Follow Me @rezadiasjetrani

Jumat, 09 Juni 2017

Kembali ke Jaman Batu di Stone Garden dan Eksotisme Gua Pawon

EXPLORE BANDUNG
Setelah menikmati indahnya kabut pagi di Tebing Keraton, di  hari ke-2 rangkaian kegiatan  #explorebandung
#exploreindonesia bersama airport.id kami segera menuju ke destinasi berikutnya yakni Stone Garden dan Gua Pawon. Tentunya menggunakan bis dari Blue Bird
Lokasi Stone Garden Padalarang

Stone Garden adalah sebuah kawasan gunung batu kapur yang lokasinya ada di puncak gunung Pawon, 709 meter di atas permukaan air laut, Kampung Girimulya, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Pernah baca kalau dulunya lokasi ini dikenal oleh masyarakat sekitar dengan nama Pasir Pawon. Tapi setelah banyak wisatawan yang datang, sekarang lebih populer sebagai Stone Garden Padalarang.

Kawasan Citatah sendiri berjarak 5 km dari Padalarang. Masyarakat di sekitar sini mata pencaharian utama sehari-harinya adalah melakukan penambangan batu kapur dan ada juga yang berjualan makanan. 

Akses jalan kesini lumayan sempit, kalau ada mobil yang berpapasan harus hati-hati. Belom lagi kondisi jalan yang belum diaspal, kalau hujan kayaknya bakalan becek. Untung pak sopir kami skill nyopirnya cukup oke jadi meski badan bis Blue Bird kami goyang ke kanan dan kiri karena jalan yang kurang rata, kami bisa sampai lokasi dengan selamat.
Thanks Blue Bird :)
Setelah parkir, bagi kalian yang mau ke kamar kecil mendingan ditunaikan dulu hajatnya karena diatas nggak ada WC. Jangan sampai kalian malah buang air di alam soalnya lokasi ini ramai dikunjungi wisatawan. Nanti bingung nyari tempat mojoknya :P

Kami pun segera mendaki ke atas bukit. Nggak terlalu jauh hanya 15 menit kita sudah sampai di puncak gunung. Pertama sampai langsung kagum....sejauh mata memandang kami ditawari bukti sejarah yang jelas dan nyata seperti hamparan batu-batu karang di berbagai sudut. Dari yang kecil hingga yang tinggi. Berasa kembali ke jaman Flinstone dimana semua berbau batu.

Katanya di batuan ini terdapat aneka fosil binatang berupa koral. Dari hasil penelitain disebutkan bahwa Stone Garden Padalarang ini dulunya ( 27 juta tahun yang lalu ) adalah kawasan laut dangkal. Karena melewati proses yang sangat lama tersebut, kawasan ini menjadi batuan, dimana koral yang tadinya hidup itu kemudian berkumpul dan mati sehingga membentuk batuan gamping.
Batu Lima
Di lokasi ini sudah disediakan sejumlah gazebo yang cukup nyaman dan masih bagus (soalnya amsih baru). pas banget buat duduk-duduk. ketika yang lain sibuk beristirahat (maklum kami lagi puasa dan hawa disini lumayan bikin gerah), aku sedikit naik keatas dan melihat hamparan pemandangan bukit-bukit kapur yang berwarna putih juga kecoklatan. Super kontras dengan hamparan hijaunya pepohonan yang ada di sudut lainnya.
Bukit sebelah dilihat dari puncak Stone Garden
Fasilitas Wisata Stone Garden Padalarang

Disini fasilitasnya cukup lengkap, udah ada toilet, mushola, warung-warung sederhana yang menjajakan aneka cemilan, warung penjual cendera mata atau aksesoris seperti topi, kacamata dan juga papan penunjuk arah yang cukup jelas. 

Sedikit tambahan buat kalian yang mau kesini, please jangan pakai sepatu cantik apalagi heels ya. Soalnya jalannya mendaki dan tanahnya gembur, yang ada  malah kamu ribet sendiri nanti. Pakai sepatu senakers yang nyaman, kalau pas nggak puasa sebaiknya bawa bekal minum, topi untuk melindungi kepala dari terik sinar matahari dan juga kamera buat narsis.
Foto-able di setiap sudutnya
Kami berada di Stone Garden sekitar 1 jam lebih. Setelah puas memandangi keindahan batuan di lokasi ini, kamipun segera turun untuk melanjutkan ke lokasi selanjutnya yaitu Gua Pawon. 

Bau Kotoran Kelelawar di Gua Pawon dan Fosil Manusia Purba

Gua Pawon adalah sebuah gua alami dan situs purbakala yang terletak di Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, masih satu lokasi dengan Stone Garden dan memiliki ketinggian 601 di atas permukaan laut. Konon gua ini merupakan sebuah tempat yang penting bagi orang Sunda karena di sanalah tempat berkumpulnya sesepuh Sunda yang sekarang menduduki bagian barat pulau Jawa.
Pintu masuk dan akses menuju Gua Pawon
Panjang Gua Pawon ini sekitar 40 meter dan lebarnya sekitar 16 meter. Sebelum masuk ke area gua, kami harus menaiki anak tangga. Baru setengah jalan, tercium aroma yang kurang sedap yang ternyata kototran kelelawar. Sejumlah teman memutuskan untuk tidak jadi masuk. Dari 12 orang, hanya aku, Dita, Rahaps, Mas Yora, Mbak Apri dan juga mas Irfan yang akhirnya masuk. 

Di dalamnya, kemi menyaksikan keindahan cahaya yang masuk dari lubang di langit-langit gua. Ada banyak kelelawar yang bekelebat di bawah lubangnya. Pantes aja aromanya cukup lumayan.
Sisi gua bagian dalam. Masuk dulu ke dalam gua baru menemukan spot ini.
Tak jauh dari mulut gua utama, ada sebuah anak tangga lagi. Nah tangga itu buat menuju ke bagian lain dari gua Pawon. Begitu sampai terlihat sebuah ceruk yang dibatasi pagar besi tinggi yang ternyata adalah fosil manusia purba. Bukan fosil beneran sih, ini ternyata cuma replikanya karena fosil asli yang ditemukan pada 2004, disimpan di Balai Arkeologi Bandung.
Hanya replika
Terlihat pohon-pohon besar yang tumbuh tinggi menjulang. makin ke dalam, ada tiga lubang atau jendela besar di gua ini. Semuanya menghadap hamparan sawah yang ada di bawah sana. Ternyata gua ini lumayan tinggi padaal tadi kayaknya naiknya biasa aja.

Gua ini tidak dalam menembus bukit. Lebih mirip cerukan-cerukan yang memiliki jalan saling terhubung di setiap cerukannya. Jangan lupa tetap berhati-hati dalam menyusuri gua soalnya jalannya agak terjal dan batuannya sedikit licin. Aku aja hampir kepleset.

Sedikit tambahan bagi kalain yang mau ke lokasi ini, karena letaknya yang berdekatan, kalau mau ke Stone Grden ternyata bisa lewat Gua Pawon. Ini informasi tarifnya. 

Tarif Tiket masuk Stone Garden dan Gua Pawon

1.Pintu Masuk Langsung ke Stone Garden
Harga tiket masuknya jika masuk dari pintu ini, kalian bakal dikenakan biaya R 5.000/orang. Tarif parkir kendaraan mobil Rp.10.000, dan motor Rp.5.000.
2.Pintu Masuk Lewat Goa Pawon 
Kalau masuk dari sini setiap pengunjung harus membayar Rp.6.000/orang, dan tarif parkir mobil Rp.5000

Nah tapi ada cerita yang agak "malesin" nih meski setelah kita dengar alasannya ya amsuk akal juga. Ceritanya, Stone Garden ini dimiliki oleh 4 pihak (bukan pemerintah). Dengan alasan jika dikelola sendiri dibantu masyarakat akan lebih menguntungkan, mereka pun menerapkan tarif yang cukup menguras kantong.

Tarif rombongan menggunakan bis :

1. Lintas jalan Rp 20.000
2. Posko tiket masuk Rp 5.000/ orang
3. Parkir bis Rp 30.000
4. Izin membawa kamera dan drone (untuk 1 grup) Rp 300.000

Nah jadi buat kalian yang merasa "kok bayarnya berkali-kali", biasanya itu alasan yang akan mereka kemukakan karena lokasi ini dikelola secara mandiri. Semoga saja uangnya bisa bermanfaat untuk memperbaiki fasilitas yang ada disini ya.

Perjalanan kami untuk hari itu pun selesai. kami segera kembali ke Lembang untuk beristirahat di Lembang Asri Resort.

#explorebandung #EIBandung17 #airportid #EI2017

Supported by :
Airport.id , Lembang Asri Resort, Blue Bird

Tidak ada komentar:

Posting Komentar