Follow Me @rezadiasjetrani

Kamis, 08 Juni 2017

Mengejar Sunrise di Tebing Keraton

Spot foto favorit. Ati-ati kalau mau turun kesini batunya licin.
Pagi itu kami memulai hari lebih awal. Jika biasanya setelah sahur kami tidur lagi (hahaha), pagi itu kami langsung mandi dan siap untuk mengejar sunrise di Tebing Keraton, Bandung. Nggak semua mandi sih, ada juga yang cuman sikat gigi dan cuci muka.

Berhubung perjalanannya lumayan jauh, sebagian ada yang tidur lagi di bis Blue Bird yang kami naiki. Sebagian lagi sibuk dengerin musik.
Parkiran utama di bagian bawah

Akhirnya kami tiba juga di parkiran Tebing Keraton. Mas Yora dan mbak Apri dari Airport.id selaku penanggung jawab #exploreindonesia #explorebandung segera mencari angkot untuk membawa kami ke gerbang menuju Tebing Keraton. Untung dapet juga dan kami membayar 150 ribu untuk angkot PP.
Angkot 150 ribu PP

Kenapa harus nyarter angkot ? Karena akses jalannya sempit jadi bis nggak bisa naik. Kalau mobil pribadi di hari biasa masih bisa naik sampai lokasi parkir terakhir. Nanti disambung naik ojek karena jalannya masih lumayan jauh (sekitar 3 km). Lumayan banget kalau jalan kaki.
Para abang tukang ojek sedang merayu kami. Akhirnya luluh juga.
Waktu itu kami akhirnya naik ojek sampai ke lokasi dan tarifnya lumayan mahal, 50 ribu per orang untuk ojek PP. Karena hari itu bukan weekend (mungkin sepi), akhirnya tarifnya jadi 40 ribu orang tapi 1 motor boncengin 2 penumpang (jadi bertiga sama abangnya). Sama aja boong. Malah untung di abang ojeknya tapi yaudahlah.

Sepanjang perjalanan kami melewati perkampungan penduduk. Terlihat para orang tua bersiap berangkat ke ladang sedang anak-anak kecil berangkat sekolah. Maklum hari itu hari Senin.
Selamat pagi Bu
Para pemudi harapan bangsa

Lokasi Tebing Keraton

Berada pada ketinggian 1200 meter diatas permukaan laut, Tebing Keraton atau Tebing Karaton adalah sebuah tebing yang ada di dalam kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Terletak di Kampung Ciharegem Puncak, Desa Ciburial, Bandung, Jawa Barat, dari Tebing Keraton kita bisa menikmati pemandangan yang menyegarkan mata. Bukan lampu kota, melainkan hutan yang menghampar luas sepanjang mata memandang.

Pemandangan ini bakalan makin cantik kalau kalian datang sebelum matahari terbit atau kira-kira jam 5.30 pagi. Kalian bisa menikmati suasana kota Bandung yang masih berselimut kabut tebal ditambah dengan keindahan matahari terbit di balik bukit di sebelah timur.

Kalau mau dateng kesini di pagi hari jangan lupa bawa jaket, makanan ringan juga minuman hangat. Pastikan juga bensin kendaraan kalian udah terisi penuh. Oiya sedikit saran, mending kalau mau kesini naik motor aja biar bisa parkir di atas.

Asal Usul Tebing Keraton

Pada awalnya nama tebing ini adalah Tebing Jontor, karena bentuknya yang memang lebih condong atau menonjol ke depan. Kemudian sekitar awal tahun 2014 diganti namanya jadi Tebing Karaton atau yang biasa di eja dengan Tebing Keraton.

Banyak yang bilang kalau Tebing Keraton merupakan tempat terbaik untuk menyaksikan sunrise di Bandung. Spot paling favorit untuk berfoto di Tebing Keraton adalah di sebuah batu yang terletak di tepi jurang.

Harus hati-hati kalau mau foto di batu itu, soalnya tebing ini sangat curam. Oleh pengelola udah dikasih pagar pembatas tapi tetep aja pada nekat turun buat foto (termasuk aku sih :P ).
Kalau mau foto disini aja di pagar, lebih aman.
Pagi-pagi merah meriah. Seru !

Penginapan di Tebing Keraton

Di Tebing Keraton belum disediakan tempat menginap, jadi sebaiknya reservasi penginapan dulu di daerah Dago yang paling dekat. Kurang tau sih kalau mau camping disini. Boleh enggak soalnya cuman buka dari jam 05.00 – 18.00.

Harga Tiket Masuk Tebing Keraton

Tiket masuk 12rb per orang sudah termasuk asuransi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar