Follow Me @rezadiasjetrani

Selasa, 12 November 2019

Pengalaman Menginap di Airy Rooms Pertama Kali, Nggak Kecewa Sama Sekali

18.18 4 Comments
Setelah melahirkan, aku sama sekali belom liburan atau staycation. Boro-boro liburan, mau nonton aja nggak bisa karena maunya deket sama anak mulu. Alhamdulillah, akhir pekan lalu bisa kabur sejenak dan memutuskan buat staycation lagi sama mas. Biasanya berdua, kali ini bertiga sama Saga. Awalnya bingung mau nginep dimana, hingga akhirnya kami yang sejak dulu penasaran sama AiryRooms memutuskan buat nyobain nginep dan merasakan sendiri sensasi hotel budget.

Bentar...staycation di hotel budget sama anak kecil? Emang nyaman? Emang kamarnya bagus? Repot nggak sih? Eits! Jangan salah. Nggak ribet sih asal kita sebagai orang tua nggak heboh bawaannya. Inget, kita mau staycation bukan pindahan. Soal kamar, jangan khawatir. Airy Rooms ternyata punya banyak pilihan kamar dan tipe akomodasi sesuai selera kita.

Kamar Suite di Airy Fatmawati, Jakarta. 

Apa Sih Airy Rooms Itu? 

Airy Rooms adalah perusahaan teknologi yang mengelola kamar-kamar berkualitas dengan harga terjangkau. Airy Rooms merupakan Accomodation Network Orchestrator (ANO) yang bermitra dengan banyak hotel budget terbaik di Indonesia.

Didukung dengan teknologi terkini, mereka memberikan pengalaman menginap terbaik dengan harga terjangkau. MANTAP! Siapa sih yang nggak mau kamar bagus dengan harga yang ramah di kantong? 😁

Mulailah pencarian kami dimulai. Bingung juga mau nginep dimana saking banyaknya pilihan. Apalagi makin hari, penginapan murah makin banyak. Tapi, penginapan murah dengan fasilitas yang nyaman dan lokasi yang strategis, perlu sedikit tricky.

Ada yang murah banget, tapi kamarnya nggak enak. Terus banyak dapet review jelek dari orang-orang yang abis nginep disana. Atau ada yang harganya murah, kamarnya bagus, tapi lokasinya ada di nggak muncul di google map saking jauhnya 😁. Ada lebih dari 1000+ kamar Airy yang tersebar luas di 33 kota di Indonesia.

Jaminan Kenyamanan dari Airy Rooms

Dari yang kubaca, ternyata Airy Rooms memberikan 7 jaminan kenyamanan di setiap kamarnya. 7 jaminan tersebut yaitu :
1. Tempat tidur yang bersih dan nyaman
2. AC
3. Shower air panas
4. TV layar datar
5. WiFi gratis
6. Perlengkapan mandi 
7. Air minum dan snack gratis. 

Selain itu mereka berani ngasih Best Stay Guarantee dimana Airy menjamin pengalaman menginap terbaik melalui standar kenyamanan yang wajib tersedia di setiap kamar Airy. Kalo kita merasa nggak sesuai, kita bisa klaim dengan mengisi formulir gengs. Ah, masak sih? Harus dibuktiin sendiri nih.

Kamipun akhirnya memutuskan untuk menginap di Airy Fatmawati Abdul Majid Raya No.12 . Kenapa nginep disitu? Soalnya aksesnya gampang. Tinggal naik MRT terus turun di Stasiun Cipete Raya, lanjut naik taksi online nggak sampe 10 menit, sampe deh. Harga kamar per malam untuk menginap tanggal 2-3 November 2019 adalah Rp 205.800,00. Jangan lupa selalu CEK PROMO karena selalu ada promo dari Airy. Waktu itu aku pakai kode promo potongan 20% jadi kami cuma bayar Rp 164.640,00 .

Dapet potongan harga hingga 20%, jadi makin hemat. 

Menginap di Airy Rooms

Seperti akomodasi lainnya, jam check-in adalah jam 14.00. Tapi kami baru sampe lokasi sekitar jam 5. Maklum bawa bayi. Jadi ngurus ini itu dulu 😁. Lokasinya ada di pinggir jalan utama dan sesuai dengan map. Nggak pake bingung, nggak pake nyasar. Ada papan penunjuk yang menjelaskan kalau bangunan 5 lantai ini adalah bangunan Airy Rooms.

Ada papan penunjuk yang jelas, dijamin nggak nyasar.

Sampe di Airy Fatmawati, mas resepsionisnya dengan baik hati memindahkan kami ke kamar di lantai bawah biar kami nggak perlu naik turun tangga.

Resepsionis di Airy Fatmawati.
Proses check-in nya udah canggih, kami cukup scan barcode yang udah kami dapet sebelumnya dan mengisi nama lengkap + nomor ktp. Terus keluar deh kode pin kamar. Aman. Kalo kodenya salah, ya orang nggak bakal bisa masuk kamar. Jadi jangan sampe ilang atau lupa kodenya ya.

Proses Check-In
Memasukkan nomor identitas dan juga nomor PIN untuk masuk kamar.
Kami memberikan deposit sebesar Rp 200.000,00 sesuai dengan peraturan yang ada di akomodasi. Deposit akan dikembalikan saat check-out maksimal jam 12.00, sementara waktu check-in adalah pukul 14.00, tipikal hotel-hotel budget.

Sebelum masuk kami memasukkan PIN untuk membuka pintu ke alat yang tersedia, tunggu hingga bunyi klik dan pintu terbuka. Untuk mengunci kamar dari luar, tutup pintu seperti biasa dan tempelkan jadi ke kode pemindai sidik jari hingga terdengar bunyi klik, pintu pun terkunci. 

Oiya, parkir mobil dan motornya luas. Ada 2 lokasi parkir, di basement dan di ground floor jadi nggak perlu bingung mau parkir dimana dan nggak ribet keluar masuk. Terus di depan hotel ada warteg. Iya. Warteg. 24 jam. Makin berbahagialah aku karena aku bisa makan tempe mendoan panas dicocol sambel kecap besok pagi 😁. 

Kamar Sesuai dengan Foto yang Terpampang di Website

Kamipun masuk ke kamar untuk beristirahat. Pas masuk kamar, sesuai dengan yang di foto. Kasur besar yang muat untuk kami bertiga, TV layar datar, wastafel untuk cuci piring (penting banget apalagi kalo bawa bayi), area buat naro makanan dan alat makan, rak sepatu, lemari plus hanger, cermin besar, kulkas mini (duh bahagia banget budget segitu ada kulkas segala), meja kerja + kursi disamping tempat tidur dan area yang lumayan luas untuk shalat berjamaah.

Kamarnya lega, nggak terasa sumpek sama sekali. Kalo kamar mandinya standar, shower dengan air panas, kloset duduk dan wastafel. Handuk bersih ada 2, tapi nggak dapet sandal hotel ya. 

Lemarinya besar, memiliki banyak ruang untuk menyimpan barang bawaan seperti koper, tas kecil, dan baju-baju kotor.

Souvenir dari Airy Rooms

Yang bikin Airy Rooms beda dari hotel budget lainnya, Airy memberikan beberapa fasilitas tambahan di setiap kamarnya, seperti bantal, pouch perlengkapan mandi dan kotak snack. Gemes banget bentuknya kayak koper mini gitu dan isinya air mineral sama cemilan. Buat kalian yang pengen “oleh-oleh” kecil dari liburan kalian, pouch perlengkapan mandi Airy Rooms beserta isinya yaitu sisir, body wash dan shampoo bisa dibawa pulang kok.

Warnanya biru dengan logo khas Airy Rooms yang lucu. Sedangkan untuk bantal dan kotak snack, nggak boleh dibawa pulang ya, cukup difoto aja biar bisa digunakan oleh tamu berikutnya.
Ada cemilan dan air mineral setiap hari lho.
Dapet shampoo, body wash, dan sisir. 
Kalo kalian menginap lebih dari satu malam, kalian nggak perlu khawatir bakal kehabisan camilan saat bersantai di kamar, karena Airy Rooms akan memberikan camilan serta air minum gratis yang baru setiap harinya selama kalian menginap. Asik kan?

Airy Rooms Punya 3 Tipe Kamar

Berapapun budget yang kalian miliki untuk liburan, Airy Rooms punya kamar yang cocok lho! Airy Rooms menawarkan 3 tipe kamar: Airy Eco, Airy Standard dan Airy Premier. 
Airy Premier dan Standart memberikan jaminan 7 standar fasilitas yang terdapat di setiap kamar (seperti yang udah aku jelasin di atas) yaitu: layanan Wi-Fi gratis, televisi, air hangat, pendingin ruangan, tempat tidur bersih, amenities, dan air minum.

Sedangkan untuk Airy Eco (kamar Airy Rooms dengan harga ekonomis) menjamin 6 fasilitas di setiap kamarnya yaitu: layanan WiFi gratis, televisi, pendingin ruangan, tempat tidur bersih, amenities, dan air minum gratis.

Bagi para backpacker, kalian bisa mendapatkan kenyamanan lengkap dengan harga termurah di Airy Eco, yang bekerja sama dengan guest house, residence dan penginapan. Kemudian Airy Standard adalah kamar hotel bintang 1-3 yang memberikan pengalaman menginap lengkap dan harga terbaik. Terakhir Airy Premier, dimana kalian bisa menikmati pengalaman menginap di Airy Rooms mewah dengan harga yang sangat terjangkau. 

Di Airy Fatmawati juga bisa request sarapan lho. Nanti kita bakal dikasih makanan siap saji. Tapi karena kami pengennya jajan aja, kami nggak order sarapan. Setelah sarapan di warteg depan Airy 😅, kamipun naik ke atas, tepatnya ke lantai 4. Ada ruang fitness dan juga balkon. Jadi bisa berjemur sedikit dan dapet udara segar. Selesai nongkrong diatas, kami pun bersiap untuk check-out sekalian cari makan siang di seputaran hotel.

Boleh nih kalo mau olahraga tipis-tipis di pagi hari.

Nongkrong sebentar di balkon abis sarapan.
Beneran emang pindah tidur doang sih kali ini, nggak pake jalan-jalan. Tapi berguna banget buat merefresh otak dan recharge energi karena bisa ganti suasana ketika bangun tidur dan nggak perlu mikir bersih-bersih rumah di akhir pekan 😍. 

Kalo kalian, punya pengalaman menginap di Airy Rooms juga nggak? Boleh lho sharing cerita juga. 

Proses Check-Out dan Kesimpulan

Proses check-out dilayani oleh mas-mas yang kemarin juga menerima kedatangan kami. Setelah kondisi kamar dipastikan oke, aku menerima kembali uang Rp 200.000,00 yang semula dititipkan sebagai deposit. 

Dari segi harga, Airy Rooms oke banget! Dengan harga yang sama untuk hotel di Jakarta saat akhir pekan, paling-paling cuma dapet hotel "xxx" 😅. Itupun kamarnya kecil dan biasanya pengap. 

Pemesanan kamar bisa dilakukan melalui web-web reservasi hotel, tapi lebih enak lewat aplikasi Airy atau web Airy Rooms langsung di www.airyrooms.com,  siapa tahu pas ada promo! Di web reservasi hotel, selain pembayaran lewat mobile banking, internet banking, kartu kredit dan ATM seperti yang sudah jamak di hotel serupa, bisa juga dilakukan di minimarket.


Jangan lupa untuk follow akun social media Airy Rooms biar nggak ketinggalan promo atau kejutan menarik setiap bulannya 😍.

Jangan lupa pantengin website atau aplikasi Airy karena banyak promo.
Facebook : AiryIndonesia (www.facebook.com/AiryIndonesia)

Twitter : @airyindonesia (https://twitter.com/airyindonesia)

Instagram : @airyindonesia (https://instagram.com/airyindonesia)

Android App : Airy



XOXO,
Jetrani

Kamis, 31 Oktober 2019

Baby Spa yang Bagus di Jogja, Cobain di Bunda Esti Baby Spa

08.51 0 Comments
Jauh sebelum Saga lahir, aku udah ngebayangin kalo nanti punya anak, bakal kuajak buat baby spa. Itu tuh, yang bayi berenang di bak besar terus lehernya dikasih ban dan nanti kakinya gerak-gerak kayak berenang.
GEMES BANGET NGGAK SIH? 😂

Pas Saga lahir, kucarilah info, umur berapa sih bayi boleh baby spa? Beruntung aku punya grup arisan temen-temen kuliah. Bertanyalah aku disana dan menemukan beberapa pencerahan. Katanya, kalo di Jakarta, biaya baby spa bisa sampe 300 ribuan. Pas banget aku masih di Jogja, jadi aku putuskan sebelum balik Jakarta kudu baby spa dulu. Terus usia minimal bayi adalah 2,5 bulan (syukur lebih) dengan berat minimal 6 kg. Catatan tambahan, BAYI UDAH HARUS KUAT NGANGKAT KEPALA ya buk-ibuk. Kalo belum kuat, meski dia udah 3 bulan dan beratnya lebih dari 6 kg, sebaiknya jangan maksa buat baby spa. Kasian nanti debaynya 😣.

Temen-temenku bilang, kalo di Jogja ada banyak lokasi, diantaranya ada Baby Zania di Jalan Solo sama yang bagus kata mereka di Bunda Esti, Jalan Kyai Mojo.

Karena yang bilang Bunda Esti ini bukan 1 atau 2 orang, penasaran dong aku. Kucarilah websitenya dan ketemu. Ternyata tempatnya cukup gemas, luas, dan bersih. Tampilan websitenya juga menarik dan informatif. Aku makin percaya kalo mereka "serius" menggarap website, pasti layanannya juga bagus.

Langsung lah aku telepon ke Bunda Esti buat booking baby spa hari Minggu, jam 3 sore. Tapi kata mami, jam 1 siang aja biar ga kesorean baliknya. Apalagi mami mau arisan. 

Jam 12 siang, aku berangkat dianter mami sama adek. Bayi 1 aja yang nganterin sampe 3 orang. Sungguh yaaaa cucu mami 1 ini. Sampai disana, kayaknya karyawan Bunda Esti baru selesai istirahat. 
Bunda Esti Baby Spa tampak dari depan.
Lantai 1 adalah area resepsionis + kasir, salon, dan tempat buat terapi bayi atau balita yang flu, maskeran, dll. Kalau kolam bayi dan pijat dilakukan di lantai 2. Setelah menunggu sebentar, kami pun dipersilakan naik.
Meja kasir + resepsionis
Salon bayi + balita


Tarif Layanan Baby Spa di Bunda Esti, :

Update Oktober 2019 adalah Rp 122 ribu. Biaya itu udah all in, jadi dipinjemin celana renang (yang ternyata clodi), pijat bayi sebelum dan sesudah berenang, berenang selama kurang lebih 15 menit, mandi bersih, dan juga grooming seperlunya.
Paket Baby Spa di Bunda Esti yang kuambil buat Saga
Beberapa tarif layanan di Bunda Esti Baby Spa
Ibu hamil dan setelah melahirkan juga bisa perawatan disini lho.
Handuk, celana, alas, sabun, bedak, cologne dll disediakan juga disini. Tapi kalo kita mau bawa dan pakai punya kita sendiri juga boleh.

Kemarin Saga pake clodi dan grooming kit dia sendiri karena aku lebih sreg kalo barang yang dia pakai adalah punya dia. Maklum, mak-mak baru 😁, maunya apa-apa dibeli dan punya sendiri. 

Sebelum berenang, Saga dipijet atau pemanasan singkat dulu sama terapisnya, sedangkan aku diminta ngecek suhu air kolam. Apa sudah pas atau belum. Oiya, di bawah tadi kita udah dikenalin siapa terapis yang bakal bertugas menemani anak kita. Abis pemanasan, aku diminta gendong Saga sementara terapisnya masangin pelampung ban di lehernya. 
Pemanasan sebelum berenang.
Kolam buat berenang.
Dipijetin setelah berenang.
Aku agak mikir, kira-kira Saga nyaman enggak karena ini pertama kalinya dia baby spa. Kutunggu dulu responnya, bakal nangis atau enggak, ternyata enggak. Jadi kami lanjut nyemplungin dia ke kolam. Pertamanya dia masih bingung...dieeeem aja sambil liatin aku sama mami. Abis itu dia mulai gerakin kakinya sambil nendang-nendang, bisa sampe pindah kanan, kiri, bolak-balik pokoknya AUTO GEMAS liat kaki embulnya nendang-nendang.

Aku sibuk motret sama ambil video, mami heboh lempar-lemparin bola dan mercikin air. Kayaknya sih kami yang paling heboh kemarin dibanding buk-ibuk yang lain 🤣.

Oiya, kolamnya ada 3, jadi sekali berenang bisa 3 bayi sekaligus ya. Airnya diganti baru setiap kali ganti bayi, jadi jangan khawatir dapet air bekas. Soalnya pas nunggu Saga dipijit, aku liat sendiri kolamnya dikuras dan diisi kembali. 

Setelah 10 atau 15 menit, Saga udah keringetan. 

Woi....semangat banget bos!

Rambutnya sampe basah dan peluhnya menetes 😁.

Nggak lama kemudian, mulai deh dia gelisah terus nangis. Aku sempet nanya sama terapisnya, kalo bayi nangis kudu gimana. Kata mbaknya terserah mau diangkat boleh, diajak main sampe tenang dan lanjut renang boleh.

Karena Saga nampaknya nangis karena udah capek (bayangin 15 menit kaki dan tangannya gerak tanpa henti), kuputuskan buat menyudahi sesi berenang ini. Saga diangkat, dicopot pelampung bannya, terus dikeringin badannya pakai handuk.

Pas lagi ditidurin, Saga gelisah dan nangis lagi.

Ooo... laper nampaknya anak ini. Kunenenin dulu lah dia. Ada ruang khusus buat menyusui karena kalo di area pijat dan berenang ada bapak-bapak juga. 

Selesai kunenenin, kukasih Saga ke terapis buat dipijet dan nggak lama kemudian SAGA TIDUR DONG. Pewe banget bos 😁😁. 

Gemes banget aku liat dia dipijet kaki, tangan, dada, punggung sambil merem. Tapi pas bagian perut sama muka dia bangun, mungkin karena geli. Abis itu Saga ditengkurepin. Selesai pijat, Saga dimandiin, didandanin dan selesai deh rangkaian baby spa nya. Total kurang lebih emang 1 jam. Over all aku puas sama layanan disini dan worth it sama biaya yang kukeluarin. Next time aku bakalan balik lagi kesini kalo ke Jogja ❤️.

LOKASI BUNDA ESTI BABY SPA JOGJA

Jl. Kyai Mojo No.73, Tegalrejo, Kec. Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55244

Jam buka Bunda Esti Baby Spa Jogja : 

Senin - Minggu jam 09.00 - 18.00

No. Telepon Bunda Esti Baby Spa Jogja

(0274)5017712

Rabu, 30 Oktober 2019

Berapa Tarif Porter di Stasiun Tugu dan Stasiun Gambir?

10.44 0 Comments

Kalo yang ini bukan jasa porter bayi ya 😁.
Minggu lalu tepatnya tanggal 24 Oktober 2019, aku pulang ke Jakarta. Hmm...bukan pulang ding. Merantau kayaknya kata yang lebih tepat.

Iya, kembali merantau ke Jakarta.

Kali ini aku nggak sendiri. Aku pergi sama 1 bayi spesial yang udah berumur 3 bulan. Aku yang biasa single fighter alias gotong apa-apa sendiri, kali ini nyobain pake jasa porter di stasiun.

Karena stasiun Tugu itu enak, nggak perlu naik turun tangga, aku nggak pake jasa porter. Tapi tarif porter di stasiun Tugu kata Mami Rp 30 ribu sekali angkut (bisa bawa banyak barang. Koper, tas, kardus dll semua diangkut!) . Ini update tahun 2019 ya.

Nah gimana kalau tarif porter di stasiun Senen sama Gambir, Jakarta?

Ternyata sama. Tarifnya juga Rp 30 ribu.
Nggak pake nawar dan nggak minta lebih. Tapi kita boleh ngasih lebih kok. Itu adalah tarif minimal yang selayaknya diberikan ke mereka. 

Aku waktu itu sengaja nanya ke penumpang depan yang pake koper besar banget karena aku yakin dia pasti pake jasa porter. Maklum ibu-ibu. Nggak kebayang tuh koper diangkut sendiri. 

Semoga membantu rasa penasaran kali aja ada yang baru mau pertama kali pake jasa porter dan bingung ngasih berapa. 

Senin, 21 Oktober 2019

Makin Baiknya Transportasi Publik, Naik Kereta Api Kini Kian Aman dan Nyaman

20.16 3 Comments
Dari sekian banyak alat transportasi publik, bagi saya pribadi, kereta api menjadi pilihan utama untuk bepergian. Mengapa demikian? Itu karena kereta api memberikan pengalaman dan keseruan tersendiri. Selain harga tiketnya lebih terjangkau, kini fasilitas kereta api jauh lebih nyaman dibandingkan dulu.

Terlebih, angkutan penumpang PT KAI telah dibenahi secara besar-besaran. Bagi yang sering naik kereta hingga tahun 2000-an, pasti tahu bedanya. Kini tidak ada lagi desakan, himpitan, dan jenis penderitaan lain yang menghiasi wajah para penumpang kereta api. Pedagang asongan yang dulu bebas keluar masuk gerbong tak nampak lagi. Tidak ada lagi penumpang yang tak memperoleh tempat duduk, apalagi berdiri. Para penumpang kelas ekonomi juga tidak lagi merasakan suasana kereta yang panas dan pengap karena PT KAI secara bertahap telah menyediakan fasilitas AC di setiap gerbong kereta. Para pengantar sudah tidak bisa masuk sampai ke peron lagi. Toilet umum di stasiun juga tidak luput dari perhatian PT KAI. Kini makin bersih, wangi, dan ada petugas kebersihan yang selalu siaga. 

Wah, makin mantap bukan? 

Sejarah Singkat Kereta Api di Indonesia

Keberadaan kereta api di Tanah Air sudah ada jauh sebelum kemerdekaan negeri ini. Dalam catatan sejarah, kereta api telah membantu mobilitas masyarakat bahkan sejak era kolonial. Kereta api di Indonesia beroperasional pertama kali tahun 1867, operasional perdana kereta api di Indonesia, tepatnya pada Sabtu, 10 Agustus 1867. Perjalanan perdana ini menghubungkan Desa Kemijen di Semarang Timur dengan Desa Tanggungharjo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, melalui relasi Stasiun Samarang – Stasiun Tanggung.

Berikutnya tahun 1925, teknologi kereta api listrik masuk di Indonesia. Kereta api tersebut menggunakan lokomotif listrik seperti ESS 3201 dan beroperasi pertama kali di kawasan Jabodetabek. Tahun 1953 terjadi dieselisasi di mana lokomotif uap beralih menjadi lokomotif diesel. Peralihan tersebut ditandai dengan datangnya lokomotif CC200 ke Indonesia dari Amerika Serikat.

Perkembangan Kereta Api di Indonesia


Industri perkeretaapian Tanah Air  kini sudah memasuki usia lebih dari 150 tahun dan semakin berkembang. Beberapa tahun terakhir, pemerintah makin gencar membuka jalur baru di berbagai pulau di Indonesia dan juga proyek peningkatan infrastruktur.

Transportasi yang baik memang dapat menjadi indikator dari keberhasilan pembangunan negara. Kebijakan perbaikan dan perubahan wajah perkeretapian nasional telah dikedepankan serta masuk dalam agenda Presiden 2015-2019 yang mengembangkan transportasi massal.  Jaringan kereta api di sejumlah wilayah berusaha dibangun secara terintegrasi, berimbang, aman, nyaman, merata, dan efisien. Semua ini tentu tak lepas dari kerjasama banyak pihak salah satunya Kementrian Perhubungan.

Saya yang menggunakan kereta api untuk transportasi jarak jauh terutama di pulau Jawa, sangat merasakan perubahan tersebut. Saat ini perbaikan prasarana dan sarana transportasi kereta api mulai menunjukkan peningkatan layanan dari sisi kualitas juga kuantitas di beberapa wilayah dan kota di Indonesia. Contohnya  saja wilayah Jabodetabek yang memiliki Kereta Api Listrik (KRL). Kemudian beberapa bulan terakhir warga Jakarta pada khususnya, sudah bisa menikmati MRT atau Moda Raya Terpadu yang diresmikan pada 24 Maret 2019. Menyusul Light Rapid Transit (LRT) di  Sumatera Selatan dan sejumlah lokasi di Jakarta. 

Kereta Api Kini

Jika dulu memesan tiket kereta api masih terbatas di stasiun dan juga agen-agen tiket, kini dilakukan perluasan channel pembelian tiket kereta melalui kerjasama dengan jaringan minimarket, biro perjalanan, termasuk pembelian lewat telepon via Contact Center 121. PT KAI juga mengeluarkan aplikasi yang bisa diunggah dan sangat memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi dan memesan tiket KA dengan sistem online

Keunggulan yang Dimiliki oleh Angkutan Kereta

Yang paling membedakan dari moda transportasi lainnya tentu kereta api memiliki jalur sendiri sehingga relatif cepat dan bebas macet. Memang pesawat juga memiliki jalur sendiri, namun harga tiket kereta dan pesawat memiliki selisih yang lumayan. Selain itu, sebagai orang yang suka menikmati suasana, panorama sepanjang perjalanan juga bisa saya gunakan untuk relaksasi. Keunggulan lainnya antara lain:

1. Kemudahan dalam mendapatkan tiket
2. Layanan terjadwal dan tepat waktu
3. Bebas macet dan waktu tempuh lebih cepat
4. Bisa melakukan reservasi sejak H-30
5. Kenyamanan di stasiun dan di dalam kereta api
6. Lebih aman
7. Tarif yang kompetitif dengan berbagai pilihan kelas
8. Daya angkut yang besar

Saya cukup sering bolak-balik Jakarta-Yogyakarta dan sudah merasakan berbagai macam jenis atau kelas kereta. Kita bisa menyesuaikan budget sesuai dengan kemampuan kita. Selain itu, menurut Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang mengeluarkan kinerja transportasi sepanjang tahun 2017, kereta api menjadi moda transportasi paling aman dengan indikator jumlah kecelakaan yang paling minim.

Memilih Kereta Kelas Apa?

Hal paling awal yang kita tentukan adalah kereta kelas apa yang mau kita naiki? Ada beberapa kelas kereta api, dari yang paling nyaman yaitu kelas eksekutif, kelas bisnis, dan kelas ekonomi. Baru-baru ini bahkan ada lagi kelas eksekutif prioritas yang menawarkan kemewahan ala penerbangan premium dengan kursi yang bisa dijadikan tempat tidur.

Apa Saja Perbedaannya?

1. Kelas Ekonomi
Ini kelas yang tingkat kenyamanannya paling bawah. Formasi kursi dalam satu baris umumnya perpaduan 2 dan 3 seat. Duduknya saling berhadapan, bahkan dengkul pun bisa saling beradu. Sandaran kursinya tegak dan tak bisa dimiringkan.
Kereta kelas ekonomi menawarkan interaksi yang lebih intim antar sesama pengguna karena tak ada batasan antar kursi.
2. Kelas Bisnis
Kursinya menghadap ke depan semua, dengan ruang kaki lumayan luas. Formasinya duduk 2-2. Sandaran kursinya memiliki kemiringan 100 derajat sehingga badan bisa sedikit rebah.
Kursi di kelas bisnis sedikit lebih nyaman.
3. Kelas Eksekutif 
Ini kelas kereta dengan fasilitas paling oke dan paling nyaman. Formasi duduk 2-2 dan ada jarak dengan kursi sebelah. Sudut sandaran dapat kita atur sesuka hati. Ruang kaki di depan sangat lega dan ada pijakan kakinya. Beberapa kereta memberikan bantal dan selimut gratis. WC-nya pun tipe duduk.

4. Kelas Luxury

5. Kelas Ekonomi Premium
Ini adalah kelas kereta favorit saya saat ini. Meski embel-embelnya ekonomi, kereta ini menawarkan kenyaman yang lebih. Didesain dengan formasi 2-2, 1 gerbong berisi 80 kursi yang saling berhadapan. Nomor 1-10 menghadap ke sisi yang sama, 11-20 ke sisi sebaliknya.

Perbedaan yang ada juga meliputi tempat duduk yang memiliki tuas reclining (kecuali kursi khusus difabel yang memiliki karakteristik seperti kelas bisnis, yakni kursi khusus ujung yang bisa digeser arah hadapnya), besi di bawah kursi dihilangkan agar kaki terasa nyaman saat menapaki lantai, dipasangnya empat unit televisi, serta adanya lampu baca.

Pada tanggal 15 Juni 2017, kereta ekonomi premium dijalankan untuk keperluan arus mudik-lebaran sebagai kereta api Mataram Premium (Lempuyangan-Pasar Senen PP.), sedangkan Kereta Api GBMS Premium (Surabaya Gubeng - Pasar Senen) dalam perkembangannya beroperasi reguler dengan nama kereta api Jayakarta Premium. Dua kereta inilah yang sering saya naiki.

Makan di Atas Kereta

Perjalanan kereta yang panjang, dikombinasikan dengan AC ruangan yang dingin, seringkali membuat perut jadi lapar. Perlu diketahui jika AC diatur sama untuk seluruh gerbong, jadi kita tidak bisa protes untuk dibesarkan atau dikecilkan kecuali 1 gerbong meminta hal yang sama.

Beruntung, lagi-lagi pelayanan kereta makin baik. Restorasi di kereta makin nyaman, bersih dan varian menunya sudah seperti di restoran. Semuanya kini dikelola oleh Reska, restoran kereta api. Jika malas berjalan ke restorasi, tidak perlu khawatir. Sesaat setelah kereta berangkat, biasanya para “pramugari” kereta mulai berseliweran sambil membawa nampan atau troli guna menawarkan makanan berat serta minuman hangat. Kadang berbarengan dengan petugas yang menawarkan bantal dan selimut.
Sudut restorasi kereta Mataram Premium.
Makanan favorit saya adalah Popso alias mie bakso. Makanan ini berisi mie, tahu, bakso yang disiram dengan kuah panas. Nikmat sekali dimakan di tengah suhu kereta yang menurut saya dingin. Oh iya, harga makanan di kereta akan berbeda sesuai kelasnya ya, meski makanannya sama. Harga Popso di kereta ekonomi akan berbeda dengan harga di kelas eksekutif. Namun tak terlalu banyak selisihnya, hanya beberapa ribu saja.

Menurut saya, semakin baik pelayanan dan fasilitas transportasi publik akhir-akhir ini, membuat perubahan gaya hidup pada masyarakat. Kalau dulu lebih suka mudik naik mobil, kini lebih nyaman naik kereta. Hal seperti ini tak bisa diremehkan lho. Karena jika dilihat dari sisi penggunaan energi, konsumsi energi moda transportasi kereta api relatif lebih rendah serta minim emisi gas buang CO2 dibandingkan dengan moda darat, laut dan udara. Kereta api menjadi solusi untuk mengurangi besarnya biaya, kemacetan akibat banyaknya kendaraan dijalan dan borosnya penggunaan energi BBM.

Moda kereta api dapat dikatakan berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan memanfaatkan keunggulan komparatifnya sebagai sistem angkutan massal yang efisien. Terlebih keberadaan golongan kelas ekonomi menengah ke atas di Indonesia kian tumbuh pesat, yang diikuti kesadaran pentingnya mengurangi kemacetan dan polusi udara dengan naik transportasi publik.

Jadi bagaimana, mau mencoba naik kereta api atau moda transportasi publik lainnya setelah ini? Kalian juga bisa memantau perkembangan transportasi dan segala sarana pendukungnya di Indonesia di website Kementrian Perhubungan atau di akun sosial media instagram Kemenhub  @kemenhub151 .

Rabu, 04 September 2019

Kumpulan Cerita Horor Indonesia, Termasuk KKN di Desa Penari

08.22 0 Comments
Udah seminggu ini di grup Whatsapp (WA), instagram, twitter, bahkan yiutube rameeee banget pada bahas cerita horor KKN di Desa Penari. Meski banyak yang bilang ini cerita lama, dari tahun 2009 kalo nggak salah, nyatanya aku baru tau dan baru baca.

Jujur, aku bukan tipe orang yang pemberani, tapi juga bukan penakut. Ya...so so aja lah menurutku. Kalo ada di rumah sendirian asal semua lampu nyala ya aku berani. Tapi kalo lampu pada mati dan kondisi gelap ya makasih banget 😂.

Semalem, pas udah mau tidur, aku cek grup WA temen-temen arisan kuliah. Eeeh....ada yang share link cerita-cerita horor. Berhubung link ini terlalu seru untuk kunikmati sendirian, aku bakal bagi juga ke kalian.

Mohon maaf sumbernya dari akun Simpleman
@SimpleM81378523 yang udah dirangkum.

Selamat membaca ya! Awas di belakangmu!

1. KKN di Desa Penari versi Widya
https://threadreaderapp.com/thread/1143116541480726531.html

2. KKN di Desa Penari versi Nur
https://threadreaderapp.com/thread/1152570021282844673.html

3. 1000 Hari (Sewu Dino)
https://threadreaderapp.com/thread/1158380946728427520.html

4. Cerita Horor di Pabrik Gula
Kerajaan Lelembut

Part 1:
https://threadreaderapp.com/thread/1102897989167661056.html

Part 2:
https://threadreaderapp.com/thread/1104020471324921856.html

Part 3:
https://threadreaderapp.com/thread/1109107685088100353.html

Part 4:
https://threadreaderapp.com/thread/1130108377592283136.html

5. Rumah Rombe
https://threadreaderapp.com/thread/1100779096697491457.html

6. Sang ABDI (Sesajen)
https://threadreaderapp.com/thread/1148561022967406594.html

7. Pesan dari Mereka
https://threadreaderapp.com/thread/1155821503834808320.html

8. Desa Gondo Mayit
https://threadreaderapp.com/thread/1125749107199336450.html

9. Nyawa yang Tergadaikan
https://threadreaderapp.com/thread/1119920784330199040.html

10. Mbarep Tunggal
https://threadreaderapp.com/thread/1110902429162196993.html

11. Tiang Kembar (Dia Bukan Nenekku)
https://threadreaderapp.com/thread/1107134739205353472.html

12. Ekspedisi Malam Jum'at Kliwon
https://threadreaderapp.com/thread/1106187407139864577.html

Jumat, 30 Agustus 2019

Pengalaman dan Biaya Melahirkan Pakai BPJS di RSKIA Sadewa

12.39 0 Comments
Yuhuuuu, berhubung cerita tentang senam hamil, periksa kehamilan, sampe detik-detik menjelang lahiran Saga udah selese ditulis, sekarang saatnya cerita pengalaman lahiran aja.

Dari hasil tanya sana-sini dan baca review orang-orang, RSKIA Sadewa ini udah terkenal bagus baik dari segi pelayanan, dokter, perawat, tapi harganya terjangkau. RSKIA ini punya bupati Kulon Progo yang bernama pak Hasto. Konon sekarang jadi kepala BKKBN (eh coba cari tau aja deh).
Printilan yang aku dapet dari RSKIA Sadewa
Oiya buat yang belum tau, kalian bisa baca disini buat yang ketinggalan cerita-cerita sebelumnya.



Udah basi belom sih nulis sekarang? Saga udah mau 2 bulan kok ya baru ditulis sih Jet...ckckck 😅.

Oke. Jadi seperti yang udah kuceritain di tulisan-tulisan sebelumnya, aku ngurus kamar buat lahiran sendiri karena adek pulang jemput mami dan ambil barang-barang  sedangkan mas X masih di Jakarta. Pas dateng ke Sadewa, ternyata aku udah bukaan 2 dan sama perawatnya langsung suruh opname dan bisa di cover BPJS.

Ini nih yang perlu kalian ketahui. Jadiiiii...setiap rumah sakit itu punya standar dan aturan masing-masing untuk menganggap kasus gawat darurat. Pas ngobrol sama temenku yang kerja di JIH, kalo mereka baru bisa klaim BPJS ketika pasien masuk udah bukaan 6 (obrolan Juli 2019). Kalo bukaan di bawah itu nanti bayar sendiri alias BPJS nya nggak bisa diklaim.

Waaahhh...untung aku di Sadewa bisa diklaim meski baru bukaan 2. Baik sekaliiii 😍😍.

Sebenernya sih bukaan 2 juga masih selo. Masih bisa jalan-jalan. Cuman males aja kan bolak-balik dari rumah ke Sadewa. Lumayan jauh apalagi kalo kena macet.

Oke lanjot!

Kalo kalian mau lahiran pake BPJS di Sadewa, ini ada beberapa dokumen yang harus kalian siapin. 
  1. Fotocopy KTP suami istri
  2. Fotocopy KK
  3. Fotocopy Kartu BPJS
  4. Surat Pengantar UGD (Kasus Emergency). Berhubung aku masuk langsung ke UGD Sadewa jadi dapet surat ini.
  5. Surat Rujukan Faskes 1 (kalo emang kandungannya bermasalah)


Tapi kalo kalian rawat inap biasa tanpa kasus urgent, tetap harus pakai surat rujukan/ pengantar dari faskes 1 kalian ya. Terus, RSKIA Sadewa hanya menerima surat rujukan dari faskes 1 di daerah Sleman aja (setauku begitu) dan itupun nggak semua faskes.

Jadi, dari awal kalian cari tau dulu, faskes 1 kalian kerjasama dengan RS mana aja buat jaga-jaga.

Nah, sekalian aja aku kasih tau. Untuk bisa membawa pulang Surat Keterangan Lahir, juga ada beberapa dokumen yang disiapin.
  1. Fotocopy KTP suami istri
  2. Fotocopy KK
  3. Fotocopy Surat Nikah
Jangan sampe ilang ya suratnya, soalnya rumah sakit cuman ngeluarin surat keterangan lahir 1 kali.

Prosedur yang kulalui kemarin runtutannya gini nih biar lebih jelas: 
  1. Kontraksi teratur tapi nggak pecah ketuban. Aku memutuskan ke RSKIA Sadewa.
  2. Sampe sana langsung daftar kayak mau periksa umum dan bilang kok aku kontraksi mulu. Dikasih pengantar buat ke UGD sama bagian pendaftaran.
  3. Di UGD diperiksa udah bukaan 2 - suruh opname dan cari kamar.
  4. Aku bilang pake BPJS dan bisa diklaim  terus ngurus kamar di kantor BPJS yang ada di Sadewa.
  5. Disuruh ngisi blanko yang lumayan banyak. Intinya pernyataan ini itu , data diri lengkap, prosedur ini itu dan tanda tangan dokumen-dokumen.
  6. Antri nunggu kamar dan duduk deket UGD. Ntar kalo kamarnya siap tinggal masuk.
  7. Berhubung Sadewa penuh, aku yang harusnya dapet jatah kelas 1, dijelasin dari awal, mau nggak dapet kamar mana aja yang kosong? Soalnya kamar kelas 1 udah antri 5 orang. Akhirnya aku mau (daripada duduk sambil nahan kontraksi yekan?) dan dapet kamar kosong kelas 2. 
  8. Kalo mau upgrade, cuman bisa naik 1 kelas. Jadi aku yang kelas 1 cuman bisa upgrade ke VIP. Kalo mau ke VVIP bayar mandiri. Tapi daripada buat nombok kamar mending buat beliin baju Saga 😁. 
  9. Akhirnya masuk kamar isi 2 orang.
  10. Bukaan 4 aku sah dibawa ke kamar bersalin. Yang boleh nungguin lahiran cuma 1 orang, suami atau kerabat wanita. Eh tapi kalo belon mau lahiran, kakak-adek, siapa aja boleh masuk nemenin kok asal gantian. 
  11. Lahiran ditungguin bidan dulu, dari bukaan sampe ngeden awal-awal. Nanti dokter baru masuk pas debay udah mau mbrojol. 
  12. Karena aku lahiran normal, abis Saga dibersihin aku langsung IMD sambil dijahit bagian bawahnya 😅.
  13. Abis itu aku langsung masuk kamar. Saga diambil lagi sama perawat buat dimandiin, dipakein baju, divaksin pertama kali.
  14. Setelah 1 atau 2 jam (aku lupak), Saga dianterin ke kamarku dan bisa bobok bareng aku sama mas 😍.
  15. Aku diajarin cara menyusui yang bener  diajarin cara mandiin Saga, diajarin cara merawat pusarnya Saga (kan belom puput), terus dikasih tau hal-hal yang perlu aku tau lah pokoknya. Oiya, aku juga harus pipis, sampe ditanyain mulu udah pipis berapa kali. Buat mastiin kalo jahitannya bener kali ya 😅. 
  16. Besoknya Saga di cek suhu badannya. Terus baru boleh pulang kalo Saga udah pipis dan pup. Memastikan bahwa semua organnya berfungsi dengan baik. Karena jam 7 pagi Saga udah pup, siangnya aku udah pulang ke rumah deh. Sebelum pulang harus nunggu dokter ngecek aku sama Saga dulu ding. Plus ngurus administrasi.
Kurang lebih kek gitu urutan pengalaman lahiranku kemarin. Nggak ada yang ribet sih. Staf di Sadewa ramah-ramah dan semua pelayanannya juga oke. 

Terus ini biaya lahiran di RSKIA Sadewa waktu itu : 




Aku cuman nombok Rp 445 ribu kurang dikit. Itupun untuk keperluan pribadi seperti pembalut buat ibu nifas, pospak buat Saga dapet 6 bijik, peralatan mandi, tas bayi, vaksin sama kendil buat isi ari-ari Saga. Baju yang dipake Saga + topi + kain bedong juga boleh dibawa pulang. Bahannya enak banget, di rumah sering kupakein buat Saga 😁.

Oiya terus ada biaya buat tes TSH alias tes hormon tiroid. Tes ini hanya bisa dilakuin ke bayi umur minimal 2 hari, maksimal 5 hari apa ya. Detilnya bisa googling aja lah ya. Biaya TSH di Sadewa Rp 95 ribu. Bisa milih mau tes apa enggak. Kalo gamau, ntar duit Rp 95 ribunya bakal dibalikin kok. 

Murah banget kan? Pelayanannya padahal oke. Kamar inapku juga not bad lah. Cuman ya gemesnya karena aku dapetnya kelas 2, padahal aku bayar iuran buat kelas 1. Tapi namanya darurat mah yaudah wes. Yang penting aku sama Saga sehat 😍. 

Obatnya aku juga beli lagi sekitar Rp 200 ribu. Bisa ditebus di apotek Sadewa ataupun di luar. Itu obat buat memperlancar Asi sama antibiotik buat jahitanku.

Beberapa hari setelah pulang, Saga agak kuning. Akhirnya ke puskesmas dan dirujuk ke Sadewa buat tes bilirubin. Karena dirujuk, jatuhnya gratis. Aku sekalian tes golongan darah juga karena kemarin mau tes kok ya lupa. Kalo bayar biayanya semua sekitar Rp 125 ribu.


Intinya sih kalo kita sesuai prosedur, pake BPJS ini gratis dan mudah. Nggak ribet menurutku, karena semua emang ada aturannya jadi ya diikutin aja. Dari segi pelayanan juga nggak ada bedanya sama sekali. Aku cukup puas dan semoga kalian yang baca juga dapet pengalaman yang sama-sama menyenangkan pake BPJS ya. 


XOXO, 
Jetrani

Jumat, 23 Agustus 2019

Akhirnya ke Posyandu Juga!

20.41 0 Comments
Dulu pas aku masih SD, sering liat ada Posyandu di deket sekolah. Sebulan sekali. Aku liat anak-anak balita sama ibunya dateng, ditimbang, diukur tinggi badan, terus pulangnya dapet makanan. Pernah liat mereka dapet sayur sop, sayur bayam, buah pepaya, buah pisang, kacang ijo,pokoknya enak-enak.

Tapi sayang, aku kan udah SD, udah nggak mungkin daftar buat ke Posyandu kan 😅. Akhirnya aku punya keinginan, suatu saat aku harus ke Posyandu biar dapet bubur kacang ijo (pikiran polos anak SD jaman segitu, padahal beli aja bisa yekan). Waktu itu belom tau burjo dan uang jajan masih 100 perak yang pasti abis dalam sehari buat jajan.

Bertahun-tahun berlalu. Keinginan buat ke Posyandu biar dapet burjo pun lama-lama memudar dan terlupakan.

Hingga aku melahirkan dan punya anak.

"Wah! Aku bisa ke Posyandu dong!" ujarku dalam hati.
Siap berangkat ke Posyandu
Waktu Saga umur seminggu, ada jadwal Posyandu di balai RW deket rumah. Tapi yakalik kan baru juga lahir. Akhirnya aku nunggu aja jadwal berikutnya yaitu kemarin tanggal 15 Agustus 2019.

Jam 9-an, aku, Saga, sama mami berangkat. Posyandunya di bagian belakang balai RW. Cukup bawa buku pink yang dari Puskesmas itu sama bayar 2 ribu perak.
Mami pake baju biru lagi gendong Saga.
Iya. DUA REBU AJA. Bahkan pas aku posting di ig story, temenku cerita di tempat dia cuman bayar seribu. Demi apa dong murah amat!

Pas dateng, lumayan rame. Kader-kader yang bertugas kebetulan tetangga sendiri dan mereka jadi rame nontonin sama nowelin Saga. Maklum, baru ini Saga kukenalin ke tetangga 😅. Abisnya rumahku nggak punya tetangga. Mau keluar gerbang rumah aja kudu jalan kaki dulu yang cukup lumayan 😂.
Buk-ibuk kader.
Makanannya banyak. 

Abis itu Saga ditimbang dan beratnya udah 4,5 kg. Udah naik 1,5 kg aja dari sejak lahir. *bangga berarti aku berhasil jadi busui sebulan pertama ini 😍.
Udah 4,5 kg aja dek Saga.
Kelar ditimbang, diukur panjang badannya dan udah jadi 53 cm (pas lahir 48 cm).

Terakhir, saat yang ditunggu-tunggu tiba.

Saga dapet bu.....bukan bubur kacang ijo 😣. Dapetnya sayur bayam, tempe goreng, udang goreng tepung, sama pisang.

Yah...padahal lagi pengen burjo 🤣.
Meski nggak dapet bubur kacang ijo, tapi dapet makanan bergizi lainnya.
Semua prosesnya cepet. Nggak ada pemeriksaan karena emang nggak ada dokter yang bertugas. Katanya kalo nanti Saga umur 6 bulan bakal dapet vitamin A. Tapi sekarang belom boleh.

Bulan depan mau ke Posyandu lagi ah. Kali ini aku berharap dapet bubur sumsum aja. Burjonya ntar beli aja deket rumah, burjo madura yang dikasih potongan roti itu 😅.


Sabtu, 17 Agustus 2019

Saga Potong Rambut Pertama Kali

21.54 0 Comments

Sebenernya kalo dibilang pertama kali banget sih enggak, soalnya pas akikah di umur 1 minggu, Saga udah sempet dipotong rambutnya meski cuman buat formalitas. Nah, kalo tadi ini, beneran potong niat bahkan sampe digundul.
Saga potong rambut pertama kali.
Iya, hari ini pas 17 Agustus 2019 Saga juga tepat berumur 35 hari. Kalo kata orang Jawa namanya selapan. Tadi pagi, mami bikin among-among, semacam nasi gudangan dan beberapa lauk terus dibagiin ke tetangga sekitar 1 RT.

Baca juga : Gambaran Biaya Untuk Selapanan Anak

Terus biar "sah" katanya kudu potong gundul. Menurutku sih biar bisa dibersihin juga kulit kepalanya karena pasti masih lengket kotoran bekas air ketubannya. Apalagi rambut Saga tebel banget, aku jadi susah bersihin putih-putih kayak kulit mati di kepalanya.
Karena rambut Saga tebel, kotoran kepalanya susah dibersihin. Makanya harus digundul.
Ternyata bener. Begitu dipotong, banyak banget kulit matinya. Untung aja dipotong kan.

Saga potong rambut dipangku mami. Aku sama mas X cuman sibuk motret sama mideoin doang 😂.

Pertamanya sempet di mohawk dulu buat difoto, baru deh digundulin.

Dimana potongnya Jet?

Tadinya udah googling salon khusus bayi, ada yang deket di ruko YAP Square, tapi hari ini libur, bukanya besok. Lah besok itu mas X balik ke Jakarta sore, kalo pagi Saga biasanya melek, ntar susah potong rambutnya. Opsi paling pas yang potong malem ini.

Mami iseng nanya ke tetangga yang punya salon khusus cowok, bisa nggak motong rambut bayi, ternyata bisa. Jam 7.30 malem meluncurlah kami ke situ.

Alhamdulillah Saga tidur dan nggak rewel. Drama dimulai pas bagian belakang kepala mau dipotong, jadi pilihannya ditengkurepin atau diberdiriin. Ditengkurepin nggak pewe, karena bekas potongan rambutnya jatoh ke badan.

Pas diberdiriin dia bangun dan NANGIS MINTA NENEN. Haduuh padahal tinggal dikit bangeeeeet. Kalo nenen minimal setengah jam.

Akhirnya mas tukang cukur bahu membahu sama mas X buat nahan kepala Saga biar nggak goyang kanan kiri. Mami nggendong sambil nge puk puk.
Bayi satu aja yang ngurusin 3 orang Ψ( ̄▽ ̄)Ψ
Aku sendiri....sibuk motret sambil bergumam cup-cup-cup 😂😂😂.

Setelah telaten nungguin Saga nangis sambil goyang kepala, selese juga cukurnya. Alhamdulillah.

Wow....Saga botak! Gemaaaas banget jadi jidat semua gini kepalanya.

Pas bayar, cuman abis 15 rebu. Murah banget itu mah.

Cukurannya pake clipper yang paling lembut buat kepala bayi jadi dijamin aman kok. Masnya juga telaten dan sabar banget.

Buat yang rumahnya sekitar Jalan Magelang km 5 atau deket sama TVRI, bisa potong disitu juga. Cari aja Pasar Kutu, nanti ada gapura ke selatan bertuliskan RW 28, masuk aja sekitar 50 meter nanti di kanan jalan.

Segini aja ya cerita singkat soal Saga yang potong rambut pertama  kali. Saatnya nenenin Saga nih 😋.

XOXO, 
JET


Jumat, 16 Agustus 2019

Baby S Launching Juga!

00.02 2 Comments

Hari gini baru update lahiran si baby S? BASI JET!

Anaknya udah mo jalan, baru update. Hahaha nggak ding. Saga baru umur 1 bulan 2 hari nih 😅.
Anyway, let’s begin the story ya.

Never imagined this moment will come. The moment I gave birth such a handsome baby boy, never thought that I would be able to tho. And yes, I can proudly say, aku ngelahirin secara normal, nggak pake pecah ketuban, nggak pake induksi, dan nggak ditemenin mas X soalnya dia masih di pesawat pas baby S lahir (SEDIH 😭). Akhirnya aku ditemenin mami  pas mau lahiran. Kakak ma adek nungguin di luar kamar bersalin.

Jadi, July 13th at 8.25 AM, I gave birth my very first son with 2,95 kg weight & 49cm body lenght. Mas X named him Rasendrya Imaji Sagarmatha. Sagarmatha aku yang minta, itu nama lain Gunung Everest. Keren aja gitu dengernya 😅. Rasendrya artinya indera yang tajam (apakah gara-gara ini anakku jadi kagetan ya, karena indera pendengarannya tajem. Aku bersin aja dia kaget. Bahkan yang paling lawak Saga ini kaget sama bunyi kentutnya sendiri 😂😂). Kalo Imaji sih karena mas suka motret, jadi nyambung aja gitu sama Imaji.

At first he named him as simple as Rana Imaji Sagarmatha. Aku protes. Nama Rana juga bagus sih, cuman akunya yang kurang sreg dan akhirnya diganti jadi Rasendrya. Aku suka meski maunya ada nama Islaminya, cuman yang bagus berawalan A. Tapi mas X nggak mau kalo nama depannya pake huruf A. Katanya kalo diabsen ntar duluan. Hedeeehh. Ribet. Yaudah akhirnya, ta - da! Jadilah Rasendrya Imaji Sagarmatha panggilannya Saga. Jadi nama dia sekarang resmi Saga, bukan baby S lagi.

Semoga besok pas ujian pake LJK nggak kelamaan mbunderin nama ya nak 😂.

It was July 12th, hari Jumat malem aku minta dianterin adek ke RSKIA Sadewa abis Magrib. Mami di rumah, mas di kantor di Jakarta.

Baca ini kalo mau tau detilnya : Baby S Ternyata Pengen Lahir Lebih Awal

Long story short, aku masuk UGD dan udah bukaan 2. Sama perawatnya disuruh masuk kamar. Karena aku cuman sama adek dan blas nggak bawa apapun alias nggak persiapan mau lahiran, adek kusuruh pulang jemput mami dan bawa barang-barang yang udah kusiapin di atas kasur. Sementara aku ngurus kamar karena kata perawatnya segera aja diurus biar bisa cepet masuk, apalagi kamarnya antri. Sadewa emang serame itu ~~

Sambil nahan kontraksi yang udah per 5 menit sekali, aku ngurus kamar sendiri. Karena bisa pake BPJS, aku pun ngisi formulir yang entah berapa lembar. Kayaknya ada 10 lembar deh. Petugas BPJS yang liat aku sesekali brenti nahan sakit kontraksi sampe nawarin diri buat ngisiin 😅. Melas banget kayaknya aku hahaha.

Setelah nunggu lumayan lama, akhirnya aku masuk kamar juga sekitar jam 11 malem. Jam 12 malem di cek sama perawat masih bukaan 2. Jam stenga 4 udah bukaan 4 dan aku pun disuruh masuk kamar bersalin. Aku yang waktu itu sama adek doang segera nelpon mami lagi dan mas X buat ngabarin. Posisi mas lagi mau siap-siap ke bandara. 

Di kamar bersalin, kasurnya udah kasur yang buat siap-siap lahiran. Ada lubang gitu di tengah agak bawah. Terus di ruangan itu kayaknya ada 4 bilik. Jadi....sambil nunggu bukaanku lengkap yakni bukaan 10, aku nungguin dan ndengerin 3 orang lahiran dong. Dengerin tetangga sebelah sama-sama teriak, dengerin pas tetangga sebelah ngeden sampe bayi mbrojol dan nangis, dengerin ada suami yang nungguin istrinya lahiran sambil ngaji dan baca-baca surat apa aja. Pas momen ini aku sedih guys....SUAMI SAYA DIMANA WOI 😭😭😭. Aku juga mau ditemenin pas lahiran sambil dielus-elus kepalanya trus mas sambil ngaji gitu. *mendadak melow

Setalah kuinget-inget, beruntung kontraksiku tetep per 5 menit dan bukaannya nambah, jadi nggak perlu induksi. Rasanya? Well, extremely maknyussss. Terus jam 3.30 dini hari udah bukaan 6.

Ada kejadian "seru" nih. Kontraksi kan rasanya maknyus ya. Aku jadi males jalan ke WC buat pipis. Lagian susah pipis juga. Terakhir pas masih di kamar sekitar jam 12 malem. Itu rasanya hedeeeeeh. Pas mau pipis pas kontraksi, kayak ambeyen gitu jadi ngiluuuuu banget 😓. 

Nah, ditanyain dong sama perawat, dah pipis belom. Pas kubilang belom pipis lagi, dipeganglah perut bagian bawahku. Katanya kandung kemihku penuh banget. Terus kubilang kalo aku susah pipis, akhirnya sama perawat "dipaksa" pipis dengan cara dipencet bagian gatau apaan. Pokoknya yang kuinget dibawah pantat dikasih pispot yang kayak nampan itu, terus jarinya perawat mencet bagian dalem miss V dan tiba-tiba berasa anget gitu. Pipisnya keluar yeaay ! Lega dan enaaaaak banget rasanya. Anget-anget lega gitu wes 😂.  Ajaib. 

Jam stengah 6, nambah jadi bukaan 8. Oke...sebentar lagi lahiran nih soalnya kontraksinya makin asooyyyy. Duh, bau-baunya bakal lahiran sebelum mas X sampe RS ini mah. Gagal deh rencanaku buat bikin foto ma video lahiran.

Ternyata bener. Jam 8 an  gitu udah bukaan 9 dan AKU MAKIN NGGAK KUAT YA ALLAH. Perawat nekanin kalo aku dilarang ngeden. Itu rasanya udah mau mbrojol dan nggak boleh ngeden giname ceritanya woi buk!

Aku yang dari awal berhasil mempraktekkan "napas panjang" berkat ikut senam hamil rasanya kewalahan.

Oiya buk-ibuk, ternyata ilmu dari senam hamil amat sangat bermanfaat berfaedah berguna pokoknya klean-klean yang lagi hamil plis ikutan senam hamil karena terbukti membantu. Setelah rasanya nggak kuat akupun teriak kenceng,"Mbiiaaaaak nggak kuat mbiiaaaaak. Mau lahir ini mbiaaaaaakkkkk. Nggak kuat napasnyaaaaa." Sambil napasku udah terengah-engah.

Kalo tadi bisa narik napas sampe 5 atau 6 hitungan, ini rasanya setengah detik doang. Hamba rasanya tak sanggup ya Allah suruh nahan ngeden 😭😭😭.

Perawatnya bilang dengan santai (saking seringnya nungguin orang lahiran kali ya),"Bentar lagi mbak udah mau lengkap itu." terus masang selang oksigen di hidungku. Mayan lah cukup membantu soalnya napasku kayaknya udah Senin Kamis.

Tapi drama belom selese. Karena mas X masih di langit (jam 8 mah dia masih dalem pesawat), bingung dong siapa yang nungguin aku lahiran. Maunya kakak biar bisa motret sama videoin (tetep ya 😂). Mana udah nyiapin kamera. Etapi nggak boleh dong :(

Secara ya aku kan bagian perut ke bawah terbuka lebar gitu....jadi yang boleh nungguin adalah suami atau kerabat lain tapi cewek. Mami lah pilihanku satu-satunya. Dalam hati yoweslah nggak punya foto lahiran nggak papa wes. Yang penting aku sama anakku lahir dengan selamat. Kalo mami disuruh motret pake kamera kan yakalik banget.

Proses diskusi pun berlangsung di tengah aku sambil engap-engap mau lahiran tapi tetep belom boleh ngeden.

Udah?

Belom. Mami yang tadinya mau nungguin udah stand by di sebelahku, eh malah berkaca-kaca terus keluar lagi. Laaaahhh mam aku dah mau lahiran ini. Terus dokternya manggil lagi nyuruh masuk sambil kayaknya agak bete 😂. Giname sih mami. Sendirinya udah ngelahirin 3  kali juga 😅.

Mami tu antara nggak tega liat aku bakal ngeden ngelahirin, tapi kasian juga kalo nggak ada yang nemenin. Padahal pas sepupuku ngelahirin mami santai aja nungguin. Pas anak sendiri katanya beda, ndak tega.

Huhuhu, puk puk dulu sini. Tapi ahirnya mami pun nguatin diri buat nungguin.

Mantul mam!  😍

Akhirnya....jeng jeng jeng. BUKAAN LENGKAP!

Proses lahiran pun dimulai ditungguin mami, didampingin 3 perawat atau bidan, sama dokter Ayu stand by dibalik tirai. Aku yang sebelumnya udah disuruh narik paha sekuat-kuatnya ke arah badan, suruh bilang kalau kontraksi kerasa. Jadi pas kontraksi dateng, itu aku kudu ngeden. Sekali kontraksi ngeden sampe 3 kali...abis itu jeda. Nunggu sampe kontraksi dateng lagi. Jangan tanya deh ngedennya gimana. Udah sekuat tenaga sampe kayaknya otot perut semua kukerahkan. 

Tipsnya adalah :
1. Jangan merem
2. Jangan angkat pantat
3. Jangan teriak-teriak yang nggak perlu
4  Jangan ngeden tanpa instruksi
5. Ngedennya kerahin otot perut, bukan leher

CMIIW 😋

Kata mami sih prosesnya cepet, tapi aku ngerasanya lama beneeerrrr 😅. Pas udah detik-detik pala Saga mau keluar, masuklah dokter Ayu (yang kata mami bawa sesuatu di balik tangannya). Tiba-tiba bagian bawahku anyeeeppp nyoooosss berasa dikasih air es batu terus suruh ngeden.

"Ayo ngeden mbak." kata dokter Ayu.
"Tapi nggak kontraksi dok." sempet lho aku ngejawab.
"Udah mbak kalo disuruh ngeden, ngeden aja." salah satu perawat yang ngejawab.
"Iya-iya." jawabku lagi terus aku ngeden.

dan bener aja....

Ngeden sebentar dan PYOOOH.... "Oeeee...oeeeee...." anakku lahir 😭😭😭 ya Allah aku berhasil! Percayalah aku sempet liat jam dan memastikan itu jam 8.25 pagi.

Terus kayak ada yang masuk ke miss V ku dan terasa anget lagi. Abis itu berasa ada daging lunak dan anget yang keluar yang ternyata ari-ari. Kayak lahiran 2 kali.

Well, kalau diitung-itung prosesnya nggak terlalu lama sih. Dari jam 9 malem bukaan 2 sampe lahiran jam 8.25 pagi, nyaris 12 jam. Thank God nggak sampai berhari-hari.

Pas Saga lahir tangan kiriku langsung sigap ke bawah bantal mau ambil henpon. Iya...aku mau motret 😂😂. Tapi oh tapi perawatnya keburu jalan ngebawa Saga ke belakang buat dibersihin. Huwaaaaaaa rasido foto.

Nggak lama sih, abis itu Saga dibawa ke hadapanku dalam kondisi dibungkus kain, mungil, merah, kulitnya berkerut kayak bayi baru lahir pada umumnya, matanya kebuka dikit, rambutnya basah dan kusut karena air ketuban, dan sama perawat ditunjukkin dulu kalo kelaminnya laki-laki (Alhamdulillah sesuai hasil USG ya), jari tangan dan kakinya masing-masing 5 kanan kiri, penampilan fisiknya sempurna dan tadi udah di cek detak jantung bayi dll nya dalam kondisi baik. Jadi Saga boleh IMD alias Inisiasi Menyusu Dini. Menyusu ya bukan Menyusui soalnya artinya beda.
Kalo menyusu dini, intinya sih adanya bonding dari debay ke bundanya. Tapi kalo menyusui, goalnya adalah bayi sampe nenen. Padahal si bayi ini belom tentu berhasil nenen dan emang tujuannya bukan harus sampe nyusu atau ngenyot puting kok.

Pelukan dan proses skin to skin antara debay sama bundanya itu yang penting. Makanya pas dibersihin, semua badan dibersihin kecuali  tangan bayi. Si debay ini tangannya nggak di lap sama sekali, karena bau ASI katanya mirip sama bau ketuban, jadi biar dengan panduan tangannya dia merangkak mencari puting. Tangan bundanya mendekap erat punggung bayi terus ditutupin selimut.

The feeling is beyond the words. I’m out of words. Cuman bisa senyum sambil nahan mewek. Bahkan aku nggak ngerasa sakit waktu dokter Ayu ngejahit bagian bawahku pas aku lagi IMD. Meski tarikan benang yang menembus kulit masih kerasa, meski tusukan jarumnya berasa clekit-clekit, tapi nggak sampe bikin sakit ngilu atau teriak kenceng karena semua teralihkan.

Hebat banget kan para ibu tuh. Dijahit kayak gitu tanpa bius dan nggak cuman 1 jahitan. Kayaknya sih banyak dan nggak kelar-kelar 😅. 

It’s like a dream. Ada malaikat kecil di dadaku ❤️.

Selesai dijahit, kakak masuk buat ngadzanin Saga.

My tears just fell down. Tears of joy. 
"Anak kita udah lahir yang... ." bisikku ke mas yang masih di langit (ini buat yang nggak baca seksama dikira mas X di langit alias surga jangan-jangan. Padahal maksudku dia masih di pesawat soalnya landingnya jam 9 😂.

Selamat datang ke dunia, Saga ❤️. 

Now I know how it feels to be a Mom. “Oh, gini ya rasanya…”

Ternyata mamiku luar biasa udah ngelahirin aku. Ternyata surga di bawah telapak kaki ibu itu salah satunya karena ini  benar adanya.

Bersyukur. Bahagia. Terharu. Bangga.  Excited. Mixed feelings deh. Let’s begin the adventure of motherhood, Jet

P.S : Mas X baru sampe rumah sakit jam setengah 1 siang dan langsung ngadzanin Saga. 

XOXO,
JET