Follow Me @rezadiasjetrani

Rabu, 07 November 2018

13 Fakta yang Harus Kamu Tahu Sebelum Menginap di Baduy Dalam

Pengen datang ke Baduy Dalam dan sekalian menginap disana? Dijamin kalian bakal terpesona dan kagum dengan ketaatan mereka terhadap aturan adat. Sebelum kesana, berikut ini beberapa hal yang perlu kalian tahu kalau mau menginap di Baduy Dalam.

1.Suku Baduy Dalam memiliki 3 kampung yang berdiri secara terpisah, yaitu Kampung Cibeo, Kampung Cikeusik, dan Kampung Cikertawarna. Biasanya wisatawan yang datang ke Baduy Dalam akan bermalam di Kampung Cibeo, soalnya kampung ini lebih terbuka bagi wisatawan yang datang. Meski demikian, larangan larangan adat masih tetap berlaku ya

2. Dilarang mengambil foto di kampung Baduy Dalam. Tapi kalau kamu mau menggambar atau melukis setauku diperbolehkan kok.

3. Dilarang menggunakan peralatan elektronik. Matikan HP, kamera, apapun yang termasuk barang elektronik karena teknologi seperti itu tak boleh berada di sekitar kampung Baduy Dalam.

4. Dilarang menggunakan bahan kimia pada saat mandi, cuci tangan, cuci muka. Jadi mandinya nggak boleh pakai sabun dan sikat gigi tanpa pasta gigi ya.

5. Penerangan di malam hari hanya berasal dari cahaya bulan dan juga obor. Uwuwuwu, romantis banget nggak sih? Ada juga yang bilang boleh kok pakai senter. Tapi karena aku nggak bawa senter, ya aku pakai obor aja. Lagian biar lebih syadu bawa obor ke sungai buat mandi.

6. Warga Baduy Dalam dilarang menggunakan alat transportasi sehingga kemanapun pergi, mereka berjalan kaki.

Itulah kenapa telapak kaki warga Baduy Dalam cenderung lebih besar, soalnya kemana-mana mereka jalan kaki. Mau ke Bandung, Bekasi, Jakarta, ya jalan kaki. Mereka nggak boleh naik kendaraan seperti motor atau pun mobil. Meski begitu warga Baduy Dalam ini nggak terasing dari dunia luar lho. Mereka masih boleh nonton bioskop, jalan-jalan ke mall, yang penting kesananya jalan kaki. Biasanya mereka pergi ke kota untuk jualan hasil ladang terutama madu dan kerajinan tangan khas Suku Baduy Dalam.

Baca Juga : Seba Baduy yang Bikin Merinding

7. Pu’un sebagai Kepala Adat, bisa dibilang "presiden" di Kampung Baduy Dalam.
Seperti suku-suku lain yang tinggal di Indonesia yang memiliki kepala adat, Suku Baduy juga punya Kepala Adat sebagai pemimpin tertinggi yang berfungsi mengatur warganya yang biasa dipanggil Pu’un. Pu’un ini adalah orang yang punya kelebihan yang berbeda dibanding warga biasa. Tugas dari Pu’un diantaranya menentukan masa tanam dan panen, menerapkan hukum adat kepada warganya, juga mengobati orang yang sakit. Tapi kita nggak sembarangan bisa ketemu Pu'un. Hanya orang-orang yang memiliki kepentingan khusus yang bisa bertemu Pu’un.

8. Ada larangan berkunjung selama 3 bulan
Ketika warga Baduy Dalam menjalankan tradisi Kawalu (puasa yang dijalankan oleh warga Baduy Dalam yang dirayakan tiga kali selama tiga bulan), para wisatawan dilarang masuk ke Baduy Dalam. Kalaupun ada kepentingan, biasanya wisatawan atau pengunjung cuma dibolehkan masuk sampai Baduy Luar, itupun nggak diperbolehkan menginap. Pada puasa ini, warga Baduy Dalam berdoa kepada Tuhan agar negara kita diberikan rasa aman, damai, dan sejahtera (Aamiin).

9. Perjodohan masih berlaku


Pas aku kesini, rata-rata anak mudanya sudah pada menikah. Gimana enggak, seorang gadis yang sudah berumur 14 tahun biasanya akan dijodohkan dengan laki-laki yang juga berasal dari Suku Baduy Dalam. Selama masa penjodohan, orang tua dari laki-laki Baduy Dalam bebas memilih wanita Baduy Dalam yang disukainya. Tapi kalau ternyata mereka belum menemukan pilihan yang cocok, laki-laki maupun perempuan harus menuruti pilihan sang orang tua ataupun pilihan yang diberikan oleh sang Pu’un.

Terus orang Baduy ini setia sama satu pasangan alias nggak menerapkan yang namanya poligami. Mereka hidup tenang dan damai bersama pasangannya sampai akhir hayat. Ohya, warga Baduy Dalam yang menikah dengan warga Baduy Luar harus keluar dari suku Baduy Dalam, karena mereka yang berasal dari Baduy Luar, nggak bisa masuk menjadi bagian dari suku Baduy Dalam.

10. Ayam merupakan makanan mewah

Meski di Baduy Dalam banyak ayam berkeliaran bebas, bukan berarti mereka bisa makan ayam dengan bebas juga. Warga Baduy Dalam konon hanya menyantap hidangan ayam setidaknya 1 bulan sekali atau pada saat upacara-upacara besar seperti pernikahan dan kelahiran. Nah makanya kalau kalian kesini, bawa logistik yang banyak. Permen, coklat, makanan kaleng, mie instan, dan jajanan lainnya. Nanti kita serahkan ke tuan rumah dan biarkan mereka yang memasak. Kalau masih sisa, alangkah lebih baik kalau makanan itu kita tinggal aja buat mereka. Sekalian mengurangi beban hidup, eh, beban bawaan.

11. Nggak ada gelas, batang bambu pun jadi


Di Baduy Dalam dilarang menggunakan gelas dan piring sebagai tempat untuk menyimpan air dan alas untuk makan. Beruntung desa ini dibekali sumber daya alam yang melimpah, Suku Baduy Dalam membuat gelas serta tadah air minum yang terbuat dari bambu panjang dan bahan lainnya yang berasal dari alam. Percaya nggak percaya, tapi rasa minuman yang diwadahi gelas bambu jadi lebih beraroma (dan lebih nikmat pastinya). Tapi seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang menginap di Baduy Dalam, mereka juga punya piring dan gelas untuk menjamu tamu kok. Mereka juga membuat beragam kerajinan dari batang bambu.
Coba main alat musik khas Baduy. Ada yang tau namanya?
12. Rumah warga menghadap utara dan selatan.

Aku pernah nyasar waktu keliling seputar rumah di Baduy Dalam. Selain karena bentuk rumahnya mirip, mereka menghadap ke arah yang sama yaitu utara atau selatan doang kecuali rumah Pu'un. Lumayan bikin bingung :(. Jadi kamu harus inget nginep di rumah siapa ya biar bisa dianterin pulang kalau nyasar.

13. Kekayaan nggak dilihat dari bentuk rumah


Kalau kita biasa menilai orang kaya dari besar rumahnya, bentuk bangunannya, lokasi rumahnya, lain halnya dengan Suku Baduy Dalam. Seperti yang kusebut diatas, bentuk rumah mereka hampir serupa satu sama lain. Nah yang membedakan status kekayaan mereka adalah jumlah tembikar yang dibuat dari kuningan yang disimpan di dalam rumah. Makin banyak tembikar yang disimpan, menandakan status keluarga tersebut semakin tinggi dan dipandang orang. Tapi waktu aku kesana, banyak juga wanita Baduy yang memakai perhiasan. Terus kulit mereka juga nampak sehat dan alami, jauh dari make up. Tapi tetep aja pada cantik-cantik.
Kurang lebih itu sejumlah fakta yang aku tahu tentang Baduy. Kalau ada yang kurang tepat, boleh lho dikasih tau. Atau ditambahin fakta lainnya juga boleh banget. Soalnya aku pengen ke Baduy Dalam lagi nih :) .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar