Follow Me @rezadiasjetrani

Selasa, 05 Juni 2018

Siapa Sangka Ada Masjid Unik di Kolong Tol Jakarta Utara ?

"Mau kemana nih Sabtu ini? Bingung ih." ujarku kepada mas X.

"Gimana kalau kita ke masjid Babah Alun aja? Aku pernah liat a masjid di bawah kolong tol di Priok sana." ajak mas X singkat.

Akhirnya berbekal google map kamipun berangkat. Buset deh rasanya jauuuh banget dari Pamulang ke Priok. Mana kami naik motor. Kebayang nggak sih kalian panas-panas, macet, jauh gitu. Yah tapi demi sebuah rasa penasaran ya kami jabanin aja deh.

Sejam lebih berselang. Kami melewati kantor Astra di daerah Priok dan menyalakan google map lagi. Tadi sempet dimatiin soalnya udah tau jalan utama sampai kantor Astra. Tertulis nama sebuah gang. Yaudah kami ikutin aja dan malah nyasar. Aku sempet frustasi karena kami udah blusukan gang dan malah makin nyasat. Mau nanya sama orang, tapi kami masih penasaran buat neMuin sendiri. Akhirnya kami tetep muter-muter dengan patokan jalan tol. Soalnya di foto masjid ini persis ada di kolong jalan tol. PENCARIAN KAMI PUN BERBUAH MANIS. Masjidnya ketemu!

Terletak di bawah kolong Tol Wiyoto Wiyono, tepatnya di Jalan Papanggo Gang 21 RT 001 RW 007, Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara, siapa yang menyangka jika bangunan ini ternyata sebuah masjid? Aku pikir malah klenteng. Soalnya kalau dilihat dari luar, kesan kental Tionghoa atau oriental kelihatan jelas, di mana warna di dominasi warna hijau, kuning, dan merah.
Masjid Babah Alun tampak depan
Inilah Masjid Babah Alun, salah satu dari ratusan masjid yang berada di DKI Jakarta. Dengar namanya aja kita sudah tahu kalau masjid ini berbeda dari yang lain. Masjid ini dibangun sejak Agustus 2017 oleh seorang pengusaha sekaligus mualaf keturunan Tionghoa bernama Muhammad Jusuf Hamka.

Nama Babah Alun juga diambil dari sosok Jusuf Hamka. Babah artinya bapak, sedangkan Alun nama panggilan Pak Jusuf waktu kecil. Itu info yang aku dapat, meski ketika ingin mengkonfirmasi sore itu, aku tidak bertemu dengan orang yang tepat untuk menjelaskan.
Dilihat dari luar, masjid ini punya relief berwarna hijau yang bermotif oriental. Masjid ini juga berbentuk segi delapan, bukan segi empat seperti masjid pada umumnya. Nggak hanya itu, berhubung letaknya di bawah jalan tol, nampaknya pembuatan atap pun "mentok". Makanya masjid ini tidak memiliki kubah yang menjadi ciri khas masjid. Berasa pendek banget ya.

Atap masjid yang mentok dengan kolong tol.
Bangunan masjid berbentuk segi delapan
Pintu masuk utama yang tembus ke tempat ibadah wanita berwarna coklat besar, dilengkapi ukiran nama Masjid Babah Alun yang menggunakan Bahasa Mandarin di atas pintu. Tempat wudhunya pun nyaman, tersedia kursi untuk duduk sehingga jamaah bisa berwudhu sembari duduk. Ada pula petunjuk pelaksanaan wudhu dalam bahasa Mandarin dan Indonesia. Agak gemes waktu liat gambar di ilustrasi. Kayak tokoh film Mandarin yang suka kotonton jaman SD dulu. Kepalanya botak separo dan rambutnya panjang. Kalian tahu juga nggak sih?


Tempat wudhu yang nyaman
Memasuki dalam masjid, 99 Asmaul Husna terlukis rapi di bagian atas, juga diberikan kaligrafi berbahasa Mandarin. Cakeeepp. 
Sore itu, masjid ini ramai dikunjungi oleh jamaah. Ada yang shalat kemudian pergi, ada yang sengaja membawa anak-anaknya dan membiarkan mereka bermain di rerumputan yang luas di samping masjid, ada pula yang datang untuk sekedar berfoto.

Masjid ini agaknya mampu memberikan kesejukan tersendiri di tengah padatnya pemukiman di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara bagi siapapun yang melihatnya. Seperti kami. Jiwa dan raga langsung adem (halah).

Buat yang mau kesini, ini ada mapnya kok. Semoga nggak nyasar ya.

Lokasi Masjid: 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar