Follow Me @rezadiasjetrani

Selasa, 05 Juli 2016

Masjid Agung Jawa Tengah Rasa Nabawi

Kompleks Masjid Agung Jawa Tengah terlihat dari menara Al Husna
Pagi itu setelah sahur, kakak yang hari itu sedang libur mendadak mengusulkan kepada Ibu untuk pergi ke Semarang tepatnya Masjid Agung Jawa Tengah dan menunaikan ibadah shalat Jumat disana. Katanya setiap hari Jumat dan hari besar keagamaan payung tersebut dibuka. Mami sih jelas setuju-setuju aja karena beliau suka kalau sudah diajak piknik. Adik yang sudah libur sejak minggu lalu dan terlahir sebagai bungsu hanya bisa pasrah dan selalu mengikuti suara terbanyak.
Tinggal aku nih...

Bukan apa-apa, tapi aku harus kerja :(

Yah tapi yang namanya pergi ramai-ramai sekeluarga tentunya lebih menggoda dan akhirnya aku putuskan buat izin deh. Untung punya atasan yang super baik dan super sabar menghadapi sifatku yang suka "izin mendadak".

Setelah izin mendadak pagi itu, tepatnya izin pas udah mau berangkat ke Semarang yakni jam 7 pagi, kami berempat pun berangkat. Rutenya tentu ke arah Magelang-Ambarawa-Bawen-Semarang. Berhubung masih hari kerja jadi perjalanan cukup lancar. Sekitar pukul 09.30 pagi kami sudah sampai di Semarang dan langsung menuju ke masjid karena kami ingin naik ke menaranya terlebih dahulu.

Sesampainya di loket parkir,kakak sempat bertanya perihal payung yang saat itu masih tertutup dan jawaban dari petugas parkirnya cukup mengecewakan.

"Kayaknya nggak dibuka mas, soalnya anginnya kenceng." ujar petugas tersebut.

Oke baiklah. Jauh-jauh kesini di hari Jumat dan payungnya nggak dibuka, agak nyesel juga tapi yaudahlah belom rejeki.

Masjid Agung Jawa Tengah ini diresmikan pada tahun 2006 dan memiliki fasilitas yang cukup lengkap seperti convention hall, kios suvenir, kios makanan, gedung perkantoran, perpustakaan, tempat parkir kendaraan yang luas, hingga menara pandang yang cukup tinggi. Menempati areal seluas 10 hektar, dan mampu menampung jamaah sekitar 7 ribu orang. Jika ditambah serambi masjid bisa menampung sampai sekitar 10 ribu orang.

Keunikan Arsitektur Masjid Agung Jawa Tengah

Secara arsitektur, Masjid Agung Jawa Tengah pun memiliki keunikan karena memadukan arsitektur Timur Tengah dan Roma tanpa melupakan ciri khas bangunan Jawa. Atap limasan mencerminkan gaya arsitektur khas Jawa. Sedangkan dibagian ujungnya berupa kubah berdiameter sekitar 20 meter, dikelilingi 4 menara masing masing setinggi 62 meter disetiap penjuru atapnya sebagai ciri khas bentuk bangunan masjid. Bangunan lain yang menjadi penanda keunikan masjid adalah sebuah menara berbentuk kubus di bagian dasarnya. Sedangkan di bagian atas berbentuk lingkaran yang mengerucut pada bagian atasnya. 
Pilar setengah lingkaran seperti Colloseum di Roma
Gaya Timur Tengah terlihat dari kubahnya. Sedangkan pengaruh Yunani terlihat pada 25 pilar yang terletak di plaza utama. Pilar-pilar berwarna ungu yang dipadu dengan kaligrafi menyerupai bangunan Colosseum di Roma. Masjid Agung Jawa Tengah juga dilengkapi dengan 6 payung hidrolik raksasa yang bisa membuka dan menutup secara otomatis. Payung raksasa ini mengadopsi arsitektur Masjid Nabawi di Madinah.  

Di sisi sebelah depan selatan masjid terdapat menara 99,  karena memang tingginya 99 meter sebagai representasi Asma Al-Husna atau 99 nama atau sifat Tuhan. Lantai 1 menara ini difungsikan sebagai stasiun Radio DAIS MAJT, lantai 2 nya merupakan Museum Perkembangan Islam di Jawa Tengah. Museum dua lantai ini menyimpan koleksi yang beragam, mulai dari dokumentasi sistem pendidikan pesantren, naskah kuno, kumpulan kitab, miniatur masjid, contoh ornamen masjid, hingga Al Quran raksasa yang ditulis menggunakan tangan.

Lantai 19 yang merupakan lantai paling atas sebagai gardu pandang yang dapat digunakan untuk melihat keindahan kota Semarang dari ketinggian. Saat mengitari puncak menara, terdapat deretan teropong yang disediakan oleh pengelola masjid. Teropong tersebut bisa digunakan jika pengunjung memasukkan koin 1000 rupiah untuk menggunakan teropong selama 1,5 menit.

Lantai di bawahnya difungsikan sebagai rumah makan berputar. Berhubung kami semua sedang puasa Ramadhan, maka kami tidak mampir ke restoran tersebut dan nampaknya memang sedang tutup. Menara ini juga biasa digunakan untuk melakukan Rukyat Al Hilal untuk melihat bulan baru sebagai pertanda masuknya bulan Ramadhan dan tibanya Hari Raya Idul Fitri. 
 
Foto berempat dulu biar sah
Setelah puas berjalan-jalan dan melihat kota Semarang dari atas, kami pun memutuskan untuk turun ke museum, setelah itu kakak dan adik bersiap-siap untuk mengikuti shalat Jumat sementara aku dan mami masih mau pua-puasin foto terlebih dahulu. Sesampainya di bawah ternyata payungnya sudah dibuka! Waaaaah asik ! Gausah pakai mikir aku sama mami langsung jalan ke bawah payung buat foto-foto. Bukan apa-apa sih, mumpung sepi aja , hehe.

 
Hawanya adem, tapi hati-hati lantainya panaasss
        

Harga Tiket Menara Masjid Agung Jawa Tengah :

Rp. 7.000 / orang

Jam buka Menara Masjid Agung Jawa Tengah:

07:00 - 17:00 WIB dan 19:00 - 21:00 WIB
Hari Senin-sampai Minggu

Lokasi Masjid Agung Jawa Tengah :

Jln. Gajah Raya No. 128 Sambirejo, Gayamsari, Semarang, Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar