Follow Me @rezadiasjetrani

Selasa, 16 Januari 2018

One Day Trip di Lombok

Hamparan rumput luas di Bukit Merese
Pagi hari jam 08.00, aku sudah siap untuk menuju bandara menjemput om kumisku, mas Jarwo. Satu hal yang kusadari adalah jarak dari Mataram ke Bandara Praya memang jauh, sekitar 45 menit hingga 1 jam. Mana jalannya hanya lurus saja jadi bikin ngantuk. Terus pom bensin juga terhitung langka, jadi kalau ketemu pom bensin lebih baik kalau di full tank aja meski bensinnya masih sisa separo.

Dari bandara, om Jarwo yang belum mandi ini (dia flight jam 5 pagi jadi sudah di bandara Soekarno Hatta dari malam) langsung kuajak buat ke pantai. Waktu itu kami berencana ke Pink Beach, namun karena jauh kami pun mengganti destinasi, yaitu ke Bukit Merese, Pantai Tanjung Aan dan Desa Adat Sade. Cocok untuk one day trip hingga sore, karena setelah magrib kami harus meluncur ke arah Sembalun.

1. DESTINASI PERTAMA, BUKIT MERESE

Perjalanan dari bandara ke Bukit Merese membutuhkan waktu sekitar 45 menit jika dari Bandara Praya, Lombok, melewati jalanan aspal yang tak begitu ramai, lalu jalanan tanah selama sekitar 5 menit. Harusnya bukit ini paling bagus untuk menyaksikan sunset, tapi ternyata di pagi hari juga keren kok.
Cocok buat foto-foto

Bukit ini terletak di wilayah Lombok bagian selatan, masih satu kawasan dengan Pantai Tanjung Aan di wilayah Kuta Lombok. Jika kita berada di atas bukit, di kejauhan terlihat lengkungan Pantai Tanjung Aan dengan pasir putih dan air laut bergradasi biru. Di sisi lainnya, Batu Payung yang unik nampak berdiri dengan gagahnya di tepi pantai. Tiket masuk ke bukit ini masih gratis, kami hanya perlu membayar parkir sebesar Rp 5.000,00.

2. DESTINASI KEDUA, PANTAI TANJUNG AAN

Jadi sebenarnya kita bisa sekali parkir untuk ke dua destinasi ini. Namun karena aku dan mas Jarwo mengikuti google map, kami datang melalui rumah penduduk. Kemudian kami menaiki motor lagi untuk menuju pantai Tanjung Aan, sehingga membayar parkir lagi Rp 5.000,00. Jika kalian ingin kesini, lebih enak parkir di kawasan pantai Tanjung Aan. Jadi kalau mau ke bukit Merese tinggal naik ke sisi kanan, kalau mau ke pantai tinggal menyusuri bibir pantai ke arah kiri.

Pantai Tanjung Aan cukup bersih dengan pasir putih yang terhampar luas. Banyak warung dan juga gazebo untuk berteduh. Spot foto paling favorit di pantai ini adalah ayunan dengan tulisan pantai Tanjung Aan dan bendera merah putih.

Pantai Tanjung Aan dan Dusun Sade

3. DESTINASI KETIGA, DUSUN SADE

Banyak yang salah kaprah dan menyebut dusun ini sebagai nama desa. Padahal, Sade adalah nama dusun di desa Rembitan, Lombok Tengah. Dusun ini dikenal sebagai dusun yang mempertahankan adat suku Sasak.

Meski terletak persis di samping jalan raya, penduduk Sade masih berpegang teguh menjaga keaslian budaya desa. Bisa dikatakan mereka adalah cerminan suku asli Sasak Lombok.

Bagi para wanita suku Sasak, menenun adalah hal yang wajib dikuasai. Karena itu, "mampu menenun" adalah salah satu syarat sebelum seorang gadis Sasak di Sade boleh menikah. Jadi para pria di Sade tidak bisa langsung meminang gadis pujaannya karena hanya gadis yang bisa menenun saja yang boleh menikah.

Tidak heran kalau anak gadis disini biasanya sudah bisa menenun sejak umur 9 tahun. Setiap rumah juga memiliki alat tenunannya masing-masing karena sang ibu pun harus bisa mengajarkan cara menenun kepada anak-anak gadisnya.

Jika berkunjung kesini, wisatawan harus didampingi guide yang akan menjelaskan tentang asal muasal, bangunan-bangunan desa, serta kehidupan bermasyarakat di dusun ini dengan tarif seikhlasnya. Untuk masuk ke dusun ini gratis, namun disediakan kotak amal bagi yang ingin menyumbang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar