin dikunjungi 

Abis dapet tiket murah dan menentukan mau liburan berapa hari, segera tentukan destinasi yang pengen kalian datengin. Kalau untuk pemula, biasanya yang dipilih adalah destinasi wajib dan hits. Nggak papa...itu hal yang wajar kok. Soalnya liburan terasa belum sah kalau belom foto di icon populer negara tujuan. Jangan lupa buka map untuk tahu lokasi dari satu destinasi ke destinasi lain, jadi kalian bisa datengin sesuai urutan biar nggak buang-buang waktu.
Paling enak kalau punya peta wisata kayak gini.

5. Booking hotel terlebih dahulu

Kalau udah tau mau dateng kemana aja, berikutnya adalah booking hotel terlebih dahulu. Banyak juga yang bilang hotel bisa dicari di lokasi, tapi karena aku tipe yang lebih nyaman ketika semua hal udah kusiapkan sebelum datang, ya mendingan booking dulu. Cari penginapan di pusat kota atau dekat dengan destinasi wisata yang kalian tuju. Biar murah, cari kamar berbentuk dormitory, ada yang khusus laki-laki atau perempuan dan ada yang campur. Jangan lupa bawa gembok buat ngunci loker, siapa tau disana nggak nyediaiin gembok.

Kamar dormitory ini selain murah, bikin pengalaman liburan makin berkesan karena kita "dipaksa" untuk berinteraksi dengan sesama wisatawan dari berbagai belahan bumi lainnya.
Kamar model dormitory gini lebih irit. Bagi sebagian orang enakan pergi rame-rame biar bisa sekamar sama teman 1 genk. 

6. Kenali dan cari tau transportasi negara tujuan

Kalau di Indonesia terbiasa pergi bawa motor atau mobil sendiri, maka di luar negeri harus latihan naik transportasi umum. Sebagian besar negara-negara di Asia Tenggara udah punya sistem tranportasi publik yang baik. Kalau di Singapore, sebaiknya beli Ezlink atau Singapore Tourist Pass untuk mempermudah mobilisasi. Selain bisa digunakan untuk bayar tiket bis dan MRT, harganya juga murah dibanding naik taksi atau grab.
Peta SMRT (Singapore MRT). Awalnya bingung, tapi nanti kalau dah ngerti rutenya jadi gampang.
Sekarang Indonesia juga udah punya MRT sendiri dan lebih bagus dari ini lho.
Naik bis di Singapore nggak perlu takut kena macet karena jalanan di Singapore cenderung sepi dan nggak macet. Ini karena sebagian besar warganya lebih memilih naik transportasi publik. Ya gimana nggak betah, pedestriannya juga nyaman dan aman.

Kalau di Kualalumpur Malaysia, naik bis bakalan jadi peer karena jalanannya lumayan macet. Kalau buru-buru lebih aman naik kereta atau MRT tapi harganya lebih mahal. Opsi lain kalau pergi rame-rame, bisa naik grab karena grab disini murah juga kayak di Indonesia dan kita bisa berhenti di depan lokasi wisata tujuan nggak perlu jalan kaki terlalu jauh.

Thailand sendiri juga terhitung punya transportasi publik yang lengkap dan murah mulai dari bis, kereta, grab car, sampai naik kapal. Kalian harus nyobain naik kapal menyusuri sungai Chao Phraya, murah bangeeeeet. Kalau tuk-tuk sih aku nggak nyoba soalnya pas kemarin bandingin sama grab dan taxi, harganya bisa 2 kali lipatnya. Huft :(

7. Bawa makanan siap saji atau makanan kering untung jaga-jaga (bagi yang muslim jangan lupa hunting lokasi warung makan halal)

Buat kalian yang punya lidah lokal (kayak aku), bumbu masakan di beberapa negara kadang kurang pas di lidah. Aku yang di Indonesia suka makan tom yum, pas nyobain aneka makanan berkuah disini langsung nggak selera makan lagi. Selain super asem, ada rempah (kayaknya sih dari daun apa gitu) yang menurutku rasanya "wagu" banget. Ternyata Holly, Kiki, dan mami juga merasakan hal yang sama.  Akhirnya biar aman, kami cari nasi putih atau roti di Sevel yang berlabel halal. Harus telaten tapi pasti nemu kok. Gimanapun makanan yang masuk ke tubuh harus kita perhatikan kehalalannya ya guys.

8. Siapkan kartu atau modem wifi untuk jaringan internet dan telepon

Karena aku tipe yang males bongkar pasang sim card (apalagi aku sama mami), maka kami berempat waktu itu sepakat buat sewa  modem wifi. Jatuhnya lebih murah dan bisa dipake untuk 5 gadget. Kalian bisa bandingin aja passpod id sama javamifi ya. Tarifnya beda-beda tergantung paket yang kalian ambil. Waktu itu kami iuran Rp 175.000,00 per orang untuk internetan tanpa putus selama 10 hari-3 negara. Murah banget kan? Plus kita juga dipinjemin power bank jadi nggak perlu khawatir kalau modem udah low bat. 

Kalau kemarin aku sewa passpod. 

9. Jangan lupa nuker uang atau tarik tunai di ATM negara tujuan sesuai logo bank yang kita punya

Meski punya uang dollar Amerika selalu laku dimanapun, nggak mungkin juga kita cuman bermodal dollar Amerika kan? Kemarin sih aku lebih nyaman buat nuker uang di money changer, bisa di kota asal kita, atau bisa di negara tujuan. Banyak juga yang ngasih tips buat tarik uang aja di ATM, nah masalahnya aku kan butuh uang pecahan. Buat bayar grab, jajan, atau apa aja lah. Kadang kalau uang kita besar, mereka nggak punya kembalian. Makanya selalu kantongi koin atau pecahan kecil mata uang lokal di kantong. Supir taksi, bus, atau grab sering nggak sedia kembalian untuk pecahan uang besar.

Selalu sedia uang pecahan ya. 

10. Bawa kalkulator kecil kemana-mana (pake HP juga bisa sih tapi enakan pake kalkulator kecil)

Mungkin kita nggak selalu bisa berbahasa lokal. Untuk Malaysia dan Singapore aja bisa pakai bahasa Inggris atau Melayu, tapi di Thailand, China, Korea, masyarakatnya nggak begitu lancar bahasa Inggris. Makanya wisatawan yang dateng ke sana seringkali kesulitan ketika berkomunikasi dengan masyarakat lokal.

Kalaupun bisa bahasa Inggris, kadang suka terdengar asing atau Inggris logat lokal. Kesulitan ini juga berlaku kalau kita bertanya soal harga. Misal mereka bilang "one hundred baht". Ntar kalau kita nawar "fifty baht" masih sering miskom. Mending pake angka aja yang jelas biar nggak miskom. Jadi ga perlu nawar pake bahasa tarzan 😅.

11. Bawa obat-obatan pribadi seperti  obat diare, penurun demam, koyo, dan mutivitamin.

Perbedaan makanan dan juga cuaca, bisa bikin kita sakit lho. Makanya, bawa obat-obatan yang sering kita minum di Indonesia seperti obat diare, obat maag, obat masuk angin kayak antangin atau tolak angin, dan jangan lupa bawa minyak kayu putih. Cocok banget kalau mendadak mual atau pusing.

Kalau koyo sih perlu juga karena pas liburan pasti hampir tiap hari kita jalan dan bergerak. Kalau pegel, tinggal tempel :P.

12. Jangan lupa bawa International Adaptor

Tiap negara punya standar colokan listrik masing-masing yang berbeda dengan yang kita gunakan sehari-hari. Biar nggak mati gaya, jangan lupa bawa international adaptor dan juga T listrik biar gadget kita bisa dipake dimana aja. Kalo T listrik perlu banget, biar nggak rebutan sama temen pas mau nge-charge. Apalagi kalau yang mau di charge ada banyak dari mulai HP, powerbank, sama baterai kamera.

Sebagai panduan, negara-negara Uni Eropa punya colokan yang sama persis dengan Indonesia, berkaki dua dan bulat. Amerika, Jepang, dan Korea punya model colokan berkaki dua dan pipih. Singapura punya colokan berkaki tiga. Kalau Thailand colokannya sama persis dengan Indonesia.
Rutinitas setiap malam. Makanya jangan lupa bawa colokan dan juga T listrik.

13. Yang terakhir, bikin rencana perjalanan secara detil  

Kecuali kamu adalah tipe orang yang mengikuti kemana air mengalir, punya waktu luang dan uang yang banyak, tips terakhir ini nggak berlaku. tapi berhubung aku cuma punya waktu maksimal 10 hari untuk eksplore 3 negara, maka rencana perjalanan harus kususun dengan rapi. Maklum, ada suami yang harus diurusin dan juga usia kandungan yang makin bertambah, bikin aku nggak bisa kelayapan seenak jidat. 

Yang kususun mulai dari rute destinasi wisata yang ingin kudatangi, bagaimana cara kesana, berapa lama disana, biaya apa yang harus kukeluarkan, dan cara menuju destinasi selanjutnya. Untuk biaya makan, transportasi, hotel, juga kucari tau jauh-jauh hari, jadi udah punya gambaran bakal habis budget berapa (ini berguna buat nuker uang nanti). Jangan sampai kita malah kekurangan uang. Kalau sisa aja masih bisa dituker ke rupiah lagi, lha kalau kurang? Kita ini backpacker bukan begpecker kan 😋.

Jangan lupa, cari tau moda transportasi apa yang harus kita naiki. Naik dari mana - turun di mana. Jangan sampai salah naik bus, atau salah arah. Kami sempet kejadian pas di Singapore. Nomer bisnya udah bener, tapi arahnya yang salah. Untung aja aku buka map...bukannya mendekati tujuan, ternyata malah menjauhi. Makanya selalu pantengin map pas naik transportasi umum ya biar yakin kita nggak salah arah. 
Memang, menyiapkan berbagai hal sebelum liburan ke luar negeri meskipun terkesan ribet, menurutku jauh lebih baik daripada ntar kita pusing pas udah di sana. Selain membuang waktu, yang ada bikin buru-buru dan deg-degan karena nggak tau apa-apa. Makanya, jangan males buat nyiapin hal apa aja yang harus disiapin biar perjalanan kita aman dan nyaman terkendali ya guys.

XOXO, 
Jetrani