Follow Me @rezadiasjetrani

Senin, 30 April 2018

Setengah Hari di Bogor, Kemana Aja ?

Sejak pindah ke Pamulang mengikuti suami, si om kumis, kami lebih mudah menghabiskan waktu bersama ketika  akhir pekan. Kalau dulu minimal sebulan sekali baru ketemu, sekarang bisa tiap hari dan tiap akhir pekan selalu jalan-jalan.

Minggu ini kami memutuskan untuk ke Kebun Raya Bogor. Bukan apa-apa, soalnya aku belom pernah. Selama ini cuma lewat dan muterin aja tapi nggak masuk.

Ke Kebun Raya Bogor? Ngapain ? Paling juga melihat pohon-pohon, tidak ada yang aneh dan menarik. Eits jangan salah! Ternyata setelah masuk, banyak hal menarik lho yang bisa kita temui. Ada apa aja sih ? Yuk baca kisah perjalananku berikut ini.
Bisa leyeh-leyeh di tepi danau.
Setelah menempuh perjalanan selama sekitar 1 jam, akhirnya kami tiba di tujuan. Tarif untuk masuk Kebun Raya Bogor ini adalah Rp 14.000,00 per orang dan Rp 5.000,00 untuk parkir kendaraan roda 2.

Tempat ini sangat luas, kalau kalian malas berjalan kaki, bisa menyewa sepeda kayuh seharga Rp 15.000,00 untuk durasi 1 jam. Lebih enak lagi kalau naik roda empat. Di hari biasa pengunjung bisa masuk dan berkeliling nenggunakan mobil mengikuti jalur yang sudah ada. Namun di hari Sabtu dan Minggu tidak diperbolehkan. Sebagai gantinya pengunjung bisa naik mobil wisata yang sudah disediakan.

Di Kebun Raya Bogor ini selain terdapat Istana Presiden (kita tidak bisa masuk lewat depan, jadi hanya berkeliling di bagian belakang istana dan dibatasi kolam), ada juga museum Istana (kalau mau masuk harus mengajukan surat kunjungan terlebih dahulu), museum Zoologi, makam Belanda, restoran bernama Grand Garden Cafe and Resto, mushola, masjid, jembatan gantung, toko souvenir, juga berbagai macam taman yang sering digunakan untuk piknik dan berkumpul bersama keluarga.

Terdapat pula sejumlah patung ataupun tugu yang tersebar di beberapa titik. Diantaranya ada patung Patung Tangan Tuhan yang berbentuk sebuah tangan sedang menjunjung postur seorang laki-laki yang menengadahkan kepala dengan mulut terbuka. Ada pula patung The Little Mermaid alias Si Duyung Kecil yang wujudnya seperti seorang gadis yang sedang merenungi sesuatu sambil menatap riak air.

Begitu masuk melalui pintu utama ke dalam kebun raksasa yang memiliki 15,000 spesies tanaman ini, kita akan melihat Monumen Lady Raffles. Ketika melihat puisi pada prasasti yang terdapat dalam bangunan bercungkup ini, pasti hati kita akan “meleleh”. Membayangkan sepasang insan yang begitu menyayangi tetapi maut memisahkan mereka.
Monumen Lady Raffles. Duh sayang banyak dedaunan di sekitarnya.
Tak jauh dari situ, kalau lurus, kita akan menemui Danau Gunting. Berjalan sedikit ke arah dimana terlihat menara dari Istana Bogor, nampak sebaran Nymphaea Alba dan Rubra (alias Teratai atau Lotus) berwarna pink yang amat indah.

Setelah itu, aku melanjutkan perjalanan ke arah komplek pemakaman Belanda kuno. Rimbunnya pohon bambu membuat suasana di sekitar komplek gelap karena cahaya matahari sulit menembus tebalnya rumpun bambu. Ada makam yang usianya bahkan lebih tua dari kebun raya ini sendiri, lho !
Kompleks makam Belanda.
Tak jauh dari makam, ada sebuah taman bernama Taman Teijsman. Di bagian tengahnya ada sebuah tugu berbentuk obelisk yang seakan menjadi pusat dari sekitarnya. Tugu itu disebut dengan Tugu Teijsman.


Tinggal milih mau santai dimana.
Seusai dari Taman Teijsman, aku mampir ke toko souvenir. Sebenarnya ingin ke museum Zoologi tapi waktu yang kumiliki terbatas. Di toko ini terdapat aneka bibit tanaman maupun tanaman dalam pot yang bisa kita beli dengan harga terjangkau. Tersedia pula tas, kaos, mug, magnet kulkas, hingga gantungan kunci khas Kebun Raya Bogor.
Souvenirnya komplit dari tanaman sampai kaos.
Selesai membeli souvenir, aku melanjutkan perjalanan ke jembatan merah yang dikenal dengan sebutan "Jembatan Pemutus Cinta." Bentuknya hanya seperti suspension bridge atau jembatan bersuspensi dimana rangka jembatan tergantung pada kawat tebal seperti umumnya. Dicat berwarna merah dengan panjang kurang lebih 25-30 meter, jembatan ini dibangun pada saat bersamaan dengan perluasan Kebun Raya Bogor ke arah Timur. Konon, katanya pasangan belum menikah yang melintasi jembatan diatas sungai Ciliwung ini tidak akan awet hubungannya alias putus jika melintas bersama. Untung aja pasanganku sudah distempel halal sama KUA, jadi aman.
Alhamdulillah halal.
Puas foto-foto, saatnya bersantai di rerumputan luas di depan Grand Garden Cafe and Resto. Beberapa patung bernuansa Eropa tampak di bagian muka. Bagian tepinya, ornamen bernuansa khas Indonesia. Payung-payung merah peneduh meja dan kursi di teras kafe kontras dengan hijau rumput tebal di area terbuka di hadapannya.
Restoran bernuansa Eropa 
Berhubung belum terlalu lapar, aku dan om kumis rebahan manja diatas rumput saja. Disini banyak orang yang bersantai juga. Anak-anak kecil berlarian kesana-kemari dengan bebasnya.

Setelah dirasa cukup, kamipun memutuskan untuk pulang. Namun masih kurang lengkap rasanya kalau tidak membeli oleh-oleh. Yah meskipun nggak ada yang dioleh-olehin soalnya kami hanya tinggal berdua. Kami memutuskan untuk membeli roti unyil di toko Venus yang terkenal itu.
Harga rotinya mulai dari Rp 2.000,00
Jangan kaget kalau kesini antriannya udah kayak mau antri beli tiket bioskop, mengular ! Tapi kalian juga bisa pakai jalur cepat dengan membeli paket roti unyil yang sudah dikemas dalam box. Nggak perlu antri dan bisa langsung bayar disitu.


Setelah membeli roti unyil, kalian bisa mencoba makan laksa ataupun toge goreng. Berhubung kami berdua pernah mencoba dan kurang cocok dengan lidah kami, akhirya aku mencari bakso atau mie ayam sedang om kumis maunya ayam bakar.


Ketika ingin mengambil motor, aku melihat ada penjual es pala. Penasaran karena pernah menonton orang meminum es ini di TV, aku membeli 1 gelas es pala seharga Rp 7.000,00. Rasa airnya sih seger, tapi kalau rasa palanya lumayan asing. Tapi worth it kok buat dicoba biar nggak penasaran.

Es pala Rp 7.000,00
Di tengah jalan menuju pulang, aku tak sengaja melihat warung mie ayam bakso dan es bangka di Jln.Sawojajar (seberang parkiran motor Yogya Junction). Warung ini buka dari jam 08.00 pagi hingga 12 malam. Aku memesan seporsi mie ayam bakso pisah dengan pangsit seharga Rp 25.000,00 dan rasanya ternyata cocok dengan lidahku. Super enak ! Oiya, di menu tidak ada daftar harga. Kemarin om kumis iseng pesen es jeruk dan ternyata harganya lumayan mahal.
Mie ayam bakso Rp 25.000,00 , tapi es jeruknya Rp 17.000 00. Sedih akutu :(
Selesai makan, kami pun kembali melanjutkan perjalanan dan sampai di rumah dengan selamat. Masih belum puas mengexplore Bogor, semoga lain kali diberi kesempatan dan kelonggaran waktu jadi bisa explore lebih lama dan lebih banyak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar