Follow Me @rezadiasjetrani

Senin, 20 Maret 2017

Nggak Perlu Nunggu Bulan Madu Buat ke Maldives


Bulan madu ?

Iya. Bulan madu. 

Maksudnya, aku setahun kemarin sering banget liat postingan orang-orang pada liburan ke Maldives. Kayaknya mimpi banget bisa kesana soalnya pasti mahal. Sampai akhirnya aku melihat ada agen yang menawarkan liburan ke Maldives murah meriah sekitar 8-jutaan sudah termasuk tiket PP.

Dari situlah aku berniat buat bulan madu ke Maldives aja setelah menikah nanti.
Cara praktisnya adalah kalau deket sama cowok dan dia keliatan serius (ngajak nikah : red), pasti aku bilang :

"Mas, nanti kalau nikah bulan madunya ke Maldives yaaa. Per orang 8-9 juta aja kok."

Alhamdulillah, setelah melakukan seleksi yang cukup ketat (ditabok) ada mas-mas yang menyanggupi.

Sayang, hubungan kami tidak berhasil. Kesempatan bulan madu ke Maldives pun melayang.

Tapi bukan Jet namanya kalau mudah putus asa. Mas berikutnya ketika aku minta untuk mengajak bulan madu ke Maldives pun menyanggupi keinginan tersebut.

Yeaaaaay !
Hari berganti minggu. Minggu berganti bulan. Bulan berganti tahun. Lingkungan pertemananku di dunia maya (instagram tepatnya) membuatku berkenalan dengan mas Jarwo. Tepatnya tahun 2015 ketika kami sama-sama mengikuti upacara 17 Agustus di Gunung Lawu.

Kami yang mulanya hanya saling komen di instagram, lama-lama jadi punya rencana buat piknik bareng. Jarak yang lumayan jauh (mas Jarwo di Jakarta aku di Jogja) membuat kami tidak bisa sering-sering piknik. Terhitung kami baru berhasil liburan bersama ke Dieng (camping di Telaga Dringo), ke Gunung Bromo lanjut Kota Malang, dan ke Gunung Lawu (tapi nggak nanjak karena cuaca buruk).

Dari kiri ke kanan : Di lereng Lawu,di Bromo, di teras rumah, di Gunung Lawu.
Terus apa hubungannya sama Maldives ? Ya karena aku berhasil ke Maldives karena ajakan mas Jarwo. Aku hanya modal paspor sama bawa baju aja. Rejeki anak soleh banget kan!

Inget banget kata-kata mas Jarwo malem itu, beneran nggak percaya bakal diajakin ke Maldives (tapi detilnya nggak bisa diceritain).

Pikirku harus nunggu nikah trus bulan madu baru bisa kesini, taunya bisa lebih cepet!

Terus mas kandidat nomer 2 gimana, nggak marah?

Dibilang marah ya enggak. Dibilang enggak ya marah. Intinya sih aku sempat disuruh memilih mau pergi sana dia atau mas Jarwo dengan konsekuensinya masing-masing.

Mau piknik aja pake galau. Ya tapi memang gitu sih. Akhirnya aku memutuskan untuk menerima ajakan mas Jarwo. Lainnya dipikir belakangan deh.

Terus hubungan kamu sama mas Jarwo apa?

Hmm....gimana ya. Dia baik. Dia nyenengin tapi juga ngeselin sekaligus.Jago motret. Sukanya ngambek dan kalo ngambek lucu banget. Sok-sok berkumis biar dikira macho, aslinya bisa super manja.

Ya begitulah. Biar semesta yang membantu kami mewujudkan segala doa-doa baik. 


Maaf ya buat yang ngira aku bakal cerita soal Maldives tapi nggak ada ceritanya sama sekali.
Iya, sabar. Habis ini ditulis kok. Ini mau berbagi cerita lain dulu boleh lah ya.

Disini aku mau jelasin aja kalau kita punya keinginan, Allah selalu punya jalan buat mewujudkannya. Bisa langsung ke diri kita sendiri, bisa juga melalui orang lain yang dekat dengan kita.

Ada yang dengan rajin menabung, ada yang pakai cara tengil kayak aku, ada yang hadiah dari orangtua, ada yang karena ikutan suatu acara, macam-macam jalannya.

Maacih mas Jarwo ! Kamu terbaik !

From Maldives with Love.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar