Follow Me @rezadiasjetrani

Kamis, 21 September 2017

Berkuda di Candi Gedong Songo, Ungaran

Biasanya minimal dua bulan sekali, aku dan keluargaku yakni ibu (yang biasa kupanggil mami), kakak dan adek berwisata bersama. Saat itu kami memutuskan untuk liburan ke daerah Ungaran, tepatnya ke Candi Gedong Songo.

Terletak di Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, ternyata tempat ini sangat ramai dikunjungi para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun manca negara. Bahkan waktu itu kami cukup kesulitan untuk mencari tempat parkir, terlebih lokasi candi ini terletak di ketinggian sehingga kami mendapat lokasi parkir di jalan turunan.

Sesuai namanya, Gedong Songo berarti 9 bangunan (candi) yang tersebar di beberapa lokasi. Berada di lereng Gunung Ungaran bagian selatan dengan ketinggian sekitar 1.200 m dari permukaan laut, suhu udara di kawasan wisata ini cukup sejuk, cenderung dingin.

Ketika memasuki kompleks candi, kita akan didekati oleh para joki kuda yang menawarkan jasa. Hal itu dikarenakan lokasi antara candi yang satu dengan candi lainnya cukup lumayan sehingga menunggang kuda adalah pilihan terbaik.

Sejarah Singkat Candi Gedong Songo

Berdasarkan informasi yang ada, Candi Gedong Songo pertama kali ditemukan oleh Sir Thomas Stamford Raffles pada tahun 1740 M. Ketika itu Raffles menemukan sebanyak 7 buah bangunan candi sehingga dia menamainya dengan Candi Gedong Pitu yang berarti tujuh bangunan (candi). Pada tahun 1908 – 1911, seorang arkeolog dari Belanda bernama Van Stein Callenfels kembali melakukan penelitian di komplek candi tersebut dan dalam kurun waktu 3 tahunan Callenfels berhasil menemukan 2 candi lainnya yang bertempat tidak jauh dari candi-candi yang sebelumnya telah ditemukan Raffles, sehingga total candi yang ditemukan menjadi 9 buah.

Dengan ditemukannya 2 candi yang lain ini maka nama Candi Gedong Pitu berubah menjadi Candi Gedong Songo. Candi ini merupakan bangunan peninggalan budaya Hindu dari zaman Wangsa Syailendra abad ke-9.

Jadi, setelah mendengarkan penjelasan dari joki kuda bahwa untuk mengelilingi keseluruhan candi akan menguras energi yang cukup lumayan, akhirnya aku dan memi memutuskan untuk menunggangi kuda sementara kakak dan adik lebih memilih berjalan kaki. Sebetulnya aku ingin berjalan kaki juga, namun membayangkan bisa naik kuda keliling candi nampaknya cukup menyenangkan.

Bagi kalian yang ingin naik kuda, jangan khawatir akan dikenai harga mahal karena pengelola sudah menetapkan standar tarif untuk setiap paket. Jadi semua kembali ke pilihan kita mau paket yang mana.

Berikut adalah harga paket wisata kuda Candi Gedong Songo.

Wisata Desa Rp 25.000 (Wisman Rp 35.000)
Ke Air Panas Rp 60.000 (Wisman Rp 70.000)
Ke Candi II Rp 40.000 (Wisman Rp 50.000)
Paket seluruh candi Songo Rp 70.000 (Wisman Rp 90.000)

Aku dan mami memilih untuk paket lengkap yakni Rp 70.000. Satu lagi kelebihan yang aku lihat dari wisata ini, para joki kuda sembari mengiringi pengunjung menaiki kuda, mereka membawa sapu lidi yang berfungsi untuk menyapu kotoran kuda yang jatuh. Jalur kuda dan jalur pejalan kaki pun dipisah sehingga tak perlu khawatir akan menginjak “ranjau.” Super salut pada pengelola yang memperhatikan seluruh aspek kebersihan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung.

Apa Saja yang Bisa Kita Lakukan di Candi Gedong Songo?

Jawabannya banyaaaak ! Nih ya aku jelasin satu per satu
1. Wisata Sejarah dan Arsitektur
Kawasan Candi Gedong Songo ini sangat menarik untuk di kunjungi terutama bagi kalian yang menyukai sejarah budaya dan arsitektur kuno. Konon, Candi Gedong Songo  merupakan candi Hindu yang memiliki kemiripan dengan kompleks percandian di Dieng karena sama-sama dibangun di tempat tinggi, dekat dengan sumber air panas bumi, dan tidak terlalu jauh dengan danau atau telaga. Wah, kalau ditelusuri tentu keduanya memiliki keterkaitan.

2. Berkuda
Bayangkan serunya berkuda menyusuri jalanan, naik turun bukit dan melewati hutan hanya untuk mencapai seluruh candi. Pengalaman berkuda ini dijamin seru dan tak terlupakan!

3.Trekking
Seperti sudah dijelaskan, lokasi Candi Gedong Songo tersebar di punggung Gunung Ungaran sehingga untuk mencapai kompleks candi pertama hingga kompleks candi terakhir kita harus trekking menyusuri lereng gunung. Jangan khawatir, soalnya pemandangan yang ada akan memanjakan mata. Bonus juga udara pegunungan yang super sejuk.

4.Berendam di Pemandian Air Panas Alami
Memang ada kolam pemandian air panas alami yang berasal dari perut bumi dan mengandung sulfur, sehingga bagus untuk terapi penyakit kulit. Sayang waktu itu kami tidak mencoba berendam disini karena terbatasnya waktu yang kami miliki.

5. Menginap di Homestay
Di tempat ini tersedia pondok-pondok kayu yang dijadikan homestay atau penginapan. Lokasinya ada di dalam kompleks candi. Asiknya, kita bisa memilih sendiri tipe pondok yang kita inginkan lho.

6. Camping 
Males tidur di homestay? Gampang! Ternyata kita bisa camping disini juga. Wah, bakalan asik nih kalo camping rame-rame sama temen-temen.

7. Hunting Foto
Kalau ini sih nggak perlu dijelasin. Di zaman serba media sosial seperti sekarang, setiap sudut nampaknya bisa jadi lokasi pengambilan foto yang menarik. Terlebih lagi perpaduan bangunan candi, hutan yang rimbun, serta pegunungan membuat lokasi ini sangat fotogenic.

Gimana, seru kan ? Buat kalian yang pengen kesini juga, aku kasih tahu rutenya kalau dari Jogja ya. Maklum aku dating dari Jogja.

Rute Menuju Candi Gedong Songo
Dari Jogja ikuti jalan menuju Semarang. Sesampainya di Ambarawa, tak jauh dari Wisata Palagan Ambarawa akan ada pertigaan yang sering dijadikan tempat mangkal angkot menuju Bandungan. Belok ke kiri, lurus terus sampai menemukan pertigaan Bandungan, belok ke kiri dan lurus terus sampai POM Bensin Palbapang Sumowono. Nanti akan ada pertigaan, belok kanan dan lurus terus hingga sampai kawasan wisata Candi Gedong Songo.

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk
Candi Gedong Songo mulai dibuka jam 06.00 dan tutup pada pukul 17.00 wib.

Harga tiket masuk Candi Gedong Songo:Wisatawan Domestik Rp.6.000 (Senin sampai Jumat) dan Rp.7.500  (akhir pekan & libur nasional)
Wisatawan Mancanegara Rp. 35.000

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Blog Pesona Kabupaten Semarang.

4 komentar:

  1. Deg-degan juga naik kuda di sini, jurangnyaaa hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. untung ada bapaknya yang siap jagain, hehe

      Hapus
  2. Capek emang kalo jalan kaki menyusuri Gedong Songo. Waktu itu ngga semua candi kuat kusambangi hihihii

    BalasHapus
    Balasan
    1. enakan naik kuda mbak , tapi bayarnya lumayan sih :P

      Hapus