Follow Me @rezadiasjetrani

Selasa, 05 September 2017

Gua Selomangleng Kediri, Ada di Kota Tapi Terasing

Sore itu, hari Jumat, aku baru saja kembali dari kantor. Ketika akan mandi tiba-tiba kakak bertanya, "Dek, mau ikut ke Kediri nggak?" tanyanya simpel.

Aku tentu saja bertanya ngapain ke Kediri, ternyata karena pakdeku ingin menjennguk cucunya (keponakanku) yang kemarin terjatuh di sekolah dan jarinya retak.

Jadi rencananya kami berangkat Jumat malam, sampai sana diperkirakan tengah malam karena perjalanan Jogja - Kediri sekitar 7-8 jam. Hari Sabtu dan Minggunya belum ada acara khusus sehingga aku pikir mendingan aku ikut aja, lumayan bisa jalan-jalan. Terlebih minggu ini aku tidak ada acara kemanapun.

Sekitar jam 8 malam kami berangkat dari rumah berlima, aku, kakak, pakde, mbak sepupuku dan suaminya. Kami sempat berhenti buat beli jajanan dan sampai di Kediri sekitar pukul stengah 2 malam. Cepet banget karena selepas bandara Adisutjipto jalanan sepi dan kakak kalo bawa mobil ngebut banget.

Tiba di Kediri

Setelah beristirahat, esok paginya ternyata mbak sepupuku mengajak kami menemui ustadz yang suka bantu kirim doa. Karena males, aku ngajak kakak buat piknik sendiri aja. Kebetulan sepupuku punya motor di rumah. Males bawa mobil meski dipinjemin karena pertama kami ga apal jalan, yang kedua aku mau dateng ke beberapa tempat sekaligus jadi males aja kalo nanti malah macet di jalan.

Tujuan pertama adalah cari makanan. Jadi Kediri ini terkenal dengan oleh-oleh khas tahu pong. Di salah satu tokonya ada yang jual nasi bakar dan lumpia yang menurutku sama kakak enak. Di tengah jalan, ternyata ada razia. Nah kakakku yang ganteng ini malah ga bawa sim C karena pikirnya kami kan bawa mobil, dia sengaja ninggal sim C nya di rumah. Kena tilang deh. baca kisah lengkapnya nanti ya, soalnya kami berdua dodol banget.

Ada Apa Aja di Kediri ?

Sebelum membahas kemana kami hari ini, aku cerita dulu ya skilas tentang Kediri. Kediri ini kota terbesar ketiga di Jawa Timur setelah Surabaya dan Malang (menurut jumlah penduduk). Kota Kediri terbelah oleh sungai Brantas yang membujur dari selatan ke utara sepanjang 7 kilometer jadi nggak heran kalau kemana-mana kamu pasti melewatui jembatan berkali-kali.

Kediri dikenal sebagai pusat perdagangan utama untuk gula dan memiliki industri rokok terbesar di Indonesia yaitu pabrik rokok kretek Gudang Garam yang pabriknya gedeeeeeee banget.

Sebelum berangkat, tentunya aku hunting dulu dong mau kemana. Aku pikir disini nggak banyak obyek wisata, taunya banyak. Ini diantaranya yang bagiku menarik :
  1. Wisata Gunung Kelud Kediri
  2. Gua Selomangleng
  3. Museum Airlangga
  4. Candi Setono Gedong, satu-satunya candi di Indonesia yang ada tepat di tengah kota.
  5. Monumen Simpang Lima Gumul Kediri
  6. Gereja Merah GPIB Kediri, bangunan khas era kolonial
  7. Masjid Agung Kota Kediri
  8. Pusat Tahu Takwa
  9. Gereja Pohsarang
  10. Kebun Bunga Matahari
  11. Gunung Klotok
  12. Taman Wisata Tirtoyoso Park
  13. Konto River Rafting Kediri
  14. Air Terjun Irenggolo
  15. Wisata Alam Air Terjun Dolo
Sebenernya masih banyak, tapi karena keterbatasan waktu aku memilih 4 diantaranya yaitu ke Gua Selomangleng, pusat tahu takwa (buat beli bekal), Gunung Klotok, dan air terjun Dolo.

Gua Selomangleng, Kediri

Gua Selomangleng termasuk objek wisata populer di Kotamadya Kediri yang berada di utara kota tepatnya di Jln. Mastrip, Pojok, Mojoroto, Kota Kediri. Akses jalan raya kesini mulus, banyak angkot dan dekat dengan universitas juga SMA Negeri Kediri. Dinamakan Selomangleng karena lokasinya berada di lereng bukit (bahasa Jawa: Selo = batu, Mangleng = miring). Gua ini ternyata terbentuk dari batu andesit hitam yang berukuran cukup besar, jadi lumayan mencolok dari kejauhan.

Pertama dateng, nyaris nggak ada yang istimewa di gua ini, terlebih guanya cukup kecil. Beberapa meter dibawah mulut gua terdapat beberapa bongkahan batu yang berserakan.
Melongok ke dalam gua, suasana gelap gulita dan aroma dupa cukup menyengat. Jujur ketika masuk aku cukup merinding karena kesan mistis terasa kental sekali saat berada di dalamnya.
Gua ini terbuat dari batuan andesit sehingga menjadikannya kedap air. Tidak ada stalagtit maupun stalagmit yang umum dijumpai pada gua-gua alam. Ada tiga ruangan di gua ini, dari pintu masuk terdapat ruangan utama yang tidak begitu lebar dengan sebuah pintu kecil di sisi kiri dan kanan untuk menuju ruangan lain dari dalam gua.Selain dupa, di lantai banyak bunga-bunga sajen, juga bekas hitam di beberapa titik yang menyiratkan kalau gua ini sering dipakai bertapa atau tirakat bagi kalangan masyarakat tertentu. Oh iya di bagian dalam gua banyak terdapat relief-relief baik di dinding maupun di bagian atas.

Sementara di bagian depan goa, terdapat pohon uanh cukup unik karena dahannya menjalar dan melilit satu sama lain.

Sejarah Gua Selomangleng

Dari cerita yang aku baca, gua ini dulu pernah digunakan oleh Dewi Kilisuci (putri mahkota Raja Erlangga) sebagai tempat pertapaan. Konon sang putri menolak menerima tahta kerajaan yang diwariskan kepadanya dan lebih memilih menjauhkan diri dari kehidupan dunia dengan cara bertapa di Gua Selomangleng.

Goa Selomangleng dilengkapi sejumlah fasilitas seperti kolam renang dengan aneka wahananya dan juga arena bermain anak. Berhubung kami datang hari Sabtu, lokasi wisata ini sepi banget. Bahkan pas kami disana selama sekitar 2 jam, hanya ada 9 pengunjung yang datang (termasuk kami).

Selesai mengelilingi gua, sebelum pulang aku mengajak kakak masuk ke msueum Airlangga yang tak jauh dari lokasi gua. Sedikit miris karena saking sepinya, petugas museum sampai ketiduran di kursi. Ya memang hawanya juga mendukung sih, bangunan museum ada di bawah pohon besar dan jendela museum besar-besar sehingga udara segar bebas masuk. Aku aja jadi ngantuk dan pengen pasang hammock di bawah pohon trus mager.

Selain ke gua, kalo niat kita bisa naik ke Gunung Maskumambang yang ada di samping Museum Airlangga. Untuk naik gunung nggak perlu susah juga soalnya udah dibangun tangga untuk naik ke atas. Berhubung waktu itu udah jam 1 siang tentu panas banget, jadi kami cukup di gua dan museum aja. Setelah itu kami menuju Gunung Klothok yang dipuncaknya terdapat sumber mata air yang bernama 'Elo'. tapi karena pas mau naik banyak anak-anak muda pacaran (dan serius hawanya panas banget), lagi-lagi kami nggak jadi naik. Apalagi aku udah sering naik gunung, jadi siang itu aku sedikit males untuk berjalan ke atas.

Perjalanan berikutnya (dan nggak boleh gagal) adalah menuju ke air terjun Dolo. Nanti akan aku tulis kisah perjalananku kesana ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar