Follow Me @rezadiasjetrani

Selasa, 24 April 2018

Cafe Ini Seluruh Karyawannya Berkebutuhan Khusus Lho !

Berawal dari menyaksikan event Seba Baduy di Serang, Banten 21 April 2018 yang lalu,  om kumis mengajakku untuk mampir ke salah satu cafe di Jln. Raya Cilegon no.73, Ruko Kepandean, Lontarbaru, Serang bernama Bubble Cafe & Gallery. Petunjuk keberadaan cafe ini cukup mencolok sehingga kita mudah melihatnya. Cafe ini ternyata belum lama dibuka, yakni sejak tanggal 3 September 2017 dan buka setiap hari mulai pukul 10.00 sampai 21.00. 

Nah, apa sih yang membuat cafe ini menarik ?

Dimulai dari sebelum kita masuk, terpasang spanduk yang menjelaskan bahwa kafe tersebut dikelola oleh orang-orang berkebutuhan khusus. Hal itu ditujukan agar pengunjung paham dan maklum akan pelayanan yang diberikan para pegawainya yang merupakan anak autisme, tunagrahita, tunadaksa, tunarungu, juga tunawicara.

Baru sampai di bagian luar cafe, kita sudah dibuat tertarik dengan dekorasinya yang unik dan penuh warna. Terdapat sebuah ayunan dan beberapa kursi yang ditata sedemikian rupa dan sangat menarik untuk dijadikan spot foto.
Jadi pengen punya ayunan kayak gini di rumah
Masuk ke dalam, terdapat lukisan karya anak berkebutuhan khusus dan juga sejumlah tulisan yang menjelaskan tentang autisme dan pentingnya toleransi serta empati terhadap mereka. Bantal di kursi pun dibuat berwarna-warni dengan beragam motif yang menarik. 

Meriah . Sukak ! 
Di setiap meja juga diberi katalog bahasa isyarat yang bisa kita gunakan untuk berkomunikasi yang diberi nama Makaton Sign.
Tersedia katalog bahasa isyarat di setiap meja
Ditegaskan pula pentingnya dukungan, cinta kasih bagi mereka supaya mampu menggapai prestasi, menjadi terang bagi keluarga dan berguna bagi sesama. 

Untuk makanan, seperti cafe-cafe pada umumnya, tersedia berbagai menu makanan dengan harga terjangkau. Untuk makanan pembuka dan cemilan ada asinan bogor, chicken crust, thai cassava, brownies, mini mayo, juga cheesy banana dengan kisaran harga Rp 10.000 hingga Rp 15.000. 

Makanan beratnya ada nasi gepuk, nasi ayam serundeng, bakso kotak, batagor dan siomay bandung, juga nugget sapi dan french fries. Minumannya juga lengkap dari air mineral, aneka juice, lemon dan hot tea, mojito campo, juga mango peach dengan kisaran harga dari Rp 5.000 hingga Rp 15.000 saja.

Daftar menu yang bisa kita pilih.

Makanan dan minuman itu ternyata dibuat oleh anak-anak berkebutuhan khusus lho. Aku pun memesan bakso kotak karena penasaran dengan bentuknya dan segelas cappucino panas karena hari itu sedang hujan. Ternyata rasanya enak dan tidak kalah dengan makanan pada umumnya.

Ada hal yang cukup unik ketika aku memesan bakso tadi. Ada pegawai yang sangat bersemangat untuk segera membuatkan pesananku dan merebut kertas menu, padahal aku belum membayar. Pegawai itu akhirnya diminta sabar oleh petugas kasir yang nampaknya sebagai supervisor atau penanggung jawab disitu. Jadi, setelah memilih menu makanan, kita diharuskan membayar terlebih dahulu, barulah pesanan kita akan dibuat.  

Tak lama, pesananku pun tiba. Penyajiannya sangat rapi dan bersih. Pegawai yang mengantarkan makanan nampaknya tunarungu sehingga ketika mempersilakan aku makan, ucapannya kurang jelas. Namun ia memberikan senyum lebar dengan ekspresi teramat ramah dan ceria yang membuat hatiku tersentuh akan keramahan dan kebaikan mereka.

Selain menjual aneka makanan dan minuman, terdapat galeri seni yang terletak di lantai 2. Terpajang berbagai macam karya dari anak-anak berkebutuhan khusus terutama lukisan yang memenuhi hampir seluruh dinding ruangan. Ada pula sejumlah kerajinan tangan berupa gantungan kunci, sarung bantal, dan berbagai suvenir lainnya. 
Meski tak mudah mempekerjakan orang-orang berkebutuhan khusus seperti ini, sang pemilik seperti tertulis di halaman pertama buku menu, yakni Christiana Young optimis bahwa dengan kasih, mereka akan meraih masa depan cerah. Ia menuliskan bahwa Bubble Cafe & Gallery ini didirikan atas dasar kepedulian dan cinta kasih bagi Warga Negara Berkebutuhan Khusus (WNBK) untuk mampu mandiri dan berkarya. Diharapkan WNBK dapat memperoleh kesetaraan hak dalam kehidupan bermasyarakat dan berkontribusi dalam pembangunan.

Sebelum pulang, aku dan om kumis menyempatkan diri berfoto bersama para pegawai disini. Mereka semua sangat antusias dan sangat ramah. Nampak tidak ada yang berbeda dan seperti orang-orang pada umumnya. Bagaimana, berminat berbuka puasa disini ? Bisa sekaligus beramal karena 2,5% dari pembelanjaan disini akan disisihkan untuk tumbuh kembang dan pendidikan WNBK.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar