Follow Me @rezadiasjetrani

Senin, 30 Januari 2017

Lereng Lawu, Negeri Diatas Kabut

22.37 9 Comments

Pagi itu, Sabtu 28 Januari 2017 tak seperti biasa aku libur. Kebetulan tanggal merah karena ada hari raya Imlek. Lumayan, Sabtu bisa libur jadi aku dan @xspheriks aka Jarwo berencana untuk naik gunung Merapi bersama beberapa teman lain. Mas Jarwo yang selama ini kerja di Jakarta udah dateng ke Jogja sejak Jumat pagi. Tenda, nesting, kompor, matras dan berbagai printilan lainnya sudah aku siapkan. Pertamanya mau bawa daypack tapi gatau kenapa yang dibawa jadinya banyak banget dan nggak muat, alhasil pake carrier yang udah cukup lama disimpen doang di lemari.

Kelar packing, hpku berbunyi.

"Jet, Merapi badai. Aku nggak jadi naik."

Begitu isi pesan singkat dari temanku yang berencana naik Merapi di hari Jumat kemarin. Hmm...Merapi badai dan hari ini masih badai. Kalaupun aku jadi ke Merapi sama aja boong nggak bisa naik. Akhirnya aku mengirim WA ke mas Jarwo berisi screenshot chat dari temanku itu.

"Ya udah, kalo gitu ke Lawu aja, main ke kawah."
"Kamu belum pernah ke kawah sama studio alamnya kan? Kita gak usah muncak."
tambahnya.

"Oke cabs !" jawabku langsung

Kamis, 26 Januari 2017

Kali Kedua ke Karimunjawa

15.22 2 Comments
Siapa yang tak kenal dengan Karimunjawa? Pulau yang terletak di sebelah utara pulau Jawa ini katanya punya jumlah pulau sebanyak 27 buah dimana sebagian ada yang berpenghuni, tapi lebih banyak yang tidak. Lima diantaranya merupakan pulau yang berpenghuni yakni Pulau Karimunjawa itu sendiri, Pulau Kemujan, Pulau Nyamuk, Pulau Parang dan Pulau Genting. Pulau-pulau ini dihuni oleh beberapa suku yang ada di Indonesia, seperti suku Jawa, suku Madura, dan suku Bugis. Suku Jawa banyak yang bertani dan memproduksi alat kebutuhan rumah tangga, suku Bugis adalah pelaut andal sehingga berprofesi sebagai nelayan, dan suku Madura banyak juga yang berprofesi sebagai nelayan tetapi memiliki kelebihan membuat ikan kering. Ada pula para pendatang yang bekerja sebagai nelayan kemudian tinggal dan menetap di pulau Karimunjawa.

Selasa, 17 Januari 2017

Tahun Baruan di Pantai Butuh

15.07 0 Comments


Haloooo selamat tahun baru ! Ah basi Jet. Bulan Januari aja udah setengah jalan. Ya pokoknya mau cerita aja kalo di tahun baru 2016 ke 2017 kemaren, aku dan teman-teman ada : Mas Didin, Mbak Tari, Laju, Heri, Pram, Mbak Rico, Kang Agung, Yoga, dek Uni, Ullah dan juga Cuiy camping ceria di salah satu pantai tersembunyi di Gunung Kidul namanya Pantai Butuh.

Dari namanya aja udah tau kan kenapa kami kesini? Ya soalnya kami semua butuh.....butuh kasih sayang (hoek!). Berhubung aku ini anaknya rajin, hari Sabtu aku masih kerja sampai jam 13.00 siang. Pulang kantor, mandi, beres-beres, trus nungguin mas Didin jemput. Jam 16.00 sore akhirnya aku, mas Didin, Ullah dan Cuiy siap buat berangkat sedang Pram, dek Uni, Yoga sudah berangkat duluan. Sisanya berangkat sekitar jam 17.00 karena mereka harus ambil tenda dulu.

Dari kota Jogja dibutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk tiba di pantai ini.Beneran jauuuuuh pokoknya. Kalau ke kota lain mah udah sampe Solo. Tapi semua itu dilalui juga demi ke-khidmat-an acara pergantian tahun karena kami nggak mau camp di pantai yang mainstream karena pasti bakalan rame banget. Bermodal GPS, kami pun memulai perjalanan panjang ini. 

Jarak kota Yogyakarta ke pantai Butuh 60 km dan dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi kurang lebih 1 jam 30 menit. Tapi kemaren karena pelan-pelan dan banyak berhenti, perjalanan kami hampir 2 jam sih. Untuk menuju Pantai Butuh ini ada dua rute, tapi menurutku lebih enak lewat Siluk karena relatif lebih sepi dari kendaraan besar (bis, mobil) yang pasti kita temui jika melewati Jalan Wonosari. 

Rute Pertama :
Yogyakarta > Imogiri Bantul > Siluk > Panggang > Giriwungu > ambil arah kiri menuju daerah Saptosari > Ngloro (ambil yang lurus, kemudian ada pertigaan ambil kanan > Pertigaan Ngejaman > SMPN 2 > liat plang menuju ke  Pantai Ngeden > sebelum sampai pantai Ngeden ada pertigaan kecil belok ke kanan > ikutin jalan naik-turun yang lumayan jauh >Pantai Butuh.